Komisi I DPR Belum Terima Draf Revisi UU TNI soal Dwifungsi

Komisi I DPR Belum Terima Draf Revisi UU TNI soal Dwifungsi
Ilustrasi prajurit TNI. (Foto: Antara)
Robertus Wardi / WBP Senin, 11 Maret 2019 | 16:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengemukakan sampai saat ini, Komisi I belum menerima draf revisi UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI. Dengan demikian, Komisi I belum bisa memberikan pandangan terkait rencana tersebut.

"Belum ada rencana revisi dari DPR untuk UU TNI," kata Abdul Kharis Almasyhari di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Abdul Kharis Almasyhari tidak tahu dari mana asal ususan itu dan kapan diajukan. DPR hanya menunggu jika memang ada usulan perubahan.

Sementara anggota Komisi I DPR Jerry Sambuaga merasa‎ yakin wacana untuk mengembalikan dwifungsi TNI tidak akan terjadi. Alasannya, konsep supremasi sipil sudah berjalan dengan baik selama ini. Di sisi lain, semenjak reformasi, TNI sebagai alat pertahanan negara sudah berfungsi secara profesional. "Pemerintah dan seluruh elemen bangsa serta masyarakat harus selalu diingatkan dan ditegaskan akan kepemimpinan yang dilandasi oleh semangat supremasi sipil," kata Jerry Sambuaga.

Jerry Sambuaga mengakui bahwa ada beberapa posisi, yang diperuntukkan pada TNI sebetulnya tidak masalah selama tidak bertentangan dengan undang-undang. Memang ada beberapa pos yang memerlukan keahlian dan spesifikasi khusus yang dimiliki TNI. Contohnya Bakamla, Kemhan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) karena memang posisi-posisi tersebut membutuhkan spesifikasi khusus dari TNI. "Yang paling penting adalah posisi-posisi tersebut tidak bertentangan dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku," tegas Jerry Sambuaga.

Menurut Jerry Sambuaga, ‎Komisi I DPR selalu berpegang kepada UU TNI yang sudah ada karena UU tersebut sudah menunjukan semangat profesionalitas TNI dan menjunjung tinggi supremasi sipil. Jika pun benar ada wacana atau rencana untuk revisi UU TINI, dia yakin untuk mempertegas kepemimpinan sipil yang sudah berjalan baik selama ini.

"Harapan kami semua akan lebih ditingkatkan lagi semangat supremasi sipil dan semangat profesionalitas TNI. Supremasi sipil dan profesionalitas TNI sebenarnya saling mengisi dan mendukung. Supremasi sipil akan optimal ketika profesionalitas TNI maksimal. Demikian juga profesionalitas TNI akan maksimal ketika supremasi sipil optimal," tutup Jerry Sambuaga.



Sumber: Suara Pembaruan