Cara Sederhana ini Selamatkan Banyak Nyawa Pasien Kritis Covid-19
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Cara Sederhana ini Selamatkan Banyak Nyawa Pasien Kritis Covid-19

Rabu, 15 April 2020 | 01:45 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Pada Jumat (10/4/2020) lalu, Dr Mangala Narasimhan di rumah sakit Long Island, Amerika Serikat, menerima panggilan darurat dari ruang perawatan intensif (ICU). Seorang pasien Covid-19, pria berusia 40 tahun, berada dalam situasi kritis dan dokter jaga minta bantuannya untuk mengecek apakah pasien itu butuh peralatan penopang hidup.

Sebelum ke ICU, Narasimhan menyarankan dokter jaga ICU untuk memutar posisi badan pasien sehingga tengkurap, dan melihat hasilnya.

Narasimhan akhirnya tak perlu ke ICU. Saran dia itu ternyata membawa hasil.

Para dokter telah mempelajari bahwa menempatkan pasien infeksi virus corona dalam posisi tidur tengkurap bisa meningkatkan pasokan oksigen ke paru-paru mereka.

“Kami menyelamatkan banyak nyawa dengan cara ini, seratus persen,” kata Narasimhan, yang juga direktur regional Northwell Health, grup usaha yang memiliki 23 rumah sakit di New York.

"Ini tindakan yang begitu sederhana tetapi hasilnya luar biasa. Kami bisa melihat hasilnya pada setiap pasien."

Teknik membalik badan pasien ini kemudian diterapkan oleh para dokter lainnya.

"Begitu Anda melihat memang ada hasilnya, maka Anda akan melakukannya lagi, dan hasilnya bisa dilihat nyaris seketika," kata Dr Kathryn Hibbert, direktur medis ICU di Rumah Sakit Umum Massachusetts.

Membuka Jalur Paru-Paru
Pasien pengidap virus corona seringkali meninggal akibat sindrom pernapasan akut atau acute respiratory distress syndrome (ARDS). Sindrom ini juga menyerang pasien pneumonia atau influenza parah.

Tujuh tahun yang lalu, sejumlah dokter di Prancis menulis artikel di New England Journal of Medicine yang mengulas bahwa peluang kematian pasien ARDS yang harus memakai ventilator bisa berkurang jika mereka dibaringkan tengkurap di rumah sakit.

Sejak itu, para dokter di Amerika Serikat mempraktikkan cara tersebut dalam berbagai kadar berbeda.

Di tengah wabah virus corona sekarang, teknik itu makin banyak digunakan dan membawa hasil. Misalnya dalam kasus di rumah sakit di Long Island tersebut, tingkat saturasi oksigen atau kadar oksigen dalam darah si pasien meningkat signifikan dari 85% menjadi 98%.

Pasien yang menggunakan ventilator biasanya dibaringkan tengkurap selama sekitar 16 jam sehari, setelah itu telentang seperti biasa agar memudahkan tindakan dari dokter.

Menurut para pakar medis bidang perawatan pasien kritis, berbaring tengkurap bisa memudahkan masuknya oksigen ke paru-paru. Sebaliknya, saat berbaring telentang, bobot badan pasien akan menekan sejumlah bagian paru-paru.

"Dengan memposisikan mereka secara tengkurap, kami bisa membuka sejumlah bagian dalam paru-paru yang sebelumnya tak mau terbuka," kata Hibbert.

Baca juga: Gejala Covid-19? Lakukan Teknik ini untuk Cegah Pneumonia

Namun cara ini punya sedikit kelemahan. Pasien yang memakai alat bantu pernapasan butuh lebih banyak obat penenang jika mereka dibaringkan tengkurap. Artinya, mereka harus tinggal lebih lama di ruang ICU.

Di Rumah Sakit Umum Massachusetts, sepertiga dari pasien virus corona yang memakai ventilator diposisikan tengkurap, biasanya mereka yang paling parah kondisinya dan sangat butuh tambahan oksigen.

Rumah sakit tersebut bahkan memiliki “tim tengkurap” yang melibatkan sejumlah perawat dan mendatangi para pasien di luar ICU untuk membujuk mereka mengubah posisi tidur. Pasien yang tidak memakai obat penenang umumnya merasa tidak nyaman jika harus tengkurap selama 16 jam. Tim tersebut membujuk mereka untuk setidaknya tengkurap selama empat jam sehari, dibagi dalam dua sesi.

"Sebagian besar berminat mencobanya. Namun, berapa lama bisa bertahan itu berbeda dari satu orang ke orang yang lain, apakah mereka bisa nyaman dan tertidur dalam posisi itu, atau bosan lalu kembali telentang," kata Hibbert.

Sejumlah rumah sakit lainnya juga mempraktikkan cara itu untuk pasien Covid-19 yang tidak berada di ICU.

(Registered Nurse)

Artikel dokter Prancis yang diterbitkan pada 2013 itu hanya meneliti pasien yang memakai ventilator, jadi tidak sepenuhnya jelas apakah bisa berdampak positif juga bagi pasien yang tidak terlalu parah kondisinya.

Para peneliti di Rush University Medical Center, AS, saat ini sedang melakukan eksperimen untuk melihat apakah posisi tengkurap bermanfaat bagi pasien yang tidak terlalu parah dan tidak butuh ventilator untuk menggantikan paru-paru mereka, tetapi di sisi lain cukup gawat sehingga butuh pasokan dari tabung oksigen lewat selang hidung.

Dalam uji coba klinis, para pasien secara acak diminta untuk tengkurap atau telentang, kata David Vines, ketua jurusan ilmu cardiopulmonary di Rush University.

"Kami akan melihat apakah posisi tengkurap ini efektif, dan kalau memang demikian, berapa lama mereka harus dalam posisi itu," kata Vines.



Sumber:CNN


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Saat ini, Lara Keluarga Tim Medis Covid-19 Masih Membayangi

Beberapa jasad tim medis terpaksa ditunda pemakamannya dengan alasan masyarakat di sekitarnya khawatir tertular Covid-19.

KESEHATAN | 14 April 2020

Pakar Epidemiologi: Terapkan PSBB di Seluruh Indonesia

Pemerintah juga diminta mengubah pola edukasi pada masyarakat. Sebab, masyarakat saat ini tidak patuh karena masalah komunikasi yang sulit dipahami.

KESEHATAN | 14 April 2020

Tanpa Tes Massal, Covid-19 Bakal Telan Ratusan Ribu Korban pada Akhir Mei

Jika diintervensi, korban di Indonesia tidak mencapai ratusan ribu, tapi di bawah sekitar 100.000 saja.

KESEHATAN | 14 April 2020

Gugus Tugas Targetkan 78 Laboratorium Uji Covid-19

Untuk itu, Gugus Tugas menggandeng Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, Kementerian Riset dan Teknologi, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional.

KESEHATAN | 14 April 2020

Data ODP Resmi Dibuka, Gugus Tugas Minta Mereka Patuh Isolasi Diri

Gugus Tugas mengharapkan agar semua yang masuk kriteria ODP dapat mematuhi protokol kesehatan di antaranya dengan mengisolasi diri selama 14 hari.

KESEHATAN | 14 April 2020

Golongan Darah A Lebih Rentan terhadap Virus Corona

Sebuah penelitian melihat bahwa orang-orang dengan golongan darah A lebih rentan terpapar virus Corona baru.

KESEHATAN | 14 April 2020

Gugus Tugas Akan Berusaha Memproduksi APD Lokal Berkualitas

Pemerintah berupaya memproduksi alat pelindung diri lokal untuk tenaga medis yang menangani virus Covid-19.

NASIONAL | 14 April 2020

Berjuang Melawan Covid-19, 44 Tenaga Medis Tutup Usia

Terhitung sudah lebih dari 40 hari menangani pandemi Covid-19, sedikitnya ada 44 tenaga medis yang tutup usia terkena virus Covid-19.

KESEHATAN | 14 April 2020

Tanda Daya Tahan Tubuh Melemah

Waspada terhadap daya tahan tubuh yang melemah di tengah wabah virus Corona.

KESEHATAN | 14 April 2020

IAKMI: Kapasitas Pemeriksaan PCR untuk Covid-19 Segera Ditingkatkan

Dewan Pakar IAKMI Hermawan Saputra mendukung permintaan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan PCR.

KESEHATAN | 14 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS