Akselerasi Pertumbuhan UMKM Kuliner Lewat Kolaborasi

Akselerasi Pertumbuhan UMKM Kuliner Lewat Kolaborasi
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (tengah) mengimbau rekan-rekan UMKM untuk beradaptasi dengan cepat dan berinovasi sesuai perubahan tuntutan pasar pasar di erah normal baru. (Foto: SP/Dina Fitri Anisa / isimewa)
Dina Fitri Anisa / EAS Kamis, 9 Juli 2020 | 22:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah berkolaborasi dengan layanan Dapur Bersama GoFood berkolaborasi untuk mengakselerasi pertumbuhan skala usaha UMKM kuliner.

Dapur Bersama adalah ruang kerja yang lengkap dengan fasilitas pendukung untuk restoran dan UMKM kuliner, dan terintegrasi dengan sistem teknologi serta layanan pengantaran ojek online.

Sebanyak 80% peserta Dapur Bersama adalah mitra skala UMKM, yang rata-rata mengalami peningkatan transaksi sebesar 70% sejak mereka bergabung.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki pun mengimbau rekan-rekan UMKM untuk beradaptasi dengan cepat dan berinovasi supaya tetap berdaya saing tinggi, sesuai perubahan tuntutan pasar pasar.

“Untuk UMKM kuliner di Indonesia, layanan Dapur Bersama ini menjawab kebutuhan adaptasi, sekaligus mempersiapkan UMKM untuk naik kelas dan berdaya saing tinggi. Saya mengapresiasi dan mendukung pengembangan model bisnis ini, sehingga lebih banyak UMKM yang dapat bertumbuh bersama,” terangnya dalam rilis yang diterima Suara Pembaruan, Kamis (9/7/2020).

Selanjutnya, Teten Masduki pun mengatakan, model bisnis kolaborasi ini yang menjadi wujud nyata keberhasilan visi konsep Rumah Produksi Bersama, yang digagas oleh Kementerian Koperasi dan UKM untuk membantu UMKM menjalankan bisnisnya dan berkembang.

Sejak diluncurkan pada Oktober 2019, Dapur Bersama GoFood kini beroperasi di 27 lokasi di tiga wilayah di Indonesia, yaitu Jabodetabek, Bandung, dan Medan. Kapasitas saat ini telah mencapai sekitar 250 outlet usaha kuliner dan 80% merupakan UMKM.

Dapur Bersama juga konsisten memberlakukan protokol keamanan dan menerapkan standar kebersihan dan kesehatan dalam mengelola makanan mengikuti Panduan BPOM.



Sumber: BeritaSatu.com