Supercepat, Rusia Siap Vaksinasi Massal Covid-19 Oktober
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Supercepat, Rusia Siap Vaksinasi Massal Covid-19 Oktober

Minggu, 2 Agustus 2020 | 02:42 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - Otoritas kesehatan di Rusia tengah mempersiapkan diri untuk mulai melakukan vaksinasi massal melawan virus corona bulan Oktober nanti.

Menteri Kesehatan Mikhail Murashko dikutip media setempat, Sabtu (1/8/2020), mengatakan kalangan dokter dan guru akan menjadi kelompok pertama yang mendapatkan vaksin ini.

Sumber-sumber di pemerintahan mengatakan bakal vaksin Covid-19 yang dikembangkan Rusia akan mendapat persetujuan dari pihak regulator bulan ini juga.

Namun, sejumlah pakar mempertanyakan jalur cepat yang diambil Rusia tersebut, ketika sejumlah negara maju masih dalam tahap uji klinis vaksin sekarang ini.

Hari sebelumnya, pakar penyakit infeksi Amerika Serikat Dr Anthony Fauci mengatakan sebaiknya Rusia dan Tiongkok “benar-benar melakukan pengujian terhadap vaksin mereka” sebelum disuntikkan massal ke masyarakat.

Menurutnya, AS baru akan memiliki vaksin yang “aman dan ampuh” paling cepat akhir tahun ini.

"Saya tidak percaya akan ada vaksin yang jauh mendahului kita, sehingga kita harus mengandalkan negara-negara lain untuk mendapatkan vaksin tersebut," ujar Dr Fauci dalam dengar pendapat dengan Kongres.

Saat ini, berbagai negara tengah mengembangkan bakal vaksin virus corona dan lebih dari 20 jenis vaksin sedang dalam tahap uji klinis.

Menkes Rusia Murashko, seperti dikutip Kantor Berita Interfax, mengatakan bahwa pusat riset Gamaleya di Moskwa telah menuntaskan serangkaian uji klinis dan sekarang tinggal urusan administrasi untuk pendaftaran vaksin tersebut.

"Kami merencanakan vaksinasi dalam skala yang lebih luas mulai Oktober," ujarnya.

Bulan lalu, para ilmuwan Rusia mengklaim bahwa tahap pengujian awal vaksin berbasis adenovirus yang dikembangkan oleh Gamaleya Institute sudah dituntaskan dan membawa “hasil sukses”.

Di lain pihak, Inggris, AS, dan Kanada menuduh adanya kelompok peretas Rusia yang menargetkan badan-badan pembuat vaksin yang saat ini tengah mengembangkan vaksin virus corona. Tujuannya adalah mencuri informasi.

Pusat Keamanan Siber Nasional (National Cyber Security Centre/NCSC) di Inggris mengatakan mereka yakin 95% bahwa kelompok peretas APT29 - yang juga dikenal sebagai The Dukes or Cozy Bear - adalah bagian dari badan intelijen Rusia.

Dubes Rusia untuk Inggris, Andrei Kelin, membantah tuduhan itu dan menyebutnya tidak masuk akal.

Oxford University di Inggris sudah menguji vaksin mereka dan hasilnya adalah munculnya sistem kekebalan responden, sehingga kemudian menjalin kerja sama dengan perusahaan farmasi AstraZeneca untuk memasuk 100 juta dosis vaksin tersebut di Inggris saja.



Sumber:BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Saingi Tesla, Xpeng Motors Dapat Suntikan Dana US$ 300 Juta

Xpeng Motors telah mengajukan rencana IPO di AS tetapi belum memutuskan akan mendaftar di indeks mana.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Dr Fauci: Sangat Menular, Kemungkinan Covid-19 Tidak Akan Menghilang

Dr Anthony Fauci mengatakan bahwa Covid-19 adalah penyakit yang sangat menular sehingga kemungkinan virus ini tidak akan pernah hilang.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Ronaldinho Segera Hirup Udara Bebas

Legenda sepakbola Brasil Ronaldinho de Assis Moreira bakal segera menghirup udara bebas setelah sempat ditahan selama empat bulan.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Hong Kong Tunda Pemilu Setahun

Pemilu legislatif Hong Kong akan ditunda setahun ke 5 September 2021 untuk menghindari penyebaran Covid-19.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Dianggap Ancaman Keamanan, Trump Larang TikTok di AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa dia akan melarang aplikasi video pendek TikTok beroperasi di AS.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Trump Bakal Larang TikTok di AS

Pemerintah Amerika Serikat mencurigai TikTok sebagai "kuda troya" yang digunakan Pemerintah Tiongkok untuk memata-matai AS.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Perempuan Pekerja Garmen di Bangladesh Ingin Nasib Lebih Baik

Bangladesh tercatat sebagai pemasok pakaian ke negara Barat yang terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok.

DUNIA | 1 Agustus 2020

CDC dan Pentagon yang Berwenang Mendistribusi Vaksin di AS

"CDC akan tetap bertugas melacak pihak mana pun, efek yang muncul pasca-vaksinasi dan beberapa komunikasi melalui hubungan negara."

DUNIA | 1 Agustus 2020

Istri Konjen AS di Chengdu Dikritik Warganet

Seorang warganet menyebut Tzu-I “munafik dan egois.” Ia mengatakan, “Bisakah kamu berpura-pura lebih munafik lagi? Tanyakan apa yang dilakukan AS lebih dulu.”

DUNIA | 1 Agustus 2020

Industri Sepeda Kewalahan Penuhi Permintaan

“Saya sedang mencari sepeda tertentu dan telah memberi diri saya satu bulan untuk membeli satu, tetapi itu tidak tersedia di mana saja,” katanya.

DUNIA | 1 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS