TNI Tidak Mau Terpancing Upaya Provokasi Tiongkok di Natuna

TNI Tidak Mau Terpancing Upaya Provokasi Tiongkok di Natuna
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi. ( Foto: Istimewa / Puspen TNI )
Yeremia Sukoyo / JAS Senin, 6 Januari 2020 | 10:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) berupaya untuk tidak akan terpancing terhadap upaya provokasi yang dilakukan nelayan Tiongkok yang masuk ke wilayah perairan Natuna. Saat ini, TNI juga masih akan berpegang teguh terhadap pedoman hukum laut internasional.

"Kita (TNI) tidak ingin terprovokasi. Mereka melakukan provokasi supaya kita melanggar hukum laut internasional itu sendiri. Sehingga kalau itu terjadi, bisa kita yang disalahkan secara internasional dan kita yang rugi," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Sisriadi, ketika ditemui sesaat setelah pelantikan Kepala Pusat Informasi Maritim TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (6/1/2020).

Menurutnya, masuknya kapal ikan Tiongkok yang kemudian di-back up oleh China Coast Guard (CCG) di perairan Natuna memang salah satu bentuk upaya provokasi yang dilakukan untuk memancing reaksi dari TNI. Jika TNI sampai terpancing, maka justru bisa berakibat lebih merugikan.

"Kalau itu terjadi, bisa kita yang disalahkan secara internasional dan kita yang rugi. Oleh karena itu para prajurit kita, mereka melakukan tugasnya dengan rules of engagement yang diadopsi dari hukum-hukum yang berlaku secara internasional," ujarnya.

Karena itulah, dalam melaksanakan tugas pengamanan perbatasan di Natuna, TNI tetap akan menjalankan prosedur hukum internasional yang sudah disepakati bersama. TNI, dalam hal ini TNI AL dan AU tetap akan melakukan prosedur yang sudah disepakati secara internasional.

"Sebagai negara yang patuh kepada hukum-hukum internasional, kita melakukan kegiatan. Prajurit TNI AL dan AU melakukan operasi dengan aturan pelibatan yang berpedoman pada hukum laut nasional dan hukum laut internasional," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan