Pernyataan Kapolri soal Api Dalam Sekam Buat Kondisi Internal Jadi Rikuh

Pernyataan Kapolri soal Api Dalam Sekam Buat Kondisi Internal Jadi Rikuh
Jenderal Idham Azis. (Foto: Antara)
Farouk Arnaz / JAS Minggu, 5 Juli 2020 | 13:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Efek pernyataan Kapolri Jenderal Idham Azis Polri tentang Polri kompak-kompak saja hanya “kaya api dalam sekam tapinya” berlanjut. Menurut informasi yang dikumpulkan Beritasatu.com pernyataan ini membuat kondisi internal Polri—utamanya pada mereka yang punya peluang menggantikan Idham—menjadi rikuh.

Ibaratnya mereka jadi serbasalah. Termasuk bila sampai terlalu sering muncul di media maka gampang dituding tengah mem-branding diri untuk kepentingan pribadi—padahal tidak.

Apalagi jika sampai bertemu siapapun yang ada kaitan dengan presiden langsung atau tak langsung maka rawan dipelintir ini dan itu. Padahal bukan begitu maksudnya. Rumor pun jadi gampang berkembang.

“Begitu suasananya. Tak terlihat di luar tetapi terasa. Kapolri pasti punya calon tetapi ada gerakan-gerakan termasuk dari jenderal bintang dua. Ini bisa jadi salah satu pencetus (munculnya ucapan itu),” kata seseorang yang tahu lingkungan Polri pada Beritasatu.com, Minggu (5/7/2020).

Dua juru bicara Polri baik Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dan Brigjen Awi Setiyono tak merespons saat dikonfirmasi Beritasatu.com soal “api dalam sekam” dan efeknya kini dengan internal Polri.

Sementara salah satu penasihat ahli (sahli) Kapolri, Hendardi, mengatakan ia tak mengerti pasti ke mana sasaran tembak Idham. Tapi, menurutnya, “mungkin konteksnya jelang pergantian Kapolri.”

Para sahli yang jumlahnya 17 orang menurutnya sudah beberapa bulan sejak pandemi Covid-19 terjadi tak pernah berkumpul. Mereka hanya membuat makalah.

Seperti diberitakan pernyataan "panas" Idham itu memang dikaitkan dengan pergantian Kapolri. Idham memang akan pensiun pada akhir Januari tahun depan.

Idham mengatakan soal “api dalam sekam” itu di Mabes Polri usai upacara HUT ke-74 Polri yang dipimpin Presiden Joko Widodo melalui siaran live streaming, Rabu (1/7/2020).

Idham berharap Kapolri baru nanti bisa lebih baik lagi dari sekarang. Dentungkan harapanmu setinggi langit, masih kata Idham, lalu biarkan nanti Tuhan yang memilh siapa yang nanti yang akan jadi Kapolri selanjutnya.

Semakin ke depan nanti—jelang Januari itu—Idham memperkirakan (saling sikut di antara internal) semakin tajam. Saat ini baru Juli, Agustus, dan nanti (bulan yang berakhiran) ber, ber, ber itu akan semakin tajam.

Lalu dia bicara Polri akan kompak-kompak saja hanya, “kaya api dalam sekam tapinya.”

Untuk diketahui sejumlah pewira bintang tiga Polri yang ada saat ini, dan juga bintang dua yang mungkin bisa jadi bintang tiga, secara normatif memang bisa jadi Kapolri.

Tapi pilihan akhir siapa Kapolri mendatang ada di tangan Presiden sebagai hak prerogratif setelah fit and proper test di DPR. Sementara Kompolnas mengatakan masih terlalu dini membicarakan pergantian Kapolri.



Sumber: BeritaSatu.com