Minta Damai hingga Panggil Polisi, Ini Tingkah Pelanggar Gage demi Lolos Tilang

Minta Damai hingga Panggil Polisi, Ini Tingkah Pelanggar Gage demi Lolos Tilang
Petugas Kepolisian Lalu Lintas, Sudinhub, bersama PKB & BBNKB Samsat di Kota Jakarta Utara melakukan penindakan terhadap pengemudi mobil yang melanggar aturan Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari Raya, Kecamatan Pademangan, Senin (9/9/2019) pagi. ( Foto: Suara Pembaruan / Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / FMB Senin, 9 September 2019 | 15:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Hari pertama pelaksanaan penegakan hukum perluasan ganjil genap di Jalan Gunung Sahari Raya depan WTC & Mangga Dua Square, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara banyak pengemudi mobil pribadi yang menggunakan berbagai cara untuk menghindari tilangan polisi pada Senin (9/9/2019).

Sebagaimana diketahui dari total 25 ruas jalan di ibu kota Jakarta yang diberlakukan perluasan aturan ganjil genap, ada satu ruas jalan di kota Jakarta Utara yang terkena peraturan ini, yakni dimulai dari Jalan Gunung Sahari Raya dekat perlintasan rel kereta api Maspion Plaza hingga simpang pertigaan Jalan Gunung Sahari dengan Jalan RE Martadinata sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer (km).

Menurut hasil pengamatan Beritasatu.com, di lokasi pada Senin (9/9/2019) pagi ada beragam modus yang digunakan oleh pengemudi mobil yang melanggar ganjil genap.

Ada pengemudi yang berupaya menelpon keluarga atau kerabatnya yang diakuinya sebagai anggota (TNI/Polri) maupun ASN dan memberikan telepon tersebut kepada anggota yang melakukan penilangan tetapi tetap ditindak oleh polisi dan petugas gabungan.

Ada pula pengemudi yang hendak mengajak mengobrol anggota ke salah satu sudut jalan seperti tengah hendak berdamai namun karena tengah diliput oleh awak media yang bersangkutan tetap ditilang.

Modus lainnya ada pengemudi mobil yang menunjukkan nomor plat merah yang ia bawa di dalam mobil dan belum terpasang karena tengah menggunakan plat hitam sehingga tidak terkena tilang.

Tak hanya pengemudi mobil yang dikenai sanksi tilang dalam aturan ganjil genap. Pengemudi sepeda motor yang tidak menggunakan helm dan menggunakan knalpot modifikasi yang mengeluarkan suara berisik juga ikut ditilang oleh polisi karena masih dalam rangka Operasi Patuh Jaya 2019.

Edi (70) warga RW03/07 Kelurahan Duri Kosambi, Jakarta Barat yang mengemudikan mobil minibus Kijang Innova plat B-1550-NKR mengaku lupa bahwa hari ini sudah mulai diterapkan aturan perluasan Ganjil Genap bagi kendaraan mobil pribadi.

"Iya Pak saya lupa dan sedang buru-buru ini mau ke rumah sakit Husada di Gunung Sahari. Nanti kalau sudah dari Rumah Sakit baru ngurus tilang," ujar Edi, Senin (9/9/2019) pagi kepada Beritasatu.com di Jalan Gunung Sahari Raya dekat TL Pos Polisi Bintang Mas Ancol.

Ia menyebutkan tidak mempermasalahkan jika kendaraannya ditilang polisi dan akan langsung membayar tilang sesuai prosedur yang sudah diarahkan ke polisi.

Rusandy Yuwono pengemudi Toyota Fortuner dengan plat B-1026-PJM menyebutkan dirinya juga lupa bahwa pada hari ini sudah ditetapkan perluasan ganjil genap.

"Iya mas saya sudah tua jadi ya agak lupa-lupa sedikit, tidak usah dibesar-besarkan lah yang penting saya tetap akan membayar tilang kok," kata Rusandy.

Sementara itu, Ubed (38) yang menggunakan minibus B-1572-CZF mengaku baru pertama kali melintas di Jalan Gunung Sahari sehingga dirinya tidak mengetahui bahwa di ruas jalan tersebut sudah diberlakukan peraturan perluasan ganjil genap.

"Iya Pak soalnya saya baru pertama kali ini melintas di sini. Ini dari kami dari kampung teluk naga (Banten) mau ke Kemag (Kementerian Agama). Ya lain kali kami lebih awas dengan aturan ganjil genap ini," ucap Ubed.

Sedangkan pengemudi mobil dengan plat B-1570-KIN, Monika Ikawati (49) mengaku dirinya juga baru mengetahui adanya aturan ganjil genap di ruas jalan tersebut.

"Maklum ya Pak saya jarang lihat berita di TV atau koran jadi tidak tahu ada aturan baru ini," kata Monika warga Bekasi tersebut. Ia juga ditegur oleh polisi pasalnya menggunakan strobo berwarna biru di bagian bawah grill lampu depan mobil pribadinya.

Tafinudin (50) pengemudi mobil box berplat hitam yang terjaring polisi juga mengaku pasrah jika harus dikenai tilang saat hendak mengantarkan kargo ke daerah Jakarta Pusat.

"Paling nanti laporan sama bos kalau tadi sempat ditilang. Ke depannya saya akan menggunakan rute alternatif menghindari jalan ini," kata Udin.

Sebanyak tiga pimpinan instansi memimpin giat penindakan aturan perluasan Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari Jakarta Utara pada hari pertama ini yakni Kasatlantas Wilayah Jakarta Utara, AKBP Agung Pitoyo, Kasudin Perhubungan Jakarta Utara Benhard Hutajulu, dan Kepala Pelayanan Unit PKB & BBNKB Samsat Jakarta Utara, Robert Lumban Tobing. Total ada 91 personel gabungan dari tiga instansi tersebut yang dikerahkan dalam operasi tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan