Menko Termuda Sepanjang Sejarah, Puan Terima Penghargaan Lemhanas

Menko Termuda Sepanjang Sejarah, Puan Terima Penghargaan Lemhanas
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menerima anugerah pin tanda alumni kehormatan dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) atas darma bakti yang telah diberikan bagi Indonesia. ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Kamis, 5 September 2019 | 20:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menerima anugerah pin tanda alumni kehormatan dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) atas darma bakti yang telah diberikan bagi Indonesia.

Gubernur Lemhanas Agus Widjojo mengatakan, Puan dinilai cakap selama mengabdi dan mengemban tugas sebagai Menko PMK, bahkan tercatat sukses sebagai menko termuda sepanjang sejarah kabinet Indonesia.

"Beliau adalah menteri koordinator termuda sepanjang sejarah kabinet menteri di Indonesia, dan sebagai sosok perempuan muda yang inovatif telah mampu memberikan kontribusi karya pemikiran yang luar biasa dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia," kata Agus di kantor Lemhanas, Jakarta Pusat, Kamis (5/8/2019).

Agus menyebut Puan sebagai sosok warga negara Indonesia yang setia dan taat pada Pancasila dan UUD 1945 serta memiliki integritas moral dan keteladanan.

Pemberian penghargaan tersebut didasari oleh keputusan Gubernur Lemhanas RI nomor 134 tahun 2019 yang dikeluarkan pada 28 Agustus 2019.

"Ini merupakan bentuk penghargaan yang diberikan Lemhanas RI kepada warga negara Indonesia yang tidak mengikuti program pendidikan reguler maupun singkat Lemhanas RI, namun telah memberikan darma bakti, karya dan sumbang pemikiran yang luar biasa terhadap pengembangan Lemhanas RI pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya," ujar Agus.

Puan juga dianggap cukup sukses mengkoordinir delapan kementerian yang berada di bawahnya, terbukti dengan sejumlah capaian yang diraih selama lima tahun terakhir.

Di antaranya turunnya prosentase angka kemiskinan dari 11,22 persen pada 2015 menjadi 9,40 persen pada 2019, serta tidak adanya status low human development di seluruh Provinsi di Indonesia sejak 2018.

"Memenuhi kriteria dianggap berjasa untuk mengembangkan Lemhanas RI khususnya, dan pembangunan manusia dan kebudayaan di Indonesia pada umumnya," ucap Agus.



Sumber: BeritaSatu TV