TNI: Kapal Tiongkok Sudah Tinggalkan Perairan Natuna

TNI: Kapal Tiongkok Sudah Tinggalkan Perairan Natuna
Presiden Jokowi saat berada di Kepulauan Natuna, Kepri dengan didampingi, antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Rabu 8 Januari 2020. ( Foto: dok )
Yeremia Sukoyo / WBP Kamis, 9 Januari 2020 | 13:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga kini masih melakukan pengintaian di sekitar perairan Natuna yang menjadi wilayah kedaulatan Indonesia. Berdasarkan pantauan yang dilakukan TNI AU diketahui, kapal-kapal Tiongkok sudah keluar dari zona ekonomi eksklusif (ZEE) pasca-kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Berdasarkan pengamatan dari TNI AU melalui pengintaian udara, mereka artinya kapal-kapal Tiongkok yang waktu itu melakukan illegal fishing sudah keluar dari ZEE kita pasca-kunjungan bapak Presiden ke Natuna," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Sisriadi di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/1/2020).

Jokowi Tegaskan Hak Berdaulat Indonesia di ZEE

Menurutnya, kunjungan Presiden Jokowi ke Natuna merupakan pesan dari pemerintah Indonesia kepada Beijing. Kondisi itu yang diyakini membuat Tiongkok untuk sementara ini menarik kapal-kapal dari perairan Natuna. "Saya kira itu dibaca dengan cermat oleh Beijing dan kapal-kapal nelayan yang di-back up oleh kapal coast guard mereka dalam hal ini kapal pemerintah, sudah meninggalkan ZEE," ujar Sisriadi.

F-16 Dikerahkan ke Natuna, Menko Polhukam Tegaskan Penguatan

Saat ini, dikatakan Sisriadi, pihaknya masih akan terus melakukan pengamanan perairan. Tidak hanya di sekitar perairan Natuna, TNI juga akan tetap melakukan operasi rutin di seluruh wilayah perairan di Indonesia.

"Pengamanan tetap kita lakukan. Jadi saya ulangi sekali lagi, TNI tetap melakukan operasi rutin, operasi itu operasi rutin, mungkin hanya intensitasnya akan kita lihat perkembangannya di lapangan, artinya perkembangan taktis," kata Sisriadi.



Sumber: Suara Pembaruan