Atasi Pandemi, Indonesia Bisa Belajar dari Regionalisasi Jerman
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Atasi Pandemi, Indonesia Bisa Belajar dari Regionalisasi Jerman

Rabu, 3 Juni 2020 | 08:13 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com-Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federasi Jerman, Arif Havas Oegroseno saat sesi diskusi virtual, Selasa (2/6/2020), menyebut Indonesia dan negara lain dapat belajar dari cara Pemerintah Jerman mengendalikan penyebaran virus corona.

"Indonesia, dan negara lain, dapat mencontoh, cara Pemerintah Jerman mengendalikan wabah, yang saya temukan pertama, kesiapan infrastruktur sistem kesehatan. Jerman merupakan salah satu negara di Eropa yang memiliki tempat tidur untuk layanan perawatan intensif terbanyak," kata Arif Havas.

Tidak hanya itu, Jerman juga jadi salah satu negara dengan jumlah rumah sakit dan alat bantu pernapasan terbanyak di Eropa. Setidaknya ada sekitar 28.000 kasur yang tersedia di unit layanan intensif di Jerman dan otoritas setempat menambah sampai 40.000 tempat tidur selama pandemi Covid-19.

Sementara itu, jumlah rumah sakit di Jerman mencapai hampir 1.400 unit. Banyaknya jumlah rumah sakit sempat memicu kritik dari beberapa pihak karena banyak ruang kosong, kata Havas.

Namun, adanya pandemi membuat kondisi itu jadi faktor yang menguntungkan bagi Jerman untuk cepat merawat pasien Covid-19 dan menekan angka kematian. "Pembangunan infrastruktur kesehatan yang dilakukan Jerman itu sesuatu yang sebaiknya ditiru banyak negara, termasuk kita di Indonesia," ujar dia.

Tidak hanya itu, Arif Havas berpendapat Pemerintah Jerman cukup tanggap mengendalikan penyebaran virus sehingga dampak wabah dapat cepat terkendali. "Faktor yang juga penting ada di tingkat kebijakan. Kasus pertama di Jerman ditemukan pada 27 Januari dan tidak lama kemudian tim pengendali virus corona pun langsung dibuat," terang dia.

Pemerintah Jerman juga mengadakan pertemuan rutin antara kanselir dan pimpinan negara bagian satu kali tiap dua minggu. Adanya pertemuan berkala memungkinkan tiap pimpinan negara bagian menyampaikan perkembangan situasi penyebaran wabah sehingga masing-masing pihak mengetahui seberapa ketat pembatasan yang harus diterapkan guna mengurangi risiko penularan.

"Struktur pemerintahan di Jerman itu negara federal, salah satu hal yang penting untuk dipelajari lebih lanjut. Indonesia memang bukan negara federal, tetapi regionalisasi di sini sangat kuat," jelas dia.

Dalam sesi diskusi yang sama, Duta Besar Republik Federasi Jerman untuk Indonesia Peter Schoof, menambahkan pemeriksaan Covid-19 secara massal juga jadi faktor penting yang menghambat penyebaran virus.

Menurut dia, hasil pemeriksaan akan jadi data bagi pembuat kebijakan guna menentukan seberapa longgar pembatasan yang akan diberlakukan. Tidak hanya itu, hasil tes Covid-19 juga jadi acuan bagi pemerintah untuk bertindak cepat jika kasus baru ditemukan.

Pemerintah Jerman menggelar pemeriksaan Covid-19 lewat antibodi (rapid test) secara menyeluruh sejak April. Setidaknya, 120.000 tes dilakukan setiap hari di Jerman, negara dengan populasi sekitar 83 juta jiwa. Data Robert Koch Institute menunjukkan per 27 Mei 2020, jumlah warga yang telah menjalani pemeriksaan Covid-19 mencapai kurang lebih 3,9 juta jiwa.

Otoritas Jerman memberlakukan semi-karantina pada pertengahan Maret dan berakhir pada akhir Mei. Saat ini, beberapa pimpinan negara bagian telah mencabut sejumlah aturan pembatasan, tetapi mereka tetap mewaspadai adanya kasus penularan baru.

Schoof menjelaskan jika jumlah kasus positif Covid-19 baru melampaui angka 50 di wilayah dengan populasi 400.000 jiwa, maka aturan pembatasan akan diberlakukan kembali di daerah tersebut.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tidak Ada Penilangan Terhadap SIM Habis Pada 17 Maret-29 Mei

Menghindari penumpukan masyarakat yang hendak mengurus perpanjangan SIM.

NASIONAL | 3 Juni 2020

DPR: Penetapan Normal Baru Bergantung Upaya Daerah Tangani Covid-19

Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily, mengemukakan rencana implementasi kebijakan normal baru (new normal) mempertimbangkan berbagai hal.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Pasien Sembuh Covid-19 di Jatim Bertambah 100 Orang

Penambahan 100 orang pasien Covid-19 yang berhasil sembuh membuat total pasien yang sembuh dari virus corona di Jawa Timur mencapai 799 orang.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Tak Ada Penerapan Herd Immunity di Masa Pandemi

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional secara tegas meluruskan bahwa tidak ada rencana untuk menerapkan konsep "herd immunity".

NASIONAL | 2 Juni 2020

Mendes Imbau Pertides Dampingi Desa Susun Rencana Pembangunan

Menurut Mendes PDTT, pendampingan oleh Pertides ini dibutuhkan lantaran banyak masyarakat desa yang belum memahami persoalan di desanya.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Tekan Kasus Covid-19, Pemprov Bengkulu Gencarkan Sosialisasi Penggunaan Masker

Pemprov Bengkul gencar sosialisasi pemakaian masker.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Doni Monardo Imbau 654 Pasien Covid-19 Sembuh di Jatim Donorkan Plasmanya

Plasma darah diambil melalui sebuah metode plasma convalescent.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Polda Banten Gencar Lakukan Pengecekan Persiapan Normal Baru

Polda Banten terus melakukan pengecekan untuk panerapan new normal.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Kabupaten Pidie Siap dalam Penanggulangan Perubahan Iklim

Kesiapan itu, mulai kepemimpinan daerah, regulasi, penggunaan dana desa untuk lingkungan hidup, dan juga masyarakatnya yang semakin tinggi kesadarannya.

NASIONAL | 2 Juni 2020

Pengamat: Pelaku Serangan Polsek Daha Selatan ISIS Terlatih

Serangan terorisme kembali terjadi di Indonesia.

NASIONAL | 2 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS