Operasi Patuh Jaya, Polisi Bidik Pelanggar Lawan Arus

Operasi Patuh Jaya, Polisi Bidik Pelanggar Lawan Arus
Ilustrasi sepeda motor lawan arah ditilang polisi (Foto: TMC Polda Metro Jaya)
Bayu Marhaenjati / YUD Kamis, 29 Agustus 2019 | 11:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, menggelar Operasi Patuh Jaya, selama dua pekan ke depan, mulai hari ini hingga 11 September 2019 mendatang. Sasaran prioritasnya, pelanggaran lawan arus, kendaraan yang memasang sirene dan rotator, serta pengemudi di bawah umur.

"Kita menggelar Operasi Patuh jaya. Adapun pelaksanaan Operasi Patuh Jaya ini selama 14 hari. Terhitung mulai tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2019. Personel yang dilibatkan sejumah 2.389, termasuk di dalamnya rekan TNI dan Dishub," ujar Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (29/8/2019).

Dikatakan Wahyu, sasaran operasi yakni, melawan arus, berkendara di bawah pengaruh alkohol, menggunakan handphone saat mengemudi, tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), mengemudikan kendaraan tidak mengggunakan sabuk keselamatan, melebihi batas kecepatan, berkendara di bawah umur tidak memiliki SIM, mengendarai sepeda motor berboncengan tiga orang, kendaraan bermotor yang tidak memenuhi persyaratan laik jalan, kendaraan yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan yang standar, kendaraan yang tidak dilengkapi dengan STNK, dan kendaraan yang memasang rotator atau sirine yang bukan peruntukannya. Namun, ada tiga yang menjadi sasaran prioritas.

"Sasaran (prioritas) ada tiga, pengemudi yang melawan arus, pengemudi menggunakan rotator atau sirine, kemudian pengemudi di bawah umur," ungkap Wahyu.

Menurut Wahyu, Operasi Patuh Jaya digelar secara serempak di seluruh wilayah Polres. "Titiknya nanti Polres yang akan menentukan. Memang operasi ini bukan hanya untuk masyarakat sipil saja. Tapi secara keseluruhan rekan TNI-Polri," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusuf mengatakan, disamping penegakan hukum, operasi ini juga bersifat edukatif.

"Kita akan memberikan pembelajaran kepada masyarakat supaya patuh pada peraturan lalu lintas. Jadi tidak setiap kegiatan kita langsung tindak. Kalau bisa kita berikan pelajaran secara edukatif ya, kita berikan pembelajaran pada mereka. Sehingga ada tidakan preventif dan preemtif. Preventif kita lakukan imbauan," kata Yusuf.

Yusuf mengungkapkan, titik-titik operasi ditentukan masing-masing wilayah. Waktunya, bisa pagi, siang, sore, atau malam.

"Masing-masing Polres akan melaksanakan. Jadi di mana tempat-tempat yang dalam melaksanakan kegiatan tidak menimbulkan macet. Kalau Polda Metro Jaya sendiri di Manggala Wanabakti, kemudian di Benyamin Sueb, Kemayoran. 24 jam, bisa pagi, bisa sore, siang atau malam. Bergantung masing-masing Polres. Kalau Polda back up," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com