Polisi Imbau Masyarakat Waspadai Dampak Game Online

Polisi Imbau Masyarakat Waspadai Dampak Game Online
Ilustrasi game online. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 7 Maret 2019 | 18:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aplikasi game online ternyata telah menelan korban yang merupakan seorang perempuan berinisial L, di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Argo Yuwono, menjelaskan, korban diperkosa oleh pelaku berinisial DS (21) pada 26 Januari 2019 sekitar pukul 19.00 WIB. Menurutnya, melalui aplikasi game online bernama Hago, pelaku DS berkenalan dengan korban. Kemudian, pelaku mengajak korban bertemu untuk jalan bersama.

"Lalu, pelaku mengajak korban ke rumah, dengan alasan mau diperkenalkan ke orang tuanya. Tersangka berkenalan lewat aplikasi game online Hago," tutur Argo, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (7/3/2019).

Namun, menurut Argo, korban ternyata tidak dibawa bertemu orang tuanya, tapi malah dibawa ke sebuah tempat untuk disekap dan diperkosa hingga berkali-kali.

"Akibatnya, korban mengalami luka memar di pipi dan bagian kemaluannya. Lalu, pada pelaku DS juga terdapat luka cakaran di dada dan pelipis, karena korban berusaha berontak," jelas Argo.

Argo mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan waspada menggunakan game online, mengingat peristiwa serupa tidak sekali atau dua kali terjadi, namun cukup sering. "Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati lagi ke depan," tandas Argo.

Tersangka DS dikenakan Pasal 333 KUHP tentang penyekapan atau perampasan kemerdekaan seseorang, dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun dan Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan, dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun.



Sumber: BeritaSatu.com