Polisi Dalami Motif Penganiayaan di Cisarua

Polisi Dalami Motif Penganiayaan di Cisarua
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Vento Saudale / FER Rabu, 6 Maret 2019 | 21:17 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Kapolsek Cisarua, Kompol Nur Ikhsani mengungkapkan, kronologi kasus ditemukannya sepasang pria dan wanita yang bersimbah darah di Kampung Citeko RT03, RW08, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Selasa (5/3/2019) malam.

Korban yang diketahui bernama Hendar (54) dan Nurhayati (48) mengalami luka sayatan dan bahkan sebilah pisau masih menancap di tubuh Hendar.

Ikhsani mengatakan sebelum ditemukan warga, diduga kedua korban itu tengah terlibat perkelahian. Mereka saat ini sudah mendapat perawatan di Rumah Sakit Paru Goenawan Padigdo (RSPG) Cisarua.

Salah seorang korban, kata Ikhsani, diduga dijanjikan uang sebesar Rp 2 juta dan kemudian mereka bertemu di sebuah villa di dekat lokasi kejadian.

"Singkat kejadian korban dijanjikan uang 2 juta untuk bertemu di vila kosong di Citeko. Tidak lama kemudian terjadi percekcokan, perkelahian, kejar-kejaran dan selanjutnya ada luka tusuk sayatan di masing-masing korban," ujar Ikhsani kepada Beritasatu.com, Rabu (6/3/2019).

Kemudian, kata Ikhsani, keduanya diamankan oleh warga dan dibawa ke RSPG Cisarua. "Sekilas dari sini mungkin ya mereka berdua diduga ada hubungan, karena sepertinya yang satu mau mengawinkan yang ini mau membantu, jadi ceritanya gitu dikasih Rp 2 juta itu untuk membantu perkawinan keluarganya," kata Ikhsani.

Menurut Ikhsani, pihak kepolisian tengah mendalami motif sebenarnya dari kasus tersebut melalui keterangan para saksi termasuk kedua korban.

"Motif sedang kita dalami. Keduanya masih dalam perawatan. Masih kita dalami nanti kalau dia (korban) udah bisa ditanya," tandas Ikhsani.



Sumber: BeritaSatu.com