Banjir Jakarta, Antrean Air, dan Drainase
INDEX

BISNIS-27 475.43 (1.56) | COMPOSITE 5239.25 (8.44) | DBX 942.586 (3.09) | I-GRADE 144.073 (0.48) | IDX30 452.114 (0.96) | IDX80 117.485 (0.01) | IDXBUMN20 304.584 (-1.03) | IDXG30 122.866 (0.56) | IDXHIDIV20 403.689 (1.47) | IDXQ30 132.106 (0.2) | IDXSMC-COM 215.133 (-0.89) | IDXSMC-LIQ 255.556 (-1.51) | IDXV30 109.857 (-1.2) | INFOBANK15 865.729 (4.79) | Investor33 393.055 (1.58) | ISSI 152.239 (-0.26) | JII 564.942 (-0.02) | JII70 190.105 (-0.16) | KOMPAS100 1059.8 (3.26) | LQ45 825.804 (1.41) | MBX 1459.88 (2.01) | MNC36 298.184 (1.34) | PEFINDO25 269.462 (-4.26) | SMInfra18 256.042 (-0.93) | SRI-KEHATI 333.768 (1.39) |

Banjir Jakarta, Antrean Air, dan Drainase

Kamis, 5 Maret 2020 | 21:58 WIB
Oleh : Heri Soba / Heri Soba

Jakarta, Beritasatu.com - Masih ingat heboh antrean air yang pernah diangkat pimpinan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ketika banjir merebak baru-baru ini? Ketika banjir meluap pada awal Februari 2020 lalu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Juaini Yusuf mengakui genangan air mudah terjadi di beberapa titik ruas jalan dikarenakan ada sampah yang menghambat saluran atau drainase.

“Hujan kan turun, lalu airnya mampir dulu nih. Kan ada sampah (di saluran),” kata Juaini Yusuf, Minggu (2/2/2020).

Jadi, setiap ada genangan air yang muncul di jalan-jalan karena hujan, maka pasukan biru SDA DKI akan turun ke titik genangan tersbut untuk membersihkan drainase dari sampah-sampah. Setekah itu aliran air hujan dapat mengalir dengan cepat ke dalam drainase dan mempercepat waktu surut genangan air di jalan-jalan. “Makanya satgas kita stand by juga. Kalau ada yang mampet (karena sampah), biar dikeruk biar lancar,” ujar Juaini.

Rupanya, soal antrean air tersebut juga pernah disampaikan Juaini sejak pertengahan Desember 2019. Saat itu, ketika hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Selasa (17/12), sejumlah jalan protokol di terendam banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) DKI mencatat ada 19 ruas jalan Jakarta terendam genangan air.

Juaini menjelaskan banjir di sejumlah titik di Jakarta terjadi karena adanya antran masuk air hujan ke saluran. Sementara saluran air sendiri dipastikan tak bermasalah. "Sebagian besar karena antrean air yang masuk ke mulut-mulut air. Kalau dicek kondisi saluran tidak bermasalah," kata Juaini, Selasa (17/12/2019)

Dia menjelaskan, air hujan yang antre disebabkan derasnya guyuran hujan Jakarta dan berlangsung cukup lama. Meski begitu, banjir yang terjadi tak berlangsung lama, yakni hanya sekitar 30 menit. Dinas SDA sendiri menyebar 596 pompa air untuk menyedot genangan air di sejumlah ruas jalan.

Penjelasan terkait antrean air itu terdengar agak lucu. antrean itu menganalogikan bahwa air bisa mengatur diri sendiri. Padahal persoalan mendasar dari luapan atau genangan yang terjadi ketika hujan itu adalah drainase. Meskipun dijelaskan bahwa drainase lancar, tetapi karena kekecilan atau desain yang tidak mengantisipasi luapan yang terjadi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan rupanya pernah menegaskan bahwa banjir yang terjadi bukan karena drainase Jakarta bermasalah. Dia yakin semua saluran drainase sudah dibersihkan. "Ini bukan masalah drainase," ucap Anies pada Desember lalu.

Anies kemudian menyinggung, pemerintah DKI tak dapat mengendalikan curah hujan. Dia tak secara gamblang menyebut curah hujan tinggi jadi penyebab banjir. "Curah hujan tidak dalam kendali kami, tetapi penanggulangan atas curah hujan ada dalam kendali kita. Sekarang kami fokus di situ," ujar dia terkait banjir Jakarta.

Fakta yang didukung dengan banyak kajian dan pandangan para pakar menyebutkan drainase menjadi salah satu persoalan utama terjadinya luapan dan banjir. Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga pernah menanggapi soal antrean air tersebut. Dia mengatakan tidak semua sistem drainase Ibu Kota berfungsi dengan baik.

Dalam beberapa kesempatan, Nirwono menjelaskan curah hujan yang tinggi seharusnya dapat tertampung jika drainase berfungsi. Sayangnya, hingga kini hanya 33 persen saluran air di Ibu Kota yang berfungsi dengan baik. "Curah hujan tinggi dapat tertampung dengan baik dan mengantisipasi banjir kalau drainase DKI berfungsi," kata Nirwono.

Dia menilai pemerintah DKI tak siap menghadapi banjir. Ada beberapa sebab yakni program penataan di bantaran kali yang terhenti karena perbedaan konsep antara normalisasi dan naturalisasi. Selain itu, pembebasan lahan di bantaran pun tidak berlanjut.

Lalu, revitalisasi situ, danau, embung, dan waduk berjalan lambat. Kemudian, penambahan ruang terbuka hijau (RTH) baru yang tidak signifikan membuat daerah resapan air tak bertambah banyak.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dibuka Layanan Perpanjangan Visa Darurat bagi Turis Tiongkok di Bali

Diperkirakan jumlah turis asal Tiongkok masih bertahan di Bali mencapai seribu lebih.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Dampak Virus Corona, Ribuan Warga Tiongkok Ajukan Izin Tinggal Terpaksa

Terkait mewabahnya virus corona, Ditjen Imigrasi Kemkumham telah memberikan Izin Tinggal Terpaksa kepada 2.643 warga negara Tiongkok.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Mahfud MD: Penimbunan Masker Termasuk Kejahatan Ekonomi

Mahfud meminta polisi untuk menangkap para pelaku yang melakukan kejahatan penimbunan masker.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Kemdag Susun Strategi Wujudkan Program Prioritas Pemerintah

Untuk melaksanakan program prioritas Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada 2020-2024, Kemdag telah menyusun sejumlah strategi.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Mabes Polri: Penyebar Identitas Pasien Corona Bisa Dipidana

Mabes Polri menegaskan, data pasien tidak boleh diberikan kepada sembarangan orang sesuai dengan UU Nomor 44 Tahun 2009.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Cegah Virus Corona, 156 Pasien Dalam Pengawasan

Kategori PDP dibuat karena banyaknya laporan pasien suspect corona dengan gejala tidak terlalu berat.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Dewan Pengawas Rampung Susun Kode Etik KPK

Penyusunan dan penetapan kode etik merupakan tugas Dewas KPK yang diatur dalam Pasal 37 B huruf c UU nomor 19 tahun 2019.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Polri Tangkap 30 Orang Penimbun Masker dan Penyebar Hoax Virus Corona

Ada 17 kasus yang ditangani jajaran Polri seindonesia dalam operasi terhadap penimbun masker dan hand sanitizer serta hoaks terkait virus corona.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Kemdag Siap Sederhanakan Regulasi Ekspor dan Impor

Kemdag siap melakukan penyederhanaan regulasi dan prosedur ekspor dan impor dalam akselerasi peningkatan ekspor, sekaligus memperkuat pasar dalam negeri.

NASIONAL | 5 Maret 2020

Pelaku Intoleransi Harus Ditindak Tegas

Harus ada ketegasan sikap dari negara. Siapa pun yang melakukan sikap intoleransi harus mendapat hukuman yang tegas dari negara.

NASIONAL | 4 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS