Amankan Objek Vital

Paspampres Diusulkan Jadi Badan Pengamanan Presiden

Paspampres Diusulkan Jadi Badan Pengamanan Presiden
Pasukan pengamanan presiden dan wakil presiden (Paspampres) menerapkan sistem pengamanan terhadap presiden dan wakil presiden (wapres). . ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 25 Desember 2019 | 15:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota DPR, Muhammad Rapsel Ali, menyoroti mengenai sistem pengamanan terhadap presiden dan wakil presiden (wapres).

Presiden Resmikan Pabrik Petrokimia di Cilegon

Selama ini pengamanan presiden dan wakilnya dilakukan oleh pasukan pengamanan presiden dan wakil presiden (Paspampres). Paspampres merupakan prajurit yang terlatih dan memiliki loyalitas yang tinggi.

Menurut Rapsel Ali, sudah saatnya pasukan pengamanan presiden dan wakil presiden (Paspampres) ditingkatkan statusnya jadi Badan Pengamanan Presiden.

"Nantinya, pimpinan Paspampres dijabat oleh kepala badan berpangkat bintang tiga," kata Rapsel Ali, dalam keterangan persnya yang diterima Beritasatu.com, Rabu (25/12/2019).

Politikus Nasdem ini membandingkan pengamanan presiden dan wapres di sejumlah negara. Amerika Serikat (AS) misalnya, pengamanan presiden identik dengan Secret Service atau dinas rahasia di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Penyerangan Wiranto, Paspampres Tidak Tambah Personel

Mereka bertugas melindungi keselamatan presiden dan pejabat tinggi di negara tersebut. Bahkan, jika perlu, dengan mengorbankan nyawa mereka sendiri.

Selain itu, aktivitas Presiden AS selalu dikelilingi agen-agen Secret Service, dengan terus ditempel sepanjang jam berputar, 24 jam sehari, tujuh hari sepekan. Dinas rahasia AS ini memiliki 4.400 agen yang tersebar di 136 kantor di seluruh Amerika, juga di luar negeri.

Di Indonesia sendiri, pengamanan Presiden dan Wapres diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2013. Di situ dijelaskan, bahwa Prsiden dan Wapres beserta keluarganya dan tamu negara setingkat kepala negara/kepala pemerintahan merupakan representasi negara yang harus mendapat perlakuan pengamanan secara khusus.

"Ancaman dan gangguan dapat membahayakan keselamatan dan keamanan mereka, serta dapat menjatuhkan kehormatan, martabat, dan kewibawaan pemerintah," jelas pria asal Sulsel ini.

Menurut Rapsel, pengamanan Presiden/Wapres beserta keluarganya merupakan hal yang sangat vital mengingat mereka merupakan representasi negara.

"Menjaga harkat martabat dan wibawa negara menjadi tugas dan fungsi utama, jadi sudah selayaknya Paspampres menjadi kesatuan lembaga berbentuk Badan seperti misalnya BNPT dan BNPB," jelas Rapsel Ali.

Selain itu, Rapsel menambahkan, jabatan Badan Pengamanan Presiden ini nantinya akan menjadi jabatan promosi menjadi kepala staf (KSAD, KSAL, KSAU).

"Jadi, bisa menjadi kepala staf jika sudah pernah menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Pengamanan Presiden," pungkas Rapsel Ali.



Sumber: BeritaSatu.com