Tangkap 12 Tersangka, Polisi Sita 18 Kilogram Sabu dan 4.132 Butir Ekstasi

Tangkap 12 Tersangka, Polisi Sita 18 Kilogram Sabu dan 4.132 Butir Ekstasi
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nico Afinta dan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, menunjukan barang bukti sabu-sabu, 19 Juli 2017. ( Foto: BeritaSatu Photo/Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / CAH Rabu, 11 September 2019 | 14:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, membekuk 12 tersangka, dan menyita 18 kilogram sabu-sabu serta 4.132 butir ekstasi, terkait kasus peredaran narkotika jaringan Malaysia-Pekanbaru-Jakarta. Penyidik masih memburu pemilik dan pengendali barang bukti itu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait adanya peredaran narkotika yang dikendalikan seseorang yang saat ini masih buron.

Setelah melakukan penyelidikan sekitar 1 bulan, polisi akhirnya berhasil membekuk 12 tersangka pengedar di sejumlah wilayah di Jakarta dan Tangerang Selatan. Para tersangka itu berinisial H, F, S, RA, E, AY, HW, HP, I, RY, YP, dan TW.

"Total narkotika yang disita, sabu-sabu seberat 18.292 gram (18 kilogram), 4.132 butir ekstasi, dan bahan baku ekstasi seberat 1.119 gram. Ini ada seseorang yang mengendalikan. Dia punya agen yang mengedarkan narkotika itu," ujar Argo, Rabu (11/9/2019).

Dikatakan Argo, kelompok atau jaringan ini terorganisir, namun para tersangka pengedar tidak saling kenal. Mereka dikendalikan seseorang (Mr.X) yang saat ini masih dalam pengejaran.

"Mereka tidak saling kenal satu dengan lainnya. Jaringan terputus, tidak saling kenal. Mereka mengedarkan di Jakarta," ungkap Argo.

Argo menyampaikan, dari total barang yang disita, kurang lebih 78.418 jiwa terselamatkan dari bahaya narkoba. "Pengendalinya masih dalam pengejaran," katanya.

Sementara itu, Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Iqbal Simatupang mengatakan, tersangka menjual barang haram itu dengan cara dimasukkan ke dalam kemasan teh hijau, sehingga tidak dicurigai orang maupun petugas. Kemudian, tersangka juga menggunakan modus tempel yaitu, meletakan barang di suatu tempat yang sudah disepakati, termasuk uang pembelian sehingga antara pembeli dan pengedar tidak saling ketemu.

"Mereka ada berbagai macam cara transaksi, salah satunya modus tempel. Itu ada yang dibungkus teh hijau," katanya.

Para tersangka, dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan  paling lama 20 (dua puluh) tahun, serta denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com