Bayi yang Minum dari Botol Lebih Banyak Menelan Mikroplastik
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Bayi yang Minum dari Botol Lebih Banyak Menelan Mikroplastik

Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:38 WIB
Oleh : Happy Amanda Amalia / PYA

Paris, Beritasatu.com – Para bayi yang diberikan susu lewat botol dapat menelan lebih dari satu juta keping mikroplastik setiap hari. Hasil penelitian baru yang dirilis pada Senin (19/10), menyoroti banyaknya plastik dalam produk makanan kita.

Menurut bukti-bukti yang berkembang, manusia mengonsumsi partikel kecil plastik dalam jumlah besar – ketika potongan plastik yang lebih besar rusak. Tetapi masih sangat sedikit yang diketahui tentang konsekuensi kesehatan akibat mengonsumsinya.

Para peneliti di Irlandia telah mengamati laju pelepasan mikroplastik pada 10 jenis botol bayi atau aksesori berbahan polypropylene – jenis plastik yang paling umum digunakan untuk wadah makanan.

Menurut penelitian, produk-produk tersebut telah mengikuti pedoman resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengenai sterilisasi dan syarat-syarat mempersiapkan susu formula. Selama periode uji 21 hari, tim menemukan bahwa botol-botol itu mengeluarkan antara 1,3 dan 16,2 juta mikropartikel plastik per liter.

Mereka kemudian menggunakan data ini untuk memodelkan potensi paparan bayi secara global terhadap mikroplastik dari pemberian susu botol, berdasarkan tingkat menyusui rata-rata nasional. Mereka memperkirakan, bahwa rata-rata bayi yang diberikan susu melalui botol dapat menelan 1,6 juta mikropartikel plastik setiap hari selama 12 bulan pertama kehidupan mereka.

Para penulis penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Nature Food, mengungkapkan bahwa proses sterilisasi dan paparan suhu air yang tinggi memiliki efek paling besar terhadap pelepasan mikroplastik, yakni dari rata-rata 0,6 juta partikel per liter pada suhu 25 derajat Celcius (C) menjadi 55 juta per liter pada suhu 95 derajat Celcius .

Para penulis mengatakan kepada AFP bahwa tujuan penelitian ini, bukan untuk membuat kalangan orang tua khawatir tentang potensi risiko kesehatan yang ditimbulkan dari mikroplastik botol.

“Kami telah mengkomunikasikan, sekuat yang kami bisa, bahwa kami tidak mengetahui potensi risiko kesehatan akibat menelan mikroplastik pada bayi. Ini masih dalam area penelian yang sedang kami tekuni secara aktif,” ujar tim dari Trinity College Dublin.

Studi Mendesak

Para penulis mencatat, bahwa di negara-negara maju para bayi kemungkinan besar menelan plastik paling banyak, yakni sekitar 2,3 juta partikel setiap hari di Amerika Utara dan 2,6 juta di Eropa.

Catatan tersebut dikaitkan dengan tingkat menyusui yang relatif rendah di negara-negara kaya.

Meski begitu, mereka menuturkan bahwa kadar menelan mikroplastik dapat dengan mudah diturunkan dengan melakukan beberapa langkah tambahan, termasuk membilas botol dengan air dingin yang disterilkan dan menyiapkan susu formula dalam wadah non-plastik sebelum dipindahkan ke botol.

Fay Couceiro, Peneliti Senior Biogeokimia di University of Portsmouth, mengatakan penelitian hasil penelitian itu menyoroti mendesaknya dilakukan studi tentang dampak mikroplastik pada kesehatan manusia.

Dia menambahkan, penting untuk tidak kerap merasa cemas soal pemberian susu lewat botol, yang disukai banyak orang tua karena berbagai alasan.

“Risiko tidak mensterilkan botol atau menggunakan air panas sudah dapat dipahami dengan baik dan sangat nyata, dan risiko penyakit yang diketahui harus lebih penting dari sekadar pemahaman risiko produksi mikroplastik sampai kesehatannya,” tutur Couceiro, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Essential Oil Semakin Diminati, Apa Saja Manfaatnya?

Tidak hanya kesehatan, essential oil ternyata memiliki banyak manfaat lainnya.

KESEHATAN | 21 Oktober 2020

Dilema Pasien Covid-19: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula

Munculnya fenomena stigma dipicu rasa takut masyarakat. Karena ini penyakit baru, kurang informasi, dan informasi yang salah mendorong rasa takut.

KESEHATAN | 21 Oktober 2020

Ini Arahan Konkret Satgas Covid-19 Mengantisipasi Libur Panjang

Libur panjang terbukti berdampak pada kenaikan kasus positif Covid-19.

KESEHATAN | 21 Oktober 2020

Tetap di Rumah Dapat Mengurangi Kasus Kematian Covid-19

Data studi tersebut dikemukakan Satgas Covid-19 berkaitan dengan libur panjang akhir Oktober ini.

KESEHATAN | 21 Oktober 2020

Pengurangan Mobilitas Warga Bisa Landaikan Kurva Pandemi Sampai 91%

Data studi tersebut dikemukakan Satgas Covid-19 berkaitan dengan libur panjang akhir Oktober ini.

KESEHATAN | 21 Oktober 2020

Menkes Akan Disomasi Gara-gara Permenkes Radiologi Klinik

Sebab, surat permohonan pencabutan Permenkes 24/2020 tidak direspons sampai sekarang oleh pihak Kementerian Kesehatan.

KESEHATAN | 20 Oktober 2020

Awal 2021, Bibit Vaksin Merah Putih Diserahkan ke Bio Farma

Vaksin Merah Putih adalah vaksin yang dikembangkan sejumlah lembaga riset di Indonesia sebagai bentuk kemandirian bangsa.

KESEHATAN | 20 Oktober 2020

Jokowi dan Suga Bahas Kerja Sama Pengelolaan Covid-19

Indonesia menghargai komitmen dan kontribusi Jepang dalam pembentukan Asian Covid-19 Response Fund.

KESEHATAN | 20 Oktober 2020

Hari Ini, Pasien Sembuh Lebih Banyak Dibanding Kasus Baru Covid-19

Jumlah pasien sembuh lebih banyak dibanding kasus baru Covid-19 terjadi hari ini, Selasa (20/10/2020), di Indonesia.

KESEHATAN | 20 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 3.602, Kasus Positif di Indonesia Jadi 368.842

Kasus baru Covid-19 di Indonesia bertambah 3.602 dalam 24 jam sampai Selasa (20/10/2020) siang WIB. Total kasus di Indonesia menjadi 368.842.

KESEHATAN | 20 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS