Polri Kekurangan 270.000 Personel, Termasuk 95.000 Perwira

Polri Kekurangan 270.000 Personel, Termasuk 95.000 Perwira
Ilustrasi polisi. (Foto: BeritaSatu Photo/Danung Arifin)
Farouk Arnaz / JAS Minggu, 5 Juli 2020 | 15:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polri masih kekurangan 270.068 personel jika personel yang ada saat ini dibandingkan dengan daftar susunan personel (DSP) yang dirancang. Jumlah tersebut termasuk 95.000 perwira.

Personel Polri—yang jumlahnya sudah sekitar 440.000 itu—ternyata hanya mencapai 61,3 persen atau masih kurang 38,7 persen personel dari DSP yang dibuat.

Hal ini terungkap dalam Surat Kapolri nomor B/4132/VII/KEP/2020/SSDM tertanggal 3 Juli 2020 yang salinannya diterima Beritasatu.com pada Minggu (5/7/2020).

Kekurangan ratusan ribu personel itu terdiri dari beberapa pangkat. Misalnya untuk golongan perwira menengah yakni AKBP kurang 958 personel dan Kompol kurang 6081 personel.

“AKP (kurang) sebanyak 20.590 personel, Ipda/Iptu kurang 67.919 personel,” tulis surat yang ditandatangani oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono itu. "Ketiga pangkat itu adalah golongan perwira pertama. Sedangkan untuk bintara/tamtama kurang 174.520 personel.”

Masalah bertambah saat kekurangan itu tidak merata tersebar di seluruh Satuan Wilayah (Satwil, misalnya Polda) atau Satuan Kerja (Satker misalnya Divhumas). Berdasarkan surat yang sama ada Satwil/Satker yang kelebihan tenaga, ada yang ideal, ada yang cukup, dan ada yang kurang.

Untuk diketahui DSP adalah daftar yang disusun oleh Polri untuk menggambarkan jumlah personel yang seharusnya dipenuhi oleh satu Satwil/Satker agar kinerja mereka semakin baik.

Yang dimaksud berlebih adalah bila jumlah personel yang ada di satu Satwil/Satker lebih dari 100 persen DSP, ideal (70-100 persen), cukup (50-70 persen), dan kurang (di bawah 50 persen).

Yang telah ideal atau melebihi komposisi misalnya Satker Baharkam, Baintelkam, Bareskrim, Densus 88, Div TI, Div Hubinter, Div Humas, Div Kum, Divpropam, Itwasum, Korbrimob, Korlantas, Lemdiklat, Pusdokkes, Pusjarah, Puskeu, Puslitbang, Sahli, Setum, Slog, Sops, Spripim, Srena, SSDM, dan Yanma.

Lalu untuk Satwil juga ada yang melebihi komposisi ideal adalah Polda Bali, Polda DIY, Polda Jabar, Polda Jateng, Polda Jatim, Polda Kaltim, dan Polda Sumut. Artinya Polda-Polda lain bisa cukup atau kurang personel.

Untuk itu, masih dalam surat yang sama, “Satker/Satwil yang telah terpenuhi/lebih komposisi personelnya agar mengutamakan mutasi ke Satker/Satwil yang kekurangan personel dan membatasi mutasi ke Satker/Satwil yang berlebih.”

Dua juru bicara Polri Irjen Argo Yuwono dan Brigjen Awi Setiyono belum merespons saat ditanya Beritasatu.com secara terpisah terkait surat ini.

Termasuk apakah surat ini keluar ditengah banyaknya personel Polri yang malah berdinas di luar struktur saat ternyata Polri masih kekurangan ribuan personel.



Sumber: BeritaSatu.com