Antisipasi Kejahatan, Transportasi Daring Harus Perkuat Fitur Keamanan

Antisipasi Kejahatan, Transportasi Daring Harus Perkuat Fitur Keamanan
Ilustrasi pemesanan transportasi "online". ( Foto: Antara )
Unggul Wirawan / WIR Minggu, 8 September 2019 | 21:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Platform transportasi daring telah menjadi sangat populer dan menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari sistem transportasi di Indonesia. Berbagai modus kejahatan ternyata mengintai para pengguna dan pengemudi. Kini saatnya, transportasi daring memperkuat fitur keamanan.

Keselamatan dan kenyamanan tetap harus menjadi perhatian utama bagi seluruh pihak, terutama perusahaan pemberi jasa transportasi daring ini. Di balik itu, kejahatan dalam bentuk penipuan sampai dengan pencurian saldo uang digital, dan tindakan pelecehan seksual (baik secara digital dan fisik) seringkali dialami oleh pengguna saat menggunakan jasa transportasi daring.

Merasa terganggu dengan kondisi ini, Putri Bramantyo sebagai konsumen, berani angkat suara dengan harapan dapat mencegah kasus seperti ini terjadi lagi. Lewat petisi yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan, Putri meminta penertiban perusahaan transportasi daring yang belum memiliki fitur yang merahasiakan nomor ponsel pengguna.

Dalam petisinya di situs Change.org, Putri mendesak semua perusahaan transportasi online untuk menjaga kerahasiaan data pribadi penumpang dengan menerapkan teknologi yang menyembunyikan nomor telepon pengguna. Dukungan untuk petisi ini sudah hampir mencapai 500 orang pada Minggu (8/9).

Beberapa waktu yang lalu, terjadi beberapa kasus pelanggaran privasi dan penyalahgunaan nomor pribadi pengguna superapp - saat driver ojek online (ojol) menghubungi kembali setelah orderan selesai. Ada pula kasus pencurian saldo dengan mengatasnamakan perusahaan pemberi jasa yang membuat pengguna kehilangan seluruh saldonya. Tanpa pandang bulu, penipuan ini bisa menimpa siapa saja, bahkan level pejabat sekaligus.

"Namun demikian, tentunya keselamatan dan kenyamanan tetap harus menjadi perhatian utama baik bagi pengemudi dan pengguna dari jasa transportasi berbasis daring ini," komentar Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia Prof Drs. Adrianus Eliasta Meliala, M.Si., M.Sc, Ph.D, menyikapi fenomena keamanan transportasi daring.

Adrianus berpendapat sebetulnya menggunakan transportasi daring ini sudah amat aman karena pergerakan pengemudi maupun penggunanya sudah terdata didalam aplikasi. Hal itu berbeda ketika situasinya anonim, banyak hal yang bisa terjadi dan memicu situasi berbahaya.

Dijelaskannya dari pengalaman sebagai kriminolog ketika situasi anonim sudah di pecahkan dan orang sudah tidak lagi anonim atau sudah jelas jati dirinya serta menggunakan kepekaannya maka sudah bisa menekan angka kejahatan sampai 80 persen.

"Memang masih ada saja orang-orang nekat membuat ancaman keamanan namun kalau kita membicarakan kecenderungannya atau trendnya maka kejadian tindak kejahatan pada transportasi berbasis online sudah lumayan menurun. Harapan saya baik pengemudi dan pengguna transportasi daring ini bisa menggunakan kepekaannya sehingga tercipta rasa aman dan nyaman," kata Profesor Kriminologi, Adrianus Eliasta Meliala.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 118 Tahun 2018 Pasal 31B dan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 12 Tahun 2019 Pasal 17B, yaitu “Menjamin kerahasiaan dan keamanan data pengguna jasa”.

Fitur Keamanan

Saat ini, perkembangan teknologi dan inovasi yang telah dilakukan oleh semua perusahaan penyedia jasa transportasi daring di Indonesia. Beberapa fitur keamanan yang ditawarkan oleh jasa transportasi daring di Indonesia antara lain : Share my Ride yakni sebuah fitur keamanan bagi pengguna untuk memberikan informasi tentang perjalanannya sehingga orang terdekat pengguna bisa memonitor perjalanan secara real-time.

Ada pula, Masking Number yakni satu fitur keamanan yang menjaga informasi nomor telepon pengguna dan pengemudi sehingga mencegah terjadinya tindakan kejahatan pencurian uang digital ataupun kemungkinan tindakan menyimpang dimana penumpang menerima pesan / telepon yang tidak diharapkan dari pengemudi, maupun sebaliknya.
Sementara fitur Security camera (bagi kendaraan roda empat) merupakan satu fasilitas keamanan dimana pemberi jasa transportasi memasang kamera pengintai untuk dapat memonitor kegiatan dalam mobil untuk mencegah terjadinya kejahatan.

Fitur Panic / Emergency Button bahkan juga ditawarkan sebagai fitur keamanan bagi penumpang yang bisa diaktifkan, apabila pengemudi melakukan tindakan menyimpang.

Tak ketinggalan, ada pula fitur Verifikasi wajah bagi pengemudi yakni satu fitur yang sifatnya mencegah agar tidak terjadi jual-beli akun yang bisa menyebabkan kegiatan pemberi layanan transportasi daring dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, yang ternyata bukan mitra yang terdaftar di perusahaan pemberi jasa

Demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna dan pengemudi, seluruh perusahaan pemberi jasa transportasi daring diharapkan mampu memiliki fitur keamanan yang terintegrasi dan mengedepankan prinsip pencegahan sehingga mampu meminimalisasi terjadinya kasus-kasus penyimpangan dan kejahatan.

 



Sumber: Suara Pembaruan