Corona Diprediksi Akan Tewaskan Hingga 200.000 Warga Amerika
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Corona Diprediksi Akan Tewaskan Hingga 200.000 Warga Amerika

Rabu, 1 April 2020 | 08:23 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / Heru Andriyanto

Beritasatu.com – Satuan tugas penanganan wabah virus corona Amerika Serikat menyampaikan prediksi yang dibuat para pakar bahwa korban jiwa akibat wabah tersebut akan mencapai angka 100.000 hingga 200.000.

Dalam jumpa pers yang dihadiri Presiden Donald Trump di Gedung Putih, Selasa (31/3/2020) malam waktu setempat atau Senin pagi WIB, satgas Covid-19 mengatakan prediksi itu dibuat berdasarkan asumsi bahwa warga mematuhi protokol kesehatan, salah satunya untuk tetap menjaga jarak dengan yang lain.

Jika protokol itu dipatuhi, angka kematian bisa “ditekan” ke kisaran 100.000 hingga 200.000, yang juga “masih sangat besar angkanya,” kata Dr Deborah Birx, koordinator Satgas Covid-19 Gedung Putih.

Birx merujuk pada tingkat kasus di Washington dan California yang jauh lebih rendah dibandingkan New York, artinya bahwa jumlah kasus bisa ditekan jika warga betul-betul patuh.

"Saya tahu ini permintaan yang sulit," ujarnya.

"Saya tahu sangat sulit untuk mematuhi panduan, namun lebih sulit lagi bagi para tentara yang berada di garis depan,” kata Birx, merujuk pada para petugas kesehatan Amerika yang kewalahan menangani banyaknya pasien Covid-19, nama resmi penyakit menular ini.

"Tidak ada vaksin atau terapi ajaib [penangkal virus corona]. Ini cuma soal perilaku – setiap tindakan kita bisa membawa perubahan pada tingkatan pandemik ini dalam 30 hari ke depan."

Dr Anthony Fauci, pakar Amerika di bidang penyakit menular, mengatakan bahwa satgas Covid-19 akan melakukan yang terbaik agar bisa menekan jumlah kematian jauh di bawah prediksi tersebut.

"Angka itu memang membuat sedih, tetapi kita harus siap menghadapinya. Apakah benar bakal sebanyak itu? Saya harap tidak, dan makin keras kita melakukan upaya-upaya mitigasi, makin besar peluang angka itu bisa lebih kecil,” kata Fauci dalam jumpa pers yang sama.

"Namun secara realistis, kita perlu mempersiapkan diri. Ini akan sulit, tidak ada yang bisa membantah bahwa kita tengah memasuki era yang sangat sulit sekarang ini," kata Fauzi.

Upaya-upaya mencegah penularan virus ini akan diterapkan hingga 30 hari ke depan dan berlaku untuk semua warga Amerika, ujarnya.

Menurut Fauci, jatuhnya korban jiwa bisa berlanjut hingga Juni, meskipun nantinya laju penyebaran virus ini akan menurun drastis.

Angka korban minimal 100.000 itu pun sudah didasarkan pada sejumlah upaya mitigasi yang telah diberlakukan, kata Fauci, pria yang menjadi pusat rujukan di AS sejak pandemik virus corona ini terjadi.

Koordinator Satgas Covid-19 Gedung Putih, Deborah Birx (kiri), dan Direktur Institut Nasional Bidang Alergi dan Penyakit Menular Anthony Fauci. (AFP)

Bisa Jutaan Korban
Sementara itu, Presiden Trump mengatakan bahwa tanpa upaya-upaya mitigasi, korban jiwa di Amerika bisa mencapai 1,5 juta orang.

“Pertanyaannya, ‘apa yang akan terjadi seandainya kita tidak melakukan apa-apa, dan memutuskan kita jalani saja?’,” ujar Trump.

“Itu tidak boleh kita lakukan karena menurut simulasi jika tidak ada upaya mitigasi sama sekali jumlah [korban jiwa] akan mencapai 1,5 juta hingga 2,2 juta, atau malah lebih," kata Trump.

Presiden melanjutkan bahwa prediksi itu memilukan, terutama angka 100.000 yang disebut sebagai "angka minimal".

"Seratus ribu, menurut simulasi, adalah angka yang sangat rendah,” kata Trump.

Dia juga mengatakan banyak orang bertanya kalau Covid-19 setara dengan flu, "dan saya juga bertanya hal yang sama ".

"Namun, ini bukan flu, ini sesuatu yang jahat," tandasnya.

Ironisnya, Trump sendiri pernah menyampaikan pendapat serupa. Presiden pernah menyebut bahwa Covid-19 akan segera berlalu seperti flu musiman. Pada 24 Maret, dalam wawancara dengan Fox News dia mengatakan "Kita tidak pernah menutup negara ini hanya gara-gara flu.”



Sumber: BBC


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pertama Kalinya, 700 Tewas dalam Sehari Akibat Corona di AS

Jumlah itu sama dengan kematian setiap dua menit.

DUNIA | 1 April 2020

Ini Daftar Negara yang Belum Ada Laporan Kasus Corona

Ada tiga negara Asia yang mengklaim bebas corona. Apa saja?

DUNIA | 1 April 2020

Lampaui Tiongkok, Kematian Akibat Corona di AS Tembus 3.807 Orang

Kematian di AS tiga besar tertinggi di dunia di belakang Italia 12.428 kematian dan Spanyol 8.464 orang meninggal.

DUNIA | 1 April 2020

499 Pasien Corona Tewas dalam Sehari, Prancis Masuk “Klub 3.000”

Angka kematian di Prancis hanya menghitung mereka yang di rumah sakit, sehingga jumlah sebenarnya diperkirakan lebih tinggi.

DUNIA | 1 April 2020

Kapal Induk Amerika Terjangkit Wabah Corona dan Menyebar Cepat

Menurut kapten kapal, wabah ini tidak terbendung dan penularannya “masih berlangsung dan makin cepat”.

DUNIA | 1 April 2020

Cegah Sebaran Virus Corona, Menko PMK Harap WNI Tak Pulang ke Indonesia

Menko PMK Muhadjir Effendy mengharapkan WNI tidak pulang ke Indonesia untuk mencegah risiko adanya imported case virus corona baru di Indonesia.

DUNIA | 31 Maret 2020

WHO Siapkan Aplikasi Seputar Covid-19 untuk Android dan IOS

WHO MyHealth akan menghadirkan notifikasi peringatan khusus.

NASIONAL | 31 Maret 2020

Pentagon Konfirmasi Tentara AS Tewas Karena Corona

Anggota The New Jersey Army National Guardsman ini dirawat di rumah sakit pada 21 Maret dan meninggal seminggu kemudian pada Sabtu (28/3/2020) karena corona.

DUNIA | 31 Maret 2020

RS Darurat Beroperasi di Lapangan Central Park New York

Sementara kerumunan orang tampak saat menyaksikan kapal rumah sakit milik TNI AL AS, USNS Comfort berlabuh di pelabuhan di New York.

DUNIA | 31 Maret 2020

11.000 Tewas di Italia karena Corona, PM Conte: Kita Sudah Dekati Puncak

Namun kekhawatiran muncul karena di bagian selatan Italia ada lonjakan kasus dalam beberapa hari.

DUNIA | 31 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS