Ini Lima Sasaran APBN 2020

Ini Lima Sasaran APBN 2020

Jumat, 16 Agustus 2019 | 15:52 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / HA

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo mengungkapkan sejumlah strategi kebijakan fiskal pada tahun 2020, yang diarahkan untuk ekspansif. Hal ini sejalan target defisit anggaran direncanakan sebesar 1,76% dari PDB atau sebesar Rp 307,2 triliun. Angka ini lebih rendah dari target defisit APBN 2019 yang ditargetkan pemerintah dalam asumsi makro 1,84%.

Dalam pidato Nota Keuangan APBN 2020 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019), Presiden mengatakan belanja negara tahun depan direncakan akan mencapai Rp 2.528,8 triliun atau sekitar 14,5% terhadap PDB, dengan pendapatan negara dan hibah sebesar Rp 2.221,5 triliun, serta belanja negara sebesar Rp 2.528,8 triliun.

“Kebijakan fiskal tahun 2020 bersifat ekspansif, terarah, dan terukur. Defisit anggaran pada tahun 2020 akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman dan dikelola secara hati-hati sehingga berkelanjutan,” ujar Presiden.

Strategi akan dilakukan melalui menjaga iklim investasi, meningkatan kualiats belanja hingga mencari sumber pembiayaan secara hati-hati. Hal ini sejalan dengan kebijakan RAPBN tahun 2020 dirancang ekspansif, namun tetap terarah dan terukur.

“Ini sebagai wujud dari komitmen pemerintah, untuk membuat APBN lebih fokus dalam mendukung kegiatan prioritas, dengan tetap menjaga risikonya berada dalam batas aman,” tuturnya,

Menurutnya fokus RAPBN diarahkan pada lima hal utama. Pertama untuk penguatan kualitas SDM untuk mewujudkan SDM yang sehat, cerdas, terampil, dan sejahtera.

“Kedua, akselerasi pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi. Ketiga, penguatan program perlindungan sosial untuk menjawab tantangan demografi dan antisipasi aging population,” tuturnya.

Keempat penguatan kualitas desentralisasi fiskal untuk mendorong kemandirian daerah. Terakhir terkait antisipasi ketidakpastian global, sehingga akan difokuskan pada kebijakan fiskal yang ekspansif yang terukur dan terarah.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

2020, Kemiskinan Ditargetkan Turun Jadi 8,5%- 9%

Pemerintah memprediksi pada tahun 2020 pengangguran turun ke tingkat 4,8 persen sampai 5,1 persen.

EKONOMI | 16 Agustus 2019

Anggaran Kesehatan 2020 Dua Kali Lipat dari 2015

Pemerintah juga terus memberikan perlindungan, khususnya bagi 40 persen lapisan masyarakat terbawah.

EKONOMI | 16 Agustus 2019

2020, Defisit APBN Diprediksi Rp 307 Triliun

Pendapatan negara dan hibah 2020 ditargetkan sebesar Rp 2.221,5 triliun, serta belanja negara sebesar Rp 2.528,8 triliun.

EKONOMI | 16 Agustus 2019

2020, Konsumsi dan Investasi Jadi Motor Pertumbuhan 5,3%

Pemerintah yakin investasi terus mengalir ke dalam negeri, karena persepsi positif atas Indonesia dan perbaikan iklim investasi.

EKONOMI | 16 Agustus 2019

Jokowi Sebut Perlu Lompatan Kebijakan Hadapi Persaingan Global

Setiap negara berebut investasi, teknologi, pasar, dan orang-orang pintar dengan talenta hebat.

EKONOMI | 16 Agustus 2019

Jokowi Diminta Tunjuk Orang Profesional Jadi Menaker

Jokowi harus pilih orang profesional jadi Menaker.

EKONOMI | 16 Agustus 2019

Bursa Asia Siang Ini di Zona Positif

Adapun indeks Hang Seng di Hong Kong naik 204,9 (0,80 persen) mencapai 25.700.

EKONOMI | 16 Agustus 2019

Siang Ini, Rupiah Kedua Terbaik di Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.288-Rp 14.267 per dolar AS.

EKONOMI | 16 Agustus 2019

Sesi Siang, IHSG Bertambah 21 Poin ke 6.278

Indeks LQ45 melemah 2,4 poin (0,26 persen) ke level 980,8.

EKONOMI | 16 Agustus 2019

Aneka Tips Tepat Memilih Investasi Properti

Beberapa tips yang harus diperhatikan sebelum Anda menanamkan uang untuk berinvestasi di sektor properti.

EKONOMI | 16 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS