Polisi-BNN Saling "Pingpong" soal Andi Arief

Polisi-BNN Saling
Mantan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief, saat akan menjalani proses rehabilitasi di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta, Rabu 6 Maret 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao / SP/Joanito De Saojoao )
Farouk Arnaz / FMB Jumat, 8 Maret 2019 | 13:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo menegaskan penyelesaian kasus dugaan penyalahgunaan narkotika oleh politikus Partai Demokrat Andi Arief bukan lagi menjadi urusan Polri. Andi Arief direkomendasikan hanya perlu direhabilitasi tanpa perlu dipidana.

Demikian disampaikan Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jumat (8/3/2019). Segala hal terkait Andi menurutnya sudah menjadi urusan Badan Narkotika Nasional (BNN), khususnya direktur rehabilitasi.

“Untuk AA, domain yang bisa menjelaskan BNN khususnya direktur rehabilitasi karena saat ini untuk AA dalam proses rehab. Mengenai urutan rehab, di sana yang paling kompeten menjelaskan. Jadi kasusnya di polisi sudah selesai,” tegas Dedi.

Seperti diberitakan, dalam kasus ini BNN memang saling lempar dengan polisi. BNN sebelumnya menyatakan jika kasus yang berbau kontroversi sejak awal dan terkesan mencla-mencle itu (termasuk soal ada tidaknya keberadaan perempuan) dikembalikan lagi ke pundak polisi.

Kabag Humas BNN Kombes Sulistyo Pudjo saat dihubungi Beritasatu.com Kamis (7/3/2019), mengatakan jika sesuai prosedur yang berlaku BNN telah membuat rekomendasi Andi direhab ke RSKO Cibubur.

Soal kapan Andi harus direhab ke RSKO, Pudjo mempersilahkan untuk menanyakan ke Bareskrim yang menangkap. Intinya BNN telah membuat rekomendasi assessment medis, sementara yang mengantar, mengawasi, segalanya adalah dari penyidik Bareskrim, bukan berpindah ke BNN.



Sumber: BeritaSatu.com