Kodam Cenderawasih: Senjata KKB Didapatkan dari Berbagai Sumber

Kodam Cenderawasih: Senjata KKB Didapatkan dari Berbagai Sumber
Senjata dan amunisi Gerombolan Separatis Papua yang dipamerkan Kodam XVII Cenderawasih. (Foto: dok)
Robert Isidorus / YUD Jumat, 26 Juli 2019 | 10:08 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Beberapa bulan yang lalu berhasil ditangkap WN Polandia di Wamena yang melakukan transaksi amunisi dengan Organisasi Papua Merdeka. Hasil penangkapan tersebut, barang bukti berupa ratusan amunisi berhasil diamankan namun kemungkinan, ribuan butir amunisi berhasil dilarikan.

Dengan garis perbatasan negara yang begitu luas di Papua serta garis pantai yang panjang membuat Papua tidak memungkinkan dijaga selama 24 jam penuh. Kondisi itu menjadi peluang pasokan amunisi dari luar Indonesia.

"Pasca kerusuhan Ambon dan Poso tersebar senjata dan amunisi di tangan perusuh dan belum semuanya berhasil ditarik kembali ke negara, kemungkinan sebagian besar disusupkan masuk ke Papua,"ujar Kapendam XVII Cenderawasih, Kol Muhammad Aidi kepada wartawan, Jumat (26/7/2019).

Lebih lanjut Aidi memaparkan bahwa terjadinya konflik di beberapa negara tetangga seperti Pilipina juga menjadi peluang sumber pasokon amunisi dan senjata ke Papua.

"Beberapa kali terjadi penyerangan Pos TNI Polri dan mereka berhasil merampas senjata dan amunisi dari tangan aparat. Disinyalir keterlibatan tokoh-tokoh Papua tertentu yang mendukung perjuangan KSB dengan indikator bahwa pada saat KSB melaksanakan serangkaian tindakan kekerasan, pembantaian, penyerangan, pemerkosaan dan lain-lain," ujarnya.

Ditegaskan, Pemda dan tokoh-tokoh Papua justru diam, bungkam seribu bahasa. "Namun saat negara bertindak mengerahkan aparat keamanan TNI Polri, mereka ramai-ramai protes, mengkritik, memaki, memfitnah bahkan meminta TNI-Polri ditarik dari Nduga," tegasnya.

Jadi bukan tidak mungkin para tokoh Papua tertentu diduga berada dibalik pergerakan KSB yang saat ini bersembunyi di hutan ujar Aidi.



Sumber: Suara Pembaruan