Qantas Hentikan Penerbangan Internasional hingga Oktober

Qantas Hentikan Penerbangan Internasional hingga Oktober
Pesawat Boeing 787 Dreamliner milik Qantas. (Foto: Qantas)
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 20 Juni 2020 | 23:53 WIB

Sydney, Beritasatu.com - Maskapai Qantas telah memutuskan untuk membatalkan seluruh rute penerbangan internasional hingga akhir Oktober, kecuali untuk rute penerbangan ke Selandia Baru.

Baca Juga: Bandara Silangit Kembali Beroperasi

Keputusan itu muncul setelah Menteri Pariwisata Australia, Simon Birmingham, menyatakan, pembatasan perjalanan ke luar negeri kemungkinan akan dibuka kembali tahun depan.

Merespon kondisi tersebut, pihak Qantas mengisyaratkan layanan penerbangan internasional dapat dilanjutkan jika larangan perjalanan antara Australia dan negara-negara lain dibuka.

"Dengan perbatasan Australia diatur untuk tetap ditutup untuk beberapa waktu, kami telah membatalkan sebagian besar penerbangan internasional sampai akhir Oktober," kata seorang juru bicara Qantas dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Beritasatu.com dari laman News, Sabtu (20/6/2020).

Baca Juga: AirAsia Indonesia Kembali Layani Penerbangan

Pihak Qantas menyatakan, masih memiliki beberapa jadwal penerbangan dalam beberapa bulan ke depan, dengan sebagian besar merupakan rute perjalanan antara Australia dan Selandia Baru.

"Jika rute penerbangan internasional antara Australia dan negara-negara lain telah dibuka, kami dapat menambahkan lebih banyak penerbangan ke dalam jadwal,” kata juru bicara Qantas.

Sementara itu, pendiri dan CEO Flight Center, Graham Turner, menyatakan, keputusan Qantas untuk membatalkan seluruh penerbangan internasional hingga akhir Oktober, merupakan kebijakan yang tepat.

Baca Juga: Qantas Pertahankan Gelar Maskapai Paling Aman di Dunia

“Saya pikir Qantas telah membuat keputusan tepat, karena mungkin tidak akan ada banyak perjalanan internasional hingga akhir September. Rute ke Selandia Baru merupakan pengecualian yang jelas. Sementara itu, mungkin ada beberapa negara lain. Namun, saat ini kondisinya masih agak berantakan,” kata Turner.



Sumber: BeritaSatu.com