INDEX

BISNIS-27 450.657 (-3.78)   |   COMPOSITE 5126.33 (-38.44)   |   DBX 964.304 (-2.08)   |   I-GRADE 140.573 (-1.07)   |   IDX30 429.149 (-3.24)   |   IDX80 113.629 (-0.58)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.82)   |   IDXG30 119.586 (-0.94)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.83)   |   IDXQ30 125.935 (-1.5)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.42)   |   IDXV30 106.718 (-0.12)   |   INFOBANK15 842.264 (-7.29)   |   Investor33 375.573 (-2.79)   |   ISSI 150.643 (-0.36)   |   JII 545.954 (0.09)   |   JII70 186.804 (-0.19)   |   KOMPAS100 1025.81 (-7.55)   |   LQ45 790.454 (-5.93)   |   MBX 1419.3 (-11.4)   |   MNC36 282.56 (-3.24)   |   PEFINDO25 281.129 (-2.01)   |   SMInfra18 242.071 (-0.42)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-2.07)   |  

Bocoran Dokumen FinCEN

Bank-bank Besar ini Diduga Loloskan Transfer Dana Kriminal

Senin, 21 September 2020 | 01:26 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Berita yang menghebohkan dunia muncul hari Minggu (20/9/2020) tentang bocoran dokumen super rahasia dari otoritas keuangan Amerika yang menyebutkan bahwa sejumlah bank ternama di dunia diduga telah meloloskan transfer dana milik para kriminal hingga miliaran dolar ke seluruh dunia.

Dokumen itu dimiliki oleh Jaringan Investigasi Tindak Pidana Keuangan Amerika Serikat atau US Financial Crimes Investigation Network, disingkat FinCEN.

Ada lebih dari 2.500 dokumen FinCEN yang bocor, sebagian besar merupakan dokumen yang dikirim perbankan ke otoritas Amerika itu antara 2000 dan 2017. Dokumen itu menyebut kecurigaan para bank terhadap perilaku nasabah mereka.

Untuk diketahui, jika ada kecurigaan soal transaksi perbankan dalam denominasi dolar AS maka bank bisa melapor ke FinCEN, bahkan meskipun transaksi itu terjadi di luar Amerika. Dokumen laporan itu bukan bukti kejahatan, hanya laporan kecurigaan atau kekhawatiran terkait transaksi dan klien mereka.

Dokumen itu dibocorkan seseorang ke situs Buzzfeed News dan kemudian dibagikan ke Konsorsium Wartawan Investigasi Internasional atau the International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ), dan 108 perusahaan pers di 88 negara.

Ratusan jurnalis terlibat untuk meneliti dokumen itu dan mengungkap sejumlah hal yang sebelumnya dirahasiakan bank. Lalu, apa saja yang terungkap dari bocoran dokumen tersebut?

Berikut rangkuman dari sejumlah dokumen yang telah dipublikasikan:

HSBC diduga membiarkan para pelaku penipuan mentransfer jutaan dolar uang curian ke seluruh dunia, bahkan setelah mereka diberi tahu oleh para penyidik Amerika kalau dana itu hasil kejahatan.

JP Morgan membolehkan sebuah perusahaan memindahkan dana lebih dari US$ 1 miliar melalui sebuah rekening di London tanpa mengetahui siapa pemilik rekening tersebut. Belakangan, bank tersebut menyadari bahwa perusahaan dimaksud ada kemungkinan dimiliki oleh seorang gembong mafia yang masuk daftar 10 besar buronan Biro Penyidik Federal Amerika atau FBI.

Ada bukti bahwa salah satu mitra terdekat Presiden Rusia Vladimir Putin memanfaatkan Barclays Bank di London untuk menghindari sanksi yang melarangnya bertransaksi di negara-negara Barat. Sebagian dari dana itu digunakan untuk membeli benda seni.

Bank sentral Uni Emirat Arab tidak memperingatkan sebuah perusahaan setempat yang membantu Iran menghindari sanksi internasional.

Deutsche Bank diduga memindahkan dana hasil tindak pencucian uang untuk kelompok kejahatan terorganisir, teroris, dan pengedar narkoba.

Standard Chartered mentransfer dana ke Arab Bank selama lebih dari satu dekade setelah rekening-rekening nasabah di bank Yordania itu diketahui dipakai untuk mendanai terorisme.



Sumber:BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Demonstran Antipemerintah Pasang Plakat "Thailand Milik Rakyat"

Pengunjuk rasa antipemerintah memasang plakat yang menyatakan Thailand "milik rakyat", sebagai bentuk perlawanan yang berani terhadap monarki.

DUNIA | 20 September 2020

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Iran Tembus 24.000

Jumlah kematian resmi akibat virus corona di Iran melonjak melampaui 24.000 pada Sabtu (19/9)

DUNIA | 20 September 2020

Tentara Lebanon Temukan 1,3 Ton Kembang Api di Pelabuhan Beirut

Tentara Lebanon menyatakan telah menemukan 1,3 ton kembang api saat pencarian di pelabuhan Beirut, yang hancur Agustus lalu.

DUNIA | 20 September 2020

Trump Dapat Medali Penghargaan dari Kosovo

Kosovo memberikan penghargaan tertinggi kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

DUNIA | 20 September 2020

Wapres Peringati Kedatangan Korea di Indonesia 100 Tahun Lalu

Wapres Ma'ruf Amin mengatakan warga Korea membantu Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan dan ada yang dimakamkan di TMP.

DUNIA | 20 September 2020

Uji Klinis Vaksin Covid-19 AstraZeneca di AS Masih Ditunda

Uji klinis vaksin Covid-19 AstraZeneca di AS masih ditunda menunggu penyelidikan FDA AS terhadap efek samping serius yang ditemukan pada partisipan.

DUNIA | 20 September 2020

Diminta Trump Investasi US$ 5 Miliar di Sektor Pendidikan, ByteDance Kaget

ByteDance berkomitmen berinvestasi di sektor pendidikan AS, tetapi mengaku baru pertama kali mendengar angka US$ 5 miliar yang dilontarkan Trump.

DUNIA | 20 September 2020

Ribuan Demonstran Lanjutkan Aksi Protes Reformasi Monarki Thailand

Ribuan demonstran melakukan aksi protes di Bangkok, Minggu (20/9/2020), menuntut reformasi terhadap kekuasaan kerajaan Thailand.

DUNIA | 20 September 2020

Tidak Jadi Diblokir, Tiktok Disetujui Trump Kerja Sama dengan Oracle

Presiden Donald Trump memberikan persetujuan prinsipal kepada Oracle dan Walmart untuk bekerja sama dengan ByteDance, induk dari TikTok.

DUNIA | 20 September 2020

Kementerian Perdagangan Tiongkok Keluarkan Daftar Hitam Perusahaan Asing

Kementerian Perdagangan Tiongkok akan melarang perusahaan-perusahaan yang dianggap tidak terpercaya untuk melakukan ekspor-impor dan berinvestasi di Tiongkok.

DUNIA | 19 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS