Masker Jadi Bagian Gaya Berbusana di Afrika

Masker Jadi Bagian Gaya Berbusana di Afrika

Minggu, 17 Mei 2020 | 07:38 WIB
Oleh : HS

Jakarta, Beritasatu.com - Bermasker di tengah pandemi corona tidak selalu membuat tampak tegang dan tertekan, tapi bisa sebaliknya terlihat bergaya serta menyenangkan.

Perancang busana Nigeria Sefiya Diejomaoh suka mengenakan pakaian yang terang dan berani untuk menyesuaikan kepribadiannya. Dia percaya pandemi global seharusnya tidak menghalangi selera gayanya.

Masker yang dikenakannya, yang telah menjadi pakaian wajib saat Nigeria mencoba menghentikan penyebaran virus corona baru. Berwarna emas dan dihiasi dengan perhiasan diamante berkilau, itu cocok dengan gaun panjangnya.

"Ketika kamu keluar dengan masker penuh gaya atau dengan aksesori seperti ini, sepertinya kita tidak sedang berperang. Tampaknya lebih menyenangkan," kata Diejomaoh, dikutip dari laporan Reuters, Minggu.

Banyak negara Afrika telah mewajibkan mengenakan masker di tempat umum untuk mencegah penyebaran penyakit pernapasan Covid-19 yang terkadang fatal.

Para pecinta mode di kota-kota terbesar di benua itu menggabungkan gaya dan keamanan dengan mengenakan masker warna-warni, yang dipadukan dengan pakaian mereka.

Dorongan untuk membuat masker penuh gaya telah lepas landas di bagian lain dunia. Di tempat-tempat seperti Lebanon, bisnis telah beralih dari produksi furnitur dan pakaian menjadi masker yang mencolok. Di Afrika, tren ini membuktikan keuntungan bagi penjahit dan desainer lokal yang membuat masker.

Perancang busana Sophie Zinga, yang berbasis di ibukota Senegal, Dakar, mengatakan dia memutuskan untuk membuat masker dari kapas organik setelah menyadari bahwa beberapa bentuk tindakan pakaian pelindung bisa tetap diperlukan untuk dua tahun ke depan.

"Kita harus beradaptasi dan hidup dengan virus ini. Sebagai perancang busana saya pikir kita harus mengintegrasikan setiap pakaian dengan masker mode," tambah Zinga, yang menciptakan platform digital, fashionfightscovid19.com, untuk masker.

Jauh dari Dakar, di pusat komersial Afrika Selatan di Johannesburg, toko aksesoris kulit kelas atas Inga Atelier menciptakan masker.
Di sebuah negara yang telah memberlakukan beberapa tindakan karantina wilayah paling ketat di Afrika dan telah terhuyung-huyung dari dampak ekonomi, direktur kreatif perusahaan mengatakan langkah itu masuk akal.

"Bisnis saya sangat terpengaruh sedemikian rupa sehingga ritelnya terkunci. Kami menyadari, ada masker besar yang bisa digunakan setiap hari tanpa harus membuangnya," kata Inga Gubeka.

Masker perusahaannya menggabungkan kulit dengan kain warna-warni termasuk cetakan Ndebele Afrika Selatan tradisional.
Kembali di Lagos, Nigeria, ketika ia menyesuaikan masker emasnya yang berkilauan sebelum berangkat ke kota berpenduduk 20 juta orang di Afrika subsahara, Diejomaoh mengatakan sepotong kain kecil telah menjadi cara untuk mengekspresikan diri.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Roket Rongsokan Tiongkok 18 Ton Jatuh di Samudera Atlantik

Pada 11 Mei, sebuah roket rongsokan Tiongkok terbang melewati Los Angeles dan New York City, sebelum jatuh di Samudera Atlantik.

DUNIA | 17 Mei 2020

Dengan Vaksin atau Tanpa Vaksin, Trump Bersikeras Buka Ekonomi AS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan membuka kembali perekonomian negara "dengan atau tanpa vaksin".

DUNIA | 17 Mei 2020

Thailand Perpanjang Larangan Penerbangan Internasional

Mulai hari Minggu (17/5/2020), pemerintah akan mengizinkan pusat perbelanjaan, mal dan department store untuk dibuka kembali.

DUNIA | 16 Mei 2020

Turis Domestik Padati Kawasan Ha Long Bay

Masyarakat Vietnam memulai kembali perjalanan domestik setelah pelonggaran aturan pembatasan perjalanan akibat pandemi Covid-19.

DUNIA | 16 Mei 2020

805 WNI Terinfeksi Covid-19 di Luar Negeri

Kementerian Luar Negeri, Sabtu (16/5/2020), melaporkan sebanyak 805 warga negara Indonesia (WNI) telah terinfeksi Covid-19 di luar negeri.

DUNIA | 16 Mei 2020

Para Pakar AS Ragukan Target Vaksin Covid-19 dari Trump

Para pakar Amerika Serikat meragukan target vaksin Covid-19 dari pemerintahan Donald Trump yang menyatakan bahwa vaksin bisa tersedia pada akhir 2020.

DUNIA | 16 Mei 2020

Nol Kasus Baru Covid-19, Thailand Longgarkan Pembatasan pada Minggu

Thailand pada Sabtu (16/5/2020) mencatat nol kasus maupun kematian baru akibat Covid-19, sehari sebelum negara itu mulai membuka kembali usaha.

DUNIA | 16 Mei 2020

Slovenia Nyatakan Epidemi Covid-19 Berakhir

Slovenia menjadi negara Eropa pertama yang menyatakan wabah virus corona (Covid-19) telah berakhir di negaranya.

DUNIA | 16 Mei 2020

Belum Sebulan, Menkes Brasil Mengundurkan Diri

Belum sebulan bertugas, Menteri Kesehatan Brasil Nelson Teich mengundurkan diri dari jabatannya karena perbedaan pandangan dengan Presiden Jair Bolsonaro.

DUNIA | 16 Mei 2020

Negara-Negara Maju Teliti 100 Kandidat Vaksin Covid-19

Lebih dari 100 kandidat vaksin virus corona (Covid-19) sedang diteliti dan dikembangkan di negara-negara maju.

DUNIA | 15 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS