Cinta Segitiga di Balik Kasus Mayat dalam Plastik

Cinta Segitiga di Balik Kasus Mayat dalam Plastik
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Bayu Marhaenjati / HA Kamis, 7 Maret 2019 | 02:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang pria bernama Eljon Manik yang jasadnya dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam dan ditambatkan di kolong jembatan Kali Cibening RT 08 RW 03, Jalan Caman, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Motif pembunuhan, menurut polisi, karena cinta segitiga.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik menetapkan dua orang sebagai tersangka berinisial SJ alias Medy (54) dan WGS (28) seorang perempuan dalam kasus ini.

"SJ berperan menganiaya korban dengan menggunakan tabung gas hingga meninggal dunia. Sementara, WGS perannya melakukan pertolongan jahat menyembunyikan mayat," ujar Argo, Rabu (6/3/2019).

Dikatakan Argo, peristiwa pembunuhan sadis ini berawal ketika korban mendatangi rumah tersangka SJ, di Jalan Raya Caman Utara, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, sekitar pukul 06.25 WIB, Sabtu (2/3/2019) lalu.

"Korban datang dan mengetuk pintu. Pada saat itu, tersangka SJ sedang tiduran bersama saudari WGS," ungkapnya.

Argo menyampaikan, korban kemudian emosi dan memaki-maki tersangka dengan kata-kata kasar. Lalu, keduanya terlibat adu mulut.

"Tiba-tiba korban mengambil anak WGS dari dalam kamar dan hendak dibawa keluar. Namun, tersangka SJ mengadangnya," kata Argo.

Argo menambahkan, keduanya kemudian saling memperebutkan anak itu. Melihat hal tersebut, WGS berinisiatif menghampiri dan langsung mengambil anaknya.

Sejurus kemudian, tersangka SJ mengantam kepala kiri korban menggunakan tabung gas ukuran 3 kilogram hingga tersungkur. "Setelah itu, dia kembali memukul kepala korban sebanyak enam kali hingga meninggal dunia," jelasnya.

Menurut Argo, setelah tersangka SJ melakukan pembunuhan, WGS mengambil dompet korban yang berisi uang Rp 100.000, dan dua handphone merek Samsung dan Nokia. Selanjutnya, dompet korban dibakar dengan maksud untuk menghilangkan jejak.

Argo menambahkan, kemudian tersangka SJ mengambil tali tambang dan mengikat kaki korban. Selanjutnya, jenazah korban dimasukkan ke dalam karung beras dan kantong plastik warna hitam yang sudah disiapkan sebelumnya.

"Setelah membungkus jasad korban, kemudian tersangka membawanya ke bawah jembatan kecil Kali Cibening. Tersangka menggantungkan jasad itu di bawah jembatan dengan maksud agar tak diketahui orang lain," katanya.

Dua hari berselang, jasad korban ditemukan warga yang hendak memancing di lokasi. Setelah mendapatkan laporan, polisi bergerak cepat melakukan identifikasi dan memburu pelakunya. Tak membutuhkan waktu lama, penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Satreskrim Polres Metro Bekasi berhasil mengungkap dan menangkap tersangka SJ dan WGS, sekitar pukul 18.00 WIB, pada hari yang sama saat korban ditemukan.

Argo mengungkapkan, hasil pemeriksaan terhadap tersangka, motif atau latar belakang pembunuhan karena adanya cinta segitiga antara korban, tersangka SJ dan WGS.

"Tersangka SJ melakukan pembunuhan karena merasa dendam akibat ditikung korban. Karena diam-diam atau tanpa sepengetahuan pelaku, ternyata korban juga berpacaran dengan saudari WGS," jelasnya.

Selain menangkap pelaku, kata Argo, polisi juga menyita barang bukti pisau yang digunakan untuk memotong tali tambang, satu utas tali tambang, satu karung beras, tabung gas 3 kilogram, dua plastik sampah warna hitam, dan telepon genggam korban.

"Tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dan Pasal 351. Ancaman hukumannya pidana mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com