INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Pemprov Babel-DPP LDII Kembangkan Kelapa Kopyor

Kamis, 21 Mei 2020 | 12:52 WIB
Oleh : HS

Pangkal Pinang, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) akan mengembangkan kelapa kopyor, ubi super, dan kopi, guna meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah itu.

"Kita telah menyiapkan 200 hektare lahan untuk budi daya kelapa kopyor, ubi super, dan kopi ini," kata Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan di Pangkal Pinang, Kamis (21/5/2020).

Dia mengatakan dalam pengembangan budi daya komoditas ini nantinya LDII bermitra dengan masyarakat sehingga ini bisa menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang akan memberi manfaat luas, sekaligus meningkatkan produksi komoditas pangan.

"Bangka Belitung ini sebetulnya banyak lahan yang bisa dimanfaatkan, namun kami menahan diri agar lahan ini tidak dikelola pihak swasta. Namun demikian, kami sangat terbuka jika lahan ini dikelola organisasi kemasyarakatan untuk memberdayakan masyarakat dengan lebih mengedepankan masyarakat ikut di dalamnya," ujar Erzaldi.

Ia menginginkan LDII juga mengajak orang menanam, mengolah sendiri di kebun inti, nantinya kebun inti ini akan menjadi sarana pelatihan percontohan bagi masyarakat yang ingin bertani, yang utama juga harus ada offtaker (penjamin pembelian hasil petani).

"Kelapa kopyor ayo, peternakan juga dipikirkan, terutama tolong ditilik beberapa produk jangka pendek yang kurang dari enam bulan sudah ada hasilnya. Kemudian produk jangka menengah yaitu bisa dipanen satu tahun sekali dan produk jangka panjang yang bisa dipanen dalam kurun waktu tiga tahun, kemudian setahun, kombinasi ini harus kita terapkan," katanya.

Ketua Umum LDII Prof Abdullah Syam menyambut gembira mengenai tersedianya lahan 200 hektare yang merupakan hutan tanaman industri sebagai habitat untuk kelapa kopyor, ubi, ataupun kopi.

"Kelapa kopyor merupakan kelapa eksotik asli Indonesia yang bernilai ekonomi tinggi yang ternyata di beberapa kota besar termasuk di Jakarta, menjadi salah satu komoditas yg dicari. Di tingkat petani di Jawa Tengah bisa dihargai antara Rp15-20 ribu tergantung ukuran buah," katanya.

Menurut dia, saat ini secara georgrafis kelapa kopyor menyebar di Kalianda (Lampung Selatan), Tangerang, dan Bogor (Jawa Barat), Pati (Jawa Tengah), Jember, dan Sumenep (Jawa Timur).

"Kelapa kopyor juga cocok di Babel sebagai daerah pantai dan berpasir dan bisa dipadukan dengan pertanian terpadu, misalnya kopi dan ternak yang kotorannya bisa diolah sebagai pupuk organik, dan tanaman kopyor ini ditargetkan untuk daerah wisata, sehingga bisa jadi daya tarik orang untuk melihat objek wisata juga sambil menikmati kelapa kopyor," katanya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pelayanan Covid-19 di Bengkulu Tetap Jalan pada Hari Idulfitri

Kita akan menyiagakan petugas medis secara bergantian di Posko Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bengkulu.

NASIONAL | 21 Mei 2020

PT KAI Siap Layani Perjalanan Dinas Masyarakat

Setiap kereta juga dibersihkan menggunakan disinfektan.

NASIONAL | 21 Mei 2020

Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di Pasar Tradisional Bengkulu Tak Optimal

Hal itu terlihat antara lain sebagian pembeli dan pedagang di Pasar Panoroma tidak menggunakan masker, dan saat bertransaksi jarak mereka sangat dekat sekali.

NASIONAL | 21 Mei 2020

Antisipasi Kekeringan, Kempupera Optimalkan Infrastruktur Tampungan Air

Untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang, Kempupera akan mengoptimalkan pengoperasian infrastruktur tampungan air di seluruh Indonesia.

NASIONAL | 21 Mei 2020

Idulfitri di Tengah Covid-19, Menag Imbau Tidak Ada Takbir Keliling

“Untuk kegiatan takbir keliling Idulfitri, sebaiknya tidak usah. Saya sarankan kita takbir di rumah saja,” kata Fachrul Razi,

NASIONAL | 21 Mei 2020

Pemprov Papua Putuskan Salat Idulfitri di Rumah Masing-masing

"Mari ingatkan keluarga kita semua dan bersama-sama mengikuti anjuran pemerintah untuk memerangi wabah Covid-19," ujar Rasyid.

NASIONAL | 21 Mei 2020

Polisi Bidik Tersangka Baru dan Korporasi dalam Kasus Eksploitasi ABK

Calon tersangka baru dalam kasus eksploitasi ABK adalah komisaris PT APJ yang berada di Bekasi. Tiga perusahaan juga akan diselidiki.

NASIONAL | 21 Mei 2020

Dokumen Tidak Lengkap, 100 Penumpang di Soetta Gagal Terbang

Lebih dari 100 orang yang sudah punya tiket tetapi tidak diizinkan berangkat karena dokumen tidak lengkap, surat keterangan tidak valid, atau kedaluwarsa.

NASIONAL | 21 Mei 2020

Pariwisata Anjlok, Pertumbuhan Sektor Akomodasi dan Mamin di DIY Negatif

Sebagian besar hotel dan restoran di Yogyakarta menyatakan hanya mampu bertahan sampai Juni 2020.

NASIONAL | 21 Mei 2020

Pengunjung Indogrosir Sleman Positif Covid-19, Rapid Test Massal Kembali Digelar

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman terus melakukan rapid test massal kepada pengunjung Indogrosir.

NASIONAL | 20 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS