Penyakit-penyakit Ini Kerap Muncul Saat Berpuasa
INDEX

BISNIS-27 446.563 (-1.75)   |   COMPOSITE 5038.4 (4.29)   |   DBX 922.546 (4)   |   I-GRADE 135.148 (-0.2)   |   IDX30 424.72 (-0.69)   |   IDX80 110.692 (0.07)   |   IDXBUMN20 282.764 (0.88)   |   IDXG30 117.102 (0.1)   |   IDXHIDIV20 380.385 (-0.02)   |   IDXQ30 124.37 (-0.13)   |   IDXSMC-COM 213.267 (1.6)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (2.32)   |   IDXV30 104.022 (0.7)   |   INFOBANK15 809.007 (-6.87)   |   Investor33 370.782 (-1.48)   |   ISSI 146.581 (0.72)   |   JII 534.734 (-0.12)   |   JII70 181.171 (0.34)   |   KOMPAS100 994.168 (-1.3)   |   LQ45 775.543 (-0.74)   |   MBX 1400.42 (0.5)   |   MNC36 279.01 (-0.98)   |   PEFINDO25 262.474 (1.01)   |   SMInfra18 238.826 (1.01)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-1.55)   |  

Penyakit-penyakit Ini Kerap Muncul Saat Berpuasa

Jumat, 8 Mei 2020 | 09:19 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah melewati satu pekan lebih berpuasa, Anda mengalami masalah-masalah kesehatan semisal kembung atau pusing? Bisa jadi ada yang salah dalam pola makan Anda selama Ramadan ini.

Berikut sejumlah penyakit yang kerap muncul saat berpuasa, seperti dirangkum dari berbagai sumber:

1. Refluks Asam Lambung

Refluks asam lambung biasanya dicirikan adanya sensasi terbakar di daerah dada bagian dada dan di masa Ramadan kondisi ini salah satunya terjadi karena kebiasaan langsung tidur usai makan sahur.

Di sisi lain, ada sejumlah faktor yang berperan menyebabkan refluks asam lambung seperti makan dalam jumlah besar, kegemukan, konsumsi minuman berkarbonasi, makanan pedas berlebihan, lalu minuman berkafein seperti kopi dan teh.
Pakar kesehatan menyarankan anda memberi jeda setelah makan sahur sebelum kembali tidur, umumnya dua jam agar tak mengalami refluks asam lambung.

2. Kembung

Dokter spesialis gizi dari FKUI, Marya W. Haryno pernah mengatakan, anda perlu menyeimbangkan komposisi makan saat berbuka dan sahur agar perut tidak kembung. Di sisi lain perut kembung juga bisa terjadi karena Anda tidak mengunyah makanan dengan benar, menyantap minuman bersoda dan makanan berlemak berlebihan. Hidangan ini memicu gas berlebih dan membuat perut Anda kembung sepanjang hari.

Marya menekankan makanan bervariasi dan bergizi seimbang yakni karbohidrat, protein, lemak sehat serta mikronutrien semisal mineral sekitar 40-50 persen terpenuhi saat sahur.
Kemudian saat berbuka puasa, penuhilah 10-20 persen kebutuhan energi dengan makanan bernutrisi. Marya mengajurkan makanan manis namun tak berlebihan seperti madu, kurma dan yogurt.

3. Insomnia

Asupan karbohidrat berlebihan bisa menyebabkan glukosa melonjak dan akibatnya siklus tidur tergganggu. Sebaiknya penuhilah asupan karbohdirat sesuai kebutuhan tubuh.

4. Sembelit dan Lesu

Makanan tertentu seperti berbahan tepung dan olahan cenderung kurang serat dan sulit dicerna tubuh. Akibatnya, saluran cerna bisa terganggu. Di sisi lain makanan olahan seperti mi instan mengandung sejumlah besar pengawet, natrium (garam), gula dan lemak trans, rendah vitamin dan mineral sehingga menyebabkan berat badan naik.

Jangan lupa mengonsumsi makanan mengandung serat seperti buah dan sayuran agar tak kena sembelit.
Sementara itu, lesu saat berpuasa salah satunya bisa karena kurangnya aktivitas dan asupan gula berlebihan. Sebaiknya tetaplah bergerak selama Ramadan, misalnya beberapa jam sebelum berbuka melakukan olahraga ringan.

5. Pusing

Dokters spesialis gizi, Jovita Amelia mengatakan, sakit kepala saat Ramadan umumnya terjadi bila anda melewatkan makan sahur dan dehidrasi yang ditandai mulut kering, lemas, disorientasi dan pingsan.
Sebaiknya penuhi asupan cairan harian saat berbuka dan sahur yakni delapan gelas dan pilihlah hidangan dengan komposisi bergizi seimbang yakni 50-60 persen karbohidrat, 15-20 persen protein dan 20-25 persen lemak.

Selain itu, jangan mengonsumsi minuman mengandung kafein seperti teh dan kopi saat sahur karena berisiko membuat anda dehidrasi selama berpuasa. Jika ingin mengonsumsi makanan manis sebaiknya berasal dari karbohidrat kompleks, sayuran dan buah.

6. Bau Mulut

Bau mulut bisa terjadi tak melulu saat berpuasa. Namun saat berpuasa umumnya bau mulut hadir karena dehidrasi sehingga penting untuk minum banyak air selama jam-jam non-puasa dan menghindari kafein sementara waktu.
Pakar kesehatan menyarankan sikat gigi rutin, lalu membersihkan lidah dan menghindari makanan manis dosis tinggi saat berbuka puasa.

Selain itu, sebaiknya hindari dulu makanan berbau tajam dan mengandung asam karena bisa memberi makan bakteri dan menambah bau.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Selamatkan Karyawan dari Pemecatan, Pengusaha Muda Ade Erwan Jual APD

Ade Erwan melakukan inovasi demi menyelamatkan karyawan perusahaan tekstilnya.

GAYA HIDUP | 7 Mei 2020

Usai Pandemi Covid-19, Industri Pariwisata Hadapi New Normal Tourism

Usai pandemi Covid-19, industri pariwisata Indonesia akan menghadapi era new normal tourism.

GAYA HIDUP | 7 Mei 2020

The Shonet Resmi Luncurkan E-Commerce

The Shonet tak hanya datang dengan brand lokal, juga merek-merek yang telah dikenal global.

GAYA HIDUP | 7 Mei 2020

Makanan Pedas Jadi Andalan Bisnis Kuliner Olyvia Jouvan

Cumi dan ceker super pedas jadi menu andalan bisnis kuliner Olyvia Jouvan.

GAYA HIDUP | 6 Mei 2020

Bukan Air Mawar Biasa, Ini Khasiat Ekstrak Baby Rose untuk Kulit

Bukan Air Mawar Biasa, Ini Khasiat Ekstrak Baby Rose untuk Kulit

GAYA HIDUP | 6 Mei 2020

BestHostels.co.id Jadi OTA Khusus Hostel Pertama di RI

Hostel atau yang dikenal hotel budget ini, dalam satu kamar bisa diisi 4 hingga 12 orang dimana tidak saling kenal.

GAYA HIDUP | 6 Mei 2020

3.408 Wisatawan Mancanegara Tinggalkan Bali

Terhitung dari tanggal 8 Februari hingga 27 April, sebanyak 22 penerbangan repatriasi yang mengangkut sedikitnya 3.408 WNA dari berbagai negara telah terlayani.

EKONOMI | 6 Mei 2020

Maret 2020, Kunjungan Wisman ke Indonesia Turun 64%

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia turun 64,11% dibandingkan Maret 2019.

GAYA HIDUP | 4 Mei 2020

Tantangan dan Peluang Ekonomi dibalik Medical Tourism di Indonesia, Bisa Sesukses Negara Lain?

Menurut data dari IMTJ, pasien Indonesia bisa mengeluarkan sampai Rp 100 triliun setiap tahunnya untuk aktivitas medical tourism.

GAYA HIDUP | 5 Mei 2020

Jamu Latte, Cara Kekinian Puteri Indonesia Jaga Kesehatan

Di tengah badai Covid-19, menjaga kesehatan dengan nutrisi yang baik harus dilakukan. Puteri Indonesia 2020 Ayu Maulida Putri punya cara asyik untuk menjaga kesehatan tubuhnya, yaitu minum jamu latte. Minuman jamu kekinian itu dikonsumsinya setelah berbuka puasa dan saat sahur.

GAYA HIDUP | 3 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS