INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Gempa Bumi dan Covid-19, Ini Suka Duka Usaha di Palu

Minggu, 12 Juli 2020 | 09:11 WIB
Oleh : HS

Palu, Beritasatu.com - Belum berakhir rasa lelah Adi Pitoyo, setelah membangun kembali tempat usaha batiknya yang porak-poranda karena gempa 28 September 2018, kini dia berhadapan dengan lesunya pasar akibat Covid-19.
Tekad dan semangat baru yang dia tanamkan untuk membangun kembali usahanya agar bisa normal lagi seperti dulu, kembali tertekan setelah Covid-19 mewabah, termasuk di Kota Palu.

Kondisi ini memaksa pengusaha batik motif Bomba (motif tenun khas lokal) itu, memutar otak agar ekonomi keluarganya tetap lancar, dan usaha yang ia rintis sejak 10 tahun lalu tetap bisa bertahan di tengah badai corona.
Adi Pitoyo mengaku bingung dengan berbagai informasi tekait Covid-19 yang tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir.

"Saya harus ambil tindakan segera dengan melihat peluang bisnis baru yang lebih menjanjikan. Batik tetap saja berjalan apa adanya," katanya, menanggapi lesunya bisnis batik di Kota Palu.

Sebelum gempa menerjang Kota Palu, dalam sehari biasanya ia mengumpulkan omzet Rp 15 juta hingga Rp 20 juta. Bahkan, jika ada kegiatan berskala nasional di Kota Palu ia bisa meraup omzet hingga mencapai Rp 30 juta per hari.
Namun setelah gempa, ia menutup usahanya hampir setahun. Selain karena tempat usaha yang rusak, pangsa pasar juga hancur. Ia bersama istrinya Siti Huzaemah baru saja menata kembali usahanya dalam beberapa bulan terakhir.
Tanda-tanda membaiknya usaha itu pun mulai terlihat, tapi Covid-19 datang dan mewabah. Pasar lesu, bahkan sama sekali tidak ada pesanan. "Sudah untung kalau sehari itu ada yang beli satu," katanya.

Kondisi terpuruk di bidang bisnis yang sama juga dialami Imam Basuki. Pengusaha batik dan kain tenun Donggala yang tinggal di kawasan UMKM batik dan tenun Jalan Mangga, Palu Barat, itu merasa sangat terpukul setelah di kawasan itu menjadi zona merah Covid-19 setelah ditemukannya satu warga positif corona.

Kondisi itu tidak saja menghajar pengusaha batik dan tenun Donggala di kawasan UMKM itu, tapi juga ikut memukul para perajin tenun di sentra-sentra tenun di Palu dan Donggala. Imam bersama pengusaha yang lainnya terpaksa menghentikan sementara pasokan tenun dari sentra-sentara tenun karena permintaan pasar lesu. Mereka tidak berdaya mendobrak pasar karena putusnya jalur transportasi udara ke Kota Palu.

Sementara pasar potensial batik dan tenun Donggala ada di tangan para tamu yang datang ke Palu karena menjadikan kain batik khas Palu dan Donggala itu sebagai oleh-oleh khas lokal.
"Kemarin saya datang menagih di beberapa outlet yang barangnya sudah saya pasok sejak tiga bulan lalu, hasilnya hanya Rp 2 juta. Saya mau pasok lagi, mereka menolak. Belum berani terima barang dalam kondisi seperti ini," kata Imam.

Tagihan

Dia mengaku, meski sudah masuk masa normal baru Covid-19, tetapi pasar belum bisa normal. Jika pun ada penjualan, untungnya hanya bisa untuk biaya sehari-hari. Sudah pasar lesu dan omzet yang hancur, tagihan dari bank juga masih tetap berjalan.
Menurut Imam, beberapa temannya dari anggota Asosiasi Tenun Donggala mengeluh karena bank terus saja datang menagih, seperti tidak memahami jika usaha mereka sedang terkapar. Mereka sudah berusaha mengajukan keringanan, tetapi beberapa bank beralasan mereka sudah pernah mendapat keringanan sebagai dampak dari bencana gempa 28 September 2018.

"Kami tidak butuh tambahan modal karena kami tidak bisa produksi banyak karena masalahnya sekarang ada pada pasar yang lesu. Kami hanya butuh keringanan pembayaran utang," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu Syamsul Syaifudin mengakui akibat Covid-19 hampir semua pelaku usaha di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah itu terdampak.

Meskipun demikian, kata Syamsul, masih ada sebagian usaha tetap eksis, bahkan mampu melakukan ekspansi pasar sampai ke luar daerah di tengah pandemi corona, salah satunya tepung terigu 'Kribo' khas Palu.
Produk hasil olahan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di Kota Palu itu justru menyasar pasar hingga ke Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi Selatan.

Kartika, pemilik usaha tepung terigu Kribo, mengatakan saat ini dirinya memenuhi pasar Makassar 3,5 ton setiap pekannya. Di tengah COVID-19, Kartika hanya mengandalkan penjualan secara daring hingga akhirnya ia tidak menyangka permintaan sampai ke Sumatera dan Kalimantan.
"Saya sekarang kendala biaya pengiriman. Ongkos kirim terlalu mahal, sehingga kami belum bisa penuhi permintaan dari Sumatera," katanya.

Usaha mandiri yang dibangun Kartika terbilang masih sangat muda. Ia baru memulai usaha tersebut Maret 2018, namun sempat terhenti karena bencana gempa, tsunami dan likuefaksi melanda Kota Palu pada 28 September 2018.
Menghadapi guncangan itu, ia tidak patah semangat. Ia terus berusaha bangkit dengan dukungan suami yang bekerja sebagai pebisnis ayam potong di Kota Palu.

Kartika yang sebelumnya ditunjuk sebagai tim pendamping UMKM di Kota Palu oleh pemerintah kota setempat, akhirnya memilih mandiri setelah tugas pendampingannya berakhir. Ia konsentrasi membangun usahanya yang kini telah mempekerjakan 16 karyawan itu. Dia menciptakan tepung terigu kemasan tersebut terdiri dari beberapa varian untuk menjadikan adonan gorengan menjadi segar dan kering (crispy).
Untuk varian premium, kata Kartika, daya segar dan kering bertahan 20 sampai 24 jam.

"Kalau digunakan menggoreng malam ini, sampai besok malam masih tetap segar dan kering. Itu keunggulan produk kami," katanya.

Untuk varian biasa, daya tahan segar dan kering lima sampai enam jam. Selain daya tahan keringnya yang lama, tepung kemasan Kribo ini juga memiliki sejumlah varian rasa, seperti keju, manis dan pedas.
"Biasanya orang Palu sukanya yang pedas, sehingga kalau dipakai menggoreng pisang itu rasanya pedas," katanya.
Kartika berharap tepung Kribonya tersebut bisa menembus pasar seluruh Indonesia, seperti halnya produk tepung lainnya yang telah lama menguasai pasar.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Basarnas Hentikan Pencarian Korban Kapal Tenggelam di NTT

Karakteristik lokasi yang menjadi pertemuan dua arus menyulitkan tim karena daya sebaran objek di atas permukaan air sangat luas.

NASIONAL | 12 Juli 2020

Waspadai Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia

Di Banten, potensi gelombang tinggi terjadi di Selat Sunda bagian Selatan, perairan selatan Banten dan Samudra Hindia selatan Banten.

NASIONAL | 12 Juli 2020

Puluhan Kios di Pasar Kebun Raya Cibodas Cianjur Terbakar

28 kios di tempat wisata itu mayoritas milik pedagang makanan dan pakai.

NASIONAL | 12 Juli 2020

Bengkulu Selatan Diguncang Gempa 4,7 Magnitudo

Pusat gempa berada di laut 43 km barat daya Bengkulu Selatan.

NASIONAL | 12 Juli 2020

Kemdikbud Rilis Sertifikasi Kompetensi dan Profesi bagi SDM Vokasi

Program ini harus bisa mendukung link and match yang levelnya sampai pernikahan antara perguruan tinggi vokasi dan industri.

NASIONAL | 12 Juli 2020

Soal RUU HIP, Pakar Hukum: Utamakan Unjuk Pikir daripada Unjuk Rasa

Mengenai respon terhadap RUU HIP, Suparji Ahmad menganggap unjuk pikir lebih diperlukan untuk menjaga kondusifitas sosial di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 11 Juli 2020

PBNU: DPR Tak Perlu Khawatir jika RUU HIP Dibatalkan

Menurut PBNU, DPR tidak perlu khawatir jika membatalkan RUU HIP karena pembatalan tersebut merupakan keinginan masyarakat.

NASIONAL | 11 Juli 2020

Menkes Serahkan Penghargaan dan Santunan pada Pahlawan Kesehatan

Menkes mengucapkan belasungkawa atas gugurnya para petugas kesehatan.

NASIONAL | 11 Juli 2020

Tiga Hari, Recovery Rate Jatim Tertinggi Secara Nasional

Angka kesembuhan dari Covid-19 di Jatim meningkat.

NASIONAL | 11 Juli 2020

MUI Gelar Rakornas Pembinaan Seni Budaya Islam

Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam (KPSBI) MUI menyelenggarakan rapat koordinasi.

NASIONAL | 11 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS