Tiga Strategi Merek Sepatu Lokal Bertahan di Tengah Covid-19

Tiga Strategi Merek Sepatu Lokal Bertahan di Tengah Covid-19
Koleksi sepatu kulit Guten Inc (Foto: ist / ist)
Mardiana Makmun / MAR Minggu, 12 Juli 2020 | 17:07 WIB

JAKARTA, Beritasatu.com-- Bisnis fashion termasuk yang terdampak pandemi Covid19. Hal ini dialami oleh merek fashion lokal Guten Inc.

“Saat ini Guten Inc masih memfokuskan untuk menjadi brand terdepan di Indonesia. Komitmen ini pun membuat kami bisa bertahan di tengah kondisi sulit akibat pandemi Covid-19 yang memukul berbagai sektor bisnis. Meski saat ini Guten Inc ikut terpukul, namun masih dapat membayarkan gaji karyawan tanpa pengurangan sama sekali,” kata pemilik Guten Inc, Muhammad Ramadhan dalam keterangan pers.

Strategi yang dilakukan Guten Inc, kata Ramadhan adalah pertama turut membantu para tenaga medis, dengan membuat kampanye Buy 1 Get 1. Setiap pembelian satu produk Guteninc sama dengan menyumbangkan satu masker untuk rumah sakit yang membutuhkan. Program ini juga menyisihkan sebagian keuntungan penjualan untuk didonasikan kepada yang membutuhkan.

Kedua, Guten Inc juga ikut merangkul salah satu influencer, dr. Tirta dan fundraising website Kitabisa, untuk membantu kampanye ini. Saat ini Guteninc sukses mengumpulkan ribuan masker dan APD untuk rumah sakit di daerah Jakarta termasuk Rumah Sakit Islam Jakarta, RSUD Kembangan, dan lainnya. Ketiga, “Di masa pandemi Guten Inc juga memproduksi artikel kaos dengan judul ‘world pandemic T-shirt’," jelas Ramadhan.

Ramadhan mengisahkan awal mula membangun brand Guten Inc. Saat berlibur ke Bandung pada 2011, pemuda asal Makassar ini justru terpikir membangun bisnis fashion dengan mengambil barang dari Bandung untuk dijual kembali ke Makassar. Pilihannya jatuh pada sepatu-sepatu KW karena memang saat itu sepatu KW sedang tren.

Ramadhan mencari sepatu KW di jalanan Cibaduyut, Bandung. Tak menemukan sepatu KW, ia justru bertemu dengan vendor-vendor sepatu kulit yang dulu pernah mengerjakan merek sepatu berkualitas. Nah, dari situlah, Ramadhan berpikir dari pada menjual sepatu KW, lebih baik membikin merek sepatu sendiri.

"Akhirnya bermodal uang jajan, saat itu saya mulai memproduksi sepatu kulit 25 pasang untuk dikirim ke Makassar dan saya beri merek Guten Inc. Saya juga menjual di media-media online seperti Kaskus dan lain-lain," ucapnya.

Produknya didesain dengan target market awal anak-anak kuliahan, mulai umur 18 sampai 25 tahun. Nah, masuk tahun ketiga Guten Inc mulai mencari pelengkap dan memproduksi apparel casual basic dan disambut baik oleh customer.

"Dari awal mula sepatu kulit dan merambah sampai ke apparel dan accesories bukan proses yang mudah kami lewati. Jatuh bangun sudah dirasakan, bagaimana caranya brand ini harus tetap berjalan," kata dia.

Saat ini, Guten Inc sudah memiliki empat otlet, yakni dua di Bandung,satu di Makassar, dan satu di Tebet Raya, Jakarta Selatan. Penjualan produknyamencapai ratusan ribu buah dengan omset puluhan miliar per tahun.

Salah satu strateginya adalah dengan berkolaborasi bersama artis-artis ternama, seperti Anya Geraldine, Jessica Milla, Onadio Leonardo, dan sudah banyak memberikan endorsement untuk artis-artis instagram (selebgram). Bahkan, Guten Inc juga berkolaborasi dengan NASA yang bertajuk Jericho Moonshadow terinspirasi dari sejarah berharga explorasi NASA ‘environment beyond earth’. Jericho moonshadow space collection termasuk dalam kategori sneakers model low top chunky ala “dad shoes”.

"Produk sepatu ini hanya diproduksi 200 pasang dengan sistem pembelian pre order, dan kuotanya sudah penuh dalam waktu satu hari, dan menjadikannya sebagai satu-satunya brand lokal yang bisa berkolaborasi dengan NASA," tandas Ramadhan bangga.



Sumber: BeritaSatu.com