Kemhub Dukung Kebangkitan Pariwisata Bali

Kemhub Dukung Kebangkitan Pariwisata Bali
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Bali, Minggu 2 Agustus 2020. (Foto: dok)
Herman / YUD Minggu, 2 Agustus 2020 | 16:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Guna menghidupkan kembali pariwisata Bali yang ikut terpuruk akibat pandemi Covid-19, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemhub) akan memberikan sejumlah dukungan melalui penerapan protokol kesehatan dalam bertransportasi. Ini penting agar pariwisata Bali kembali bangkit, namun di sisi lain penyebaran Covid-19 juga tetap bisa dikendalikan.

Baca juga: Bali Terpilih Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia

Hal ini disampaikan Budi Karya Sumadi saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Bali, Minggu (2/8/2020). Dalam pertemuannya ini, beberapa hal yang dibahas antara lain kelanjutan pembangunan infrastruktur transportasi, penanganan transportasi yang aman dan sehat di masa adaptasi kebiasaan baru, dan rencana ground breaking Pelabuhan Penyeberagan di Nusa Penida untuk mendukung pariwisata di Bali pada 3 Agustus 2020.

“Kita tahu saat pandemi terjadi, pariwisata di Bali mengalami keterpurukan. Ini saatnya Bali bangkit kembali menjadi destinasi wisata favorit, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Kementerian Perhubungan siap mendukung kebangkitan pariwisata di Bali melalui penerapan protokol kesehatan dalam bertransportasi. Kita harus lakukan ini secara konservatif dan hati-hati untuk mencegah penularan Covid-19,” jelas Budi Karya Sumadi.

Baca juga: Menhub Usulkan Syarat Bepergian dengan SIKM Dihapus

Akibat ditutupnya Bali sejak April 2020, jumlah pergerakan pesawat dan penumpang memang mengalami penurunan yang sangat signifikan. Tercatat dari data Angkasa Pura I Ngurah Rai Bali, sejak April-Juni 2020 penurunan pergerakan pesawat mencapai 90% lebih atau hanya sekitar 500 sampai 1.000 pergerakan pesawat per bulannya. Padahal biasanya dalam satu bulan terdapat sekitar 10.000 sampai 13.000 pergerakan penumpang.

Sementara itu untuk pergerakan penumpang juga mengalami penurunan 95% hingga 99% pada bulan April-Juni 2020, atau hanya ada sekitar 8.000 sampai 20.000 penumpang per bulannya. Padahal di bulan yang sama pada tahun lalu, pergerakan penumpang bisa mencapai 1-2 juta lebih penumpang per bulan.

Namun, setelah Pemerintah menetapkan masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), pada bulan Juli pergerakan pesawat maupun penumpang domestik dari dan ke Bali mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan bulan April-Juni 2020. Pada periode 1-25 Juli 2020 tercatat sebanyak 954 penerbangan (meningkat dibandingkan pada periode 1-25 Juni 2020 yang hanya 416 penerbangan) dan 56.000 lebih penumpang (meningkat dibandingkan pada periode 1-25 Juni 2020 yang hanya 14.000 lebih penumpang).

Baca juga: Kemhub Bantah Berita Menhub Kembali Positif Covid-19

"Melalui Permenhub 41 Tahun 2020 dan aturan turunannya, Kemhub bersama para operator transportasi dan Pemerintah Daerah telah berkomitmen bersama untuk melakukan pengendalian transportasi dalam rangka menciptakan perjalanan yang aman dan sehat bagi masyarakat melalui penerapan protokol kesehatan, mulai dari area keberangkatan, saat dalam perjalanan, sampai saat tiba di area kedatangan. Hal itu dilakukan agar masyarakat tetap dapat produktif namun tetap aman dari penularan Covid-19,” kata Menhub.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan secara bertahap Pemerintah Provinsi Bali telah membuka aktivitas masyarakat lokal pada 9 Juli lalu. Kemudian pada 31 Juli kemarin, Bali membuka sektor pariwisata bagi turis domestik di masa adaptasi kebiasaan baru. Nantinya secara bertahap Bali kembali akan membuka sektor pariwisata bagi para turis mancanegara.

Gubernur Bali memastikan, pembukaan kembali sektor pariwisata di Bali diikuti dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat oleh para pelaku usaha pariwisata di Bali. Pemprov Bali melihat para pelaku usaha telah siap menjalankan protokol kesehatan, dan sejauh ini pelaksanaan pembukaan kembali pariwisata di Bali telah berjalan baik.



Sumber: BeritaSatu.com