Tip Atasi Kebotakan Sejak Dini

Tip Atasi Kebotakan Sejak Dini
Frans Hery Widjaja melakukan tindakan terapi Smartskin Hair Growth kepada salah satu pasien yang mengalami alopesia areata (kebotakan). ( Foto: istimewa )
Dina Fitri Anisa / EAS Senin, 17 Februari 2020 | 19:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Berbicara soal kebotakan, yang terbayang di dalam benak adalah laki-laki paruh baya berusia antara 40 sampai 50 tahunan. Namun, tahukah Anda? Ternyata kebotakan atau alopesia areata mulai banyak terjadi pada kalangan muda di rentan usia 25 hingga 30an, bahkan terjadi pula pada kaum hawa.

Diakui, masalah rambut rontok memang sering sekali membuat resah. Terlebih lagi jika kerontokan rambut semakin parah dan membuat kulit kepala mulai kelihatan, bisa jadi itu tanda-tanda folikel rambut mulai terganggu. Akibatnya, seseorang akan mengalami alopesia areata.

Menurut ahli kecantikan, Frans Hery Widjaja, dalam kondisi tertentu bisa saja rambut rontok 50 hingga 100 helai per hari. Namun, jika terjadi kerontokan dalam jumlah lebih dari normal dan frekuensi rontok sering terjadi misalnya saat keramas, atau pun saat bangun pagi, itu adalah proses kronis dari kebotakan tanpa atau dengan jaringan parut. Penyebab utamanya disinyalir karena autoimune.

"Umumnya pertumbuhan rambut terbagi dalam 3 fase, fase anagen (tumbuh), katagen (istirahat) dan telogen (rontok). Pada beberapa pasien, fase anagen ini berlangsung lebih cepat, sehingga baru muncul sudah rontok,” terangnya saat dijumpai Beritasatu.com, di Wijaya Platinum Clinic (WPC), Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Lantas, bagaimana cara yang tepat untuk mengatasi alopesia? Frans pun mengatakan, seiring berkembangnya zaman muncul berbagai metode yang ditawarkan untuk mengatasi kebotakan alopesia areata. Mulai dari hair tonic dengan berbagai bahan baku herbal untuk merangsang pertumbuhan rambut, terapi smartskin hair growth, sampai penggunakan PRP (darah pasien sendiri yang diambil dari plasma yang mendekati buffy coat).

Berhasil

Dari sederet perawatan tersebut, Frans mengatakan terapi rambut dengan teknologi smartskin hair growth dari Korea yang memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, yaitu 70-80%. Dalam jangka waktu perawatan 3 sampai 5 bulan, pengguna terapi ini akan melihat perubahan yang signifikan dan juga permanen.

"Kami mencoba merangsang pertumbuhan rambut. Proses smartskin itu sendiri terdiri dari racikan bahan khusus yang sudah teruji berdasarkan evidence based yang mumpuni, dimasukan dengan alat khusus microneedling sehingga tidak nyeri saat disuntikan di kulit kepala," terangnya.

Terapi ini dilakukan 1 hingga 2 kali setiap bulannya, dengan waktu tindakan hanya 60-90 menit sudah termasuk proses anastesi. Perawatan ini akan memberikan nutrisi langsung pada folikel rambut, merangsang peredaran darah dan yang utama adalah merangsang supaya folikel rambut bisa tumbuh sehat kembali, 3 kali lebih cepat dari cara konvensional.



Sumber: BeritaSatu.com