INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Tiongkok, Bukan Rusia, yang Pertama Lakukan Vaksinasi Covid-19

Rabu, 23 September 2020 | 00:53 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - Tiongkok telah melakukan eksperimen dini vaksin virus corona di kelompok masyarakat paling berisiko, yang telah menerima suntikan akhir Juli lalu.

Dengan demikian, Tiongkok tiga pekan lebih cepat menggunakan vaksin secara massal daripada Rusia, yang mengklaim sebagai negara pertama yang melakukannya.

Kelompok pertama yang menerima vaksin di Tiongkok akhir Juli lalu adalah tenaga medis dan para karyawan BUMN di bawah protokol "penggunaan darurat".

Para pejabat di berbagai negara di dunia berdebat tentang kemungkinan memangkas protokol dalam pengembangan obat untuk bisa segera memasarkan vaksin dan obat virus corona di pasar. Banyak negara menyatakan di awal bahwa mereka tidak akan mengambil jalan pintas dalam pengembangan vaksin, tetapi pada praktiknya mereka makin dipaksa untuk memotong lintasan karena korban manusia dan dampak ekonomi wabah ini makin menggila.

Kantor presiden Amerika Serikat tampaknya mulai tidak sabar setelah kabar dari Beijing ini menyebar. Di Twitter, Presiden Donald Trump menuduh bahwa pengembangan vaksin Covid-19 di AS diperlambat oleh Badan Pengawas Makanan dan Obat (FDA) atau kalau tidak oleh “deep state”.

Deep state adalah teori tentang kolusi dan kroni kelompok orang berpengaruh di dalam sistem politik yang berusaha mengendalikan pemerintahan, atau pemerintahan tersembunyi di balik pemerintah sebenarnya yang sah dan dipilih rakyat.

Namun, Trump tidak menyebutkan bukti apa pun atas tuduhannya itu.

Proses standar untuk mendapatkan persetujuan penggunaan vaksin biasanya butuh waktu bertahun-tahun dan observasi terhadap pasien dalam jumlah besar untuk memastikan keamanan dan keefektifan vaksin tersebut.

AS dan Tiongkok sama-sama berjanji untuk memasarkan vaksin Covid-19 pada akhir tahun ini atau awal 2021 -- pemangkasan prosedur yang luar biasa dan membutuhkan investasi sangat besar agar vaksin itu bisa lolos uji keamanan.

Sekarang, Beijing dan Moskwa sudah menunjukkan mereka bisa lebih cepat dari jadwal yang sudah sangat dipercepat itu, dengan narasi patriotisme agar banyak warga negara bersedia menjadi subjek uji coba.

Zheng Zhongwei, yang mengepalai program pengembangan vaksin virus corona di Tiongkok, mengatakan “penggunaan darurat” vaksin Sinopharm dilakukan pada 22 Juli, dengan subjek pertama yaitu tenaga medis dan karyawan sejumlah BUMN. Sebetulnya, mereka bahkan bukan yang pertama. Sebulan sebelumnya tentara Tiongkok sudah disuntik vaksin eksperimental ini.

Zhongwei mengatakan subjek vaksin akan diperluas kepada semua pekerja di pasar pangan, sistem transportasi, dan industri jasa.

“Untuk mencegah penyebaran penyakit ini di musim gugur dan musim dingin, kami mempertimbangkan ekspansi secara moderat dalam program ini,” ujarnya.

“Tujuannya adalah membangun benteng imunutas pertama di kelompok-kelompok khusus dalam masyarakat,” jelas Zhongwei.

Pada Agutus, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan negaranya adalah yang pertama menyetujui vaksin virus corona. Demi menangkal kritik yang meragukan pengembangan vaksin secara fast-track tersebut, Putin mengatakan putrinya sendiri sudah disuntik vaksin itu.

Biasanya, proses penemuan obat atau vaksin tidak butuh testimoni dari para pejabat tinggi negara. Namun, hal ini terjadi berulang kali selama pandemi sekarang karena para pemimpin negara ingin menaikkan moral warganya sementara mereka tidak punya banyak sumber daya di tangan.

Di Tiongkok, kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan penyakit serta para pejabat tinggi lainnya mengatakan telah disuntik vaksin eksperimental. Di AS, Trump menggembar-gemborkan keandalan hydroxychloroquine sebagai obat Covid-19.

Yang masih belum jelas sekarang adalah kenapa Tiongkok menunggu hingga satu bulan sebelum mengumumkan pada Agustus lalu bahwa mereka telah melakukan vaksinasi massal. Bisa jadi itu merupakan tindakan berjaga-jaga, karena vaksinasi secara diam-diam akan mudah dihentikan jika para subjek mengalami efek samping membahayakan.

Tiongkok mengklaim bahwa hanya sedikit orang yang melaporkan efek samping serius setelah divaksinasi, dan tidak ada yang melaporkan demam tinggi. Namun, tidak dijelaskan berapa banyak sebetulnya orang yang telah divaksin.



Sumber:Washington Post


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pengkritik Presiden Xi Diganjar 18 Tahun dengan Pasal Korupsi

Mantan bos BUMN properti itu pernah menyindir Presiden Xi Jinping sebagai seorang “badut”.

DUNIA | 22 September 2020

Edward Snowden Bersedia Kembalikan $5 Juta ke AS

Namun, pemerintah AS akan kesulitan mencairkan dana Snowden kalau uang itu ditempatkan di luar AS.

DUNIA | 22 September 2020

Menlu: Unilateralisme Tidak Dapat Dibiarkan

Unilateralisme tidak dapat dibiarkan karena negara lemah akan semakin terpinggirkan.

DUNIA | 22 September 2020

Saat Kasus Infeksi Merebak, Menkes Cheska Mengundurkan Diri

Menteri Kesehatan Cheska, Adam Vojtech menyatakan pengunduran dirinya pada Senin (21/9).

DUNIA | 22 September 2020

Denda Pelanggaran Perbankan Kecil Dibandingkan Perputaran Uang Ilegal

Denda (untuk pelanggaran peraturan jasa keuangan) naik hingga US$ 40 miliar lebih sejak krisis keuangan (2008), tetapi efek jeranya dipertanyakan.

DUNIA | 22 September 2020

ByteDance Umumkan Rencana IPO untuk TikTok Global

ByteDance mengumumkan TikTok Global akan meluncurkan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).

DUNIA | 22 September 2020

Biden Kecam Politisasi Penggantian Hakim MA

Kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Demokrat, Joe Biden, mengecam politisasi pemilihan hakim mahkamah agung.

DUNIA | 22 September 2020

Emisi 1% Orang Terkaya Lebih Banyak dari 3,1 Miliar Orang Termiskin

Polusi karbon yang dihasilkan 1% orang terkaya di dunia lebih banyak dibandingkan polusi dari separuh penduduk termiskin yang berjumlah 3,1 miliar oran

DUNIA | 22 September 2020

India Buka Kembali Taj Mahal di Tengah Pandemi Covid-19

Taj Mahal kembali dibuka untuk pengunjung hari Senin (21/9) sebagai langkah normalisasi bisnis.

DUNIA | 22 September 2020

Berkantor di AS, TikTok Akan Dirikan TikTok Global

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut maka TikTok akan mendirikan perusahaan baru yang disebut TikTok Global.

DUNIA | 22 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS