Dirut BUMN Harus Ikut Cegah Penyebaran Radikalisme

Dirut BUMN Harus Ikut Cegah Penyebaran Radikalisme
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BUMN) Komjen Pol Suhardi Alius dan Menteri BUMN Rini Soemarno. ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Senin, 11 Maret 2019 | 15:37 WIB

Lembang, Beritasatu.com - Para chief executive officer (CEO) atau direktur utama (Dirut) badan usaha milik negara (BUMN) diminta untuk dapat melakukan identifikasi dan mengambil keputusan dalam upaya melakukan pencegahan paham radikal terorisme agar tidak menyebar di lingkungan instansi kantor BUMN.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BUMN), Komjen Pol Suhardi Alius, saat menjadi narasumber utama pada pembukaan acara BUMN Great Leaders Camp.

Acara ini dihadiri 181 peserta terdiri dari 148 dirut BUMN, 4 wakil dirut BUMN se-Indonesia, 25 pejabat kementerian BUMN, dan empaat orang pemimpin redaksi ini digelar di Gedung Utaryo kompleks Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lemdiklat Polri, Lembang, Minggu (10/3) malam.

“Jadi para CEO BUMN ini dia mesti harus bisa mengidentifikasi dan mengambil keputusan mengenai bagaimana cara mencegah, mengidentifikasi, dan juga langsung melakukan tindakan-tindakan yang cepat sehingga betul-betul steril semua anggota BUMN khususnya dan juga termasuk lingkungannya,” ujar Suhardi Alius dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut Suhardi Alius mengatakan, sesuai penjelasan dari Menteri BUMN, Rini Soemarno, ada 2 juta lebih karyawan BUMN yang kemungkinan juga bisa terinfiltrasi penyebaran paham radikal terorisme. Hal itu karena penyebaran paham tersebut bisa masuk dari mana saja.

Alumni Akpol 1985 itu berharap kepada masing-masing BUMN untuk bisa menjalin kerja sama yang lebih intensif dengan BNPT sebagai upaya pencegahan paham radikal terorisme di lingkungan masing-masing BUMN.

“Tidak mungkin tidak menjalin kerja sama, harus. Pegawai BUMN kita semuanya ada 2 juta lebih. Ada 150 CEO BUMN se-Indonesia yang ada di bawah kendali Menteri BUMN. Kalau bisa bersinergi dengan baik insyaallah kita semuanya akan maju untuk bangsa ini,” ujar mantan Kapolda Jawa Barat ini.

Menanggapi pertanyaan salah satu dirut BUMN yang berharap adanya kurikulum khusus terhadap menumbuhkan pendidikan karakter terhadap anak bangsa dan juga terhadap jajaran pegawai BUMN, Suhardi Alius mengatakan, hal tersebut selama ini sudah dibicarakan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan, penyebaran paham radikal terorisme selama ini sudah tidak mengenal tempat. Oleh karena itu, pihaknya mengundang Kepala BNPT untuk memberikan pembekalan secara utuh kepada para CEO BUMN.

“Kami meminta Kepala BNPT untuk memberikan gambaran kepada kita semua mengenai sebenarnya seberapa besar masalah terorisme ini, dan dari hasil paparan tadi terlihat bahwa ternyata sangat besar. Karena usaha dari BUMN itu beraneka ragam. dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, tentunya ini kita tidak terlepas dari masalah itu, terutama karyawan kita secara menyeluruh itu hampir dua juta orang di seluruh Indonesia,” ujar Rini Soemarno.



Sumber: Suara Pembaruan