Rusuh Fakfak, Satu Orang Luka Berat

Rusuh Fakfak, Satu Orang Luka Berat
Sebuah bangunan terbakar sebagai buntut aksi demo massa di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (21/8), diduga dipicu ejekan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. ( Foto: istimewa )
Farouk Arnaz / YUD Rabu, 21 Agustus 2019 | 19:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Rusuh di Papua dan Papua Barat yang dipicu hoax dan hinaan rasial mulai memakan korban. Satu korban dilaporkan mengalami luka berat pasca rusuh di Fakfak, Papua Barat, Rabu (21/8/2019).

Menurut Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, rusuh di Fakfak juga meyebakan satu pasar dan gedung kantor Dewan Adat terbakar. Juga ada dua mobil dan beberapa rumah yang kacanya pecah.

“Juga ada satu korban luka berat karena bentrok antar massa," kata Dedi, Rabu (21/8/2019). Sementara di Timika kondisi juga dilaporkan menghangat namun bisa dikendalikan.

Seperti diberitakan rangkaian rusuh dipicu saat aparat dan ormas meneriakan sejumlah kata “kebun binatang” saat mereka menangkap mahasiswa asal bumi Cendrawasih itu di Surabaya pada Jumat (16/8/2019).

Mereka ditangkap dengan dugaan perusakan bendera dan penangkapan itu diwarnai gas air mata.

Para mahasiswa mengaku tak tahu menahu atas rusaknya bendera itu dan memang tak ditemukan bukti yang menyatakan mahasiswa merusak bendera.

Akhirnya mereka dilepaskan pada 17 Agustus tengah malam. Namun hinaan dan ditambah kabar hoaks itu telah membakar masyarakat Papua.



Sumber: BeritaSatu.com