Bali, Destinasi Incaran Wisatawan Milenial Australia

Bali, Destinasi Incaran Wisatawan Milenial Australia
Seniman menampikan kesenian Tektekan saat pembukaan obyek wisata Ulun Danu Beratan, Tabanan, Bali, Senin 20 Juli 2020. (Foto: istimewa)
Elvira Anna Siahaan / EAS Minggu, 2 Agustus 2020 | 19:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Berwisata ke luar negeri saat ini menjadi kegiatan yang langka di lakukan. Kebanyakan orang di seluruh dunia khawatir apakah negara wisata yang mereka tuju menerapkan protokol kesehatan dengan standar WHO.

Morgan Reardon, editor lifestyle dari Urban List, dalam seminar Indonesian Sellers Meeting untuk pasar Australia bertajuk “Indonesian Sellers Meeting: Australia Update-Insights To Tap The Youth FIT Segment”, Minggu (2/8/2020), menjelaskan generasi milenial adalah pasar yang menjanjikan untuk kebangkitan pariwisata.

Kemungkinan lebih dari setengah milenial akan bepergian dengan pasangan mereka, sementara Gen Z hampir dapat melakukan perjalanan dengan teman-teman seperti halnya dengan pasangan mereka. Untuk pertanyaan paling penting, ke mana mereka akan pergi? Bagi orang Australia saat ini adalah Selandia Baru, tetapi Bali juga menjadi topik pembicaraan mereka.

Namun tidak dipungkiri ada perubahan konten tren perjalanan paling populer dari perilaku orang Australia selama Covid-19. Tercatat pada Maret 2020, berdasarkan survei ada 82% orang Australia berpikir mereka tidak akan tinggal di tempat lain saat ini, 51% mengatakan bahwa rasa kebanggaan mereka sebagai orang Australia telah meningkat selama 3 bulan terakhir, dan hampir 45%, orang Australia mengatakan bahwa ketika perbatasan dibuka kembali mereka siap melakukan perjalanan antar negara tetapi tidak secara internasional.

"Orang Australia telah menyadari nilai bepergian lebih dekat ke rumah. 3 dari 4 orang lebih cenderung mempertimbangkan berlibur di Australia dibandingkan ketika masa sebelum Covid-19, dan 2 dalam 3 orang berencana untuk melakukan roadtrip atau perjalanan keluar perbatasan

Sebagai kesimpulan, Vinsensius Jemadu selaku Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I (Indonesia, ASEAN, dan Oseania) Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif menjelaskan bahwa stakeholder pariwisata Indonesia, terutama para sellers dengan pasar Australia harus siap.

"Kita dapat membangun strategi yang kuat dan bermakna untuk menyambut para wisatawan Australia ke Indonesia,” kata Vinsensius Jemadu.



Sumber: BeritaSatu.com