Panglima Militer Amerika Menyesal Temani Trump ke Alun-alun
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Panglima Militer Amerika Menyesal Temani Trump ke Alun-alun

Sabtu, 13 Juni 2020 | 01:20 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - Komandan Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Jenderal Mark Milley mengungkapkan penyesalannya karena telah menemani Presiden Donald Trump untuk melakukan inspeksi di Alun-alun Lafayette Square dekat Gedung Putih pekan kemarin, di tengah maraknya aksi protes.

Milley, yang jabatannya setara panglima militer, mengatakan keputusannya untuk ikut bergabung dalam rombongan presiden ketika itu adalah sebuah “kesalahan”. Pernyataan dia ini memperuncing ketegangan antara Gedung Putih dengan militer terkait penanganan aksi massa memprotes rasialisme baru-baru ini.

Milley menyampaikan pendapatnya itu dalam pidato melalui video kepada para lulusan Universitas Pertahanan Nasional hari Kamis (11/6/2020) lalu. Dia juga menasihati para perwira muda itu untuk “selalu peka terhadap situasi”.

“Sebagai pemimpin senior, semua yang Anda lakukan nanti akan diawasi secara ketat. Dan saya tidak kebal soal ini,” kata Milley.

“Seperti yang banyak dari Anda sudah menyaksikan sendiri, akibat dari foto saya di Alun-alun Lafayette pekan lalu. Hal itu memicu debat nasional tentang peran militer di dalam masyarakat sipil,” lanjutnya.

“Saya seharusnya tidak berada di sana. Kehadiran saya pada momen tersebut dan dalam situasi yang sedang berlangsung menimbulkan persepsi bahwa militer terlibat dalam urusan domestik.”

Dia menambahkan: “Sebagai seorang perwira berseragam, ini sebuah kesalahan yang menjadi pelajaran bagi saya, dan dengan tulus saya berharap kita semua bisa belajar darinya.”

Dari foto yang beredar Milley waktu itu hadir dengan mengenakan seragam tempur di tengah rombongan presiden sehingga menuai banyak kritikan.

Sebelum rombongan itu datang ke lokasi dengan berjalan kaki dari Gedung Putih, aparat keamanan “membersihkan” jalan dari para demonstran dengan aksi kekerasan dan tembakan gas air mata.

Dalam inspeksi tersebut, Trump sempat berfoto di depan Gereja St. John’s sambil memegang Alkitab.

Para pejabat Pentagon dan pensiunan militer banyak mengkritik cara Trump menangani aksi massa, yang dipicu oleh tewasnya pria kulit hitam George Floyd saat ditahan polisi di Minneapolis 25 Mei lalu.

Presiden Trump, dalam wawancara dengan Fox News hari berikutnya, mengatakan dia tidak mempermasalahkan sikap Milley tersebut.

"Saya menjalin hubungan baik dengan militer. Saya membangun kembali militer kita dan menggelontorkan dana US$ 2,5 triliun, tidak ada orang lain yang pernah melakukan itu," kata Trump.

Menurut dia, di era Presiden Barack Obama, militer AS menjadi "lelucon" dan pesawat-pesawat yang dimiliki sudah berusia 50-60 tahun.

"Peralatan yang mereka miliki sudah tua dan rusak, militer kita tidak punya amunisi," kata Trump. “Sekarang militer kita yang paling hebat sepanjang masa."



Sumber:Fox News


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kasus Covid-19 di Rusia Tembus Setengah Juta Orang

Total kasus positif virus corona (Covid-19) di Rusia pada Kamis (11/6/2020), menembus angka setengah juta orang.

DUNIA | 12 Juni 2020

Kasus Covid-19 di India Lampaui Spanyol dan Inggris

India mencatat total kasus infeksi virus corona (Covid-19) sebanyak 297.535 orang pada Kamis (11/6/2020), melampaui total kasus Covid-19 di Spanyol dan Inggris.

DUNIA | 12 Juni 2020

Bakal Vaksin Covid-19 Tiongkok Tunjukkan Kemajuan

Bakal vaksin untuk Covid-19 yang sedang dikembangkan oleh peneliti Tiongkok telah menunjukkan kemajuan karena adanya harapan saat diuji coba kepada binatang.

DUNIA | 12 Juni 2020

Bersiap Kampanye, Trump Rekrut Tim Sukses 2016

Kandidat petahana Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, merekrut kembali beberapa tokoh yang menjadi tim suksesnya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2016

DUNIA | 12 Juni 2020

Tiongkok dan Rusia Sebar Informasi Sesat Covid-19

Tiongkok dan Rusia sengaja menyebarkan konten informasi yang salah dan sesat soal Covid-19 saat pandemi berlangsung.

DUNIA | 12 Juni 2020

Trump Tolak Usul Demonstran Antirasis

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak usulan demonstran antirasis.

DUNIA | 12 Juni 2020

Tiga Hari Buka Lockdown, Kasus Covid-19 di India Bertambah 31.000 Orang

Dalam tiga hari pascadicabutnya lockdown, kasus baru Covid-19 di India bertambah hingga 31.000 orang.

DUNIA | 11 Juni 2020

Spanyol Wajibkan Pemakaian Masker Sampai Vaksin Covid-19 Ditemukan

Otoritas Spanyol mewajibkan pemakaian masker sampai ditemukannya vaksin Covid-19 dengan ancaman denda maksimal 100 euro bagi warga yang melanggar.

DUNIA | 11 Juni 2020

Survei Terbaru, Elektabilitas Trump Turun 13,2%

Survei terbaru menunjukan peringkat persetujuan terhadap petahana presiden Donald Trump untuk Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2020 turun 13,2%.

DUNIA | 11 Juni 2020

Kasus Covid-19 di Amerika Tembus 2 Juta

Di Amerika, hanya dalam waktu 43 hari sudah bertambah 1 juta kasus lagi.

DUNIA | 11 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS