Pemerintah Aceh Kian Fokus Kembangkan Sektor Pariwisata

Pemerintah Aceh Kian Fokus Kembangkan Sektor Pariwisata
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah pada Forum Silaturahmi Aceh Meusapat II di Jakarta, Sabtu 21 Desember 2019. ( Foto: istimewa / istimewa )
Jayanty Nada Shofa / JNS Sabtu, 21 Desember 2019 | 11:22 WIB

JAKARTA, Beritasatu.com - Pemerintah Aceh saat ini kian fokus pada pembangunan sektor pariwisata.

Adapun sektor pariwisata yang dipadukan dengan pengembangan usaha kreatif masyarakat tertera pada 15 program unggulan Pemerintah Aceh. Dengan adanya berbagai daya tarik wisata di Aceh - seperti wisata alam, budaya, buatan maupun cagar budaya - menjadikan sektor ini menjanjikan.

"Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh mengidentifikasi setidaknya ada 797 objek wisata serta 774 situs dan cagar budaya yang tersebar di 23 kabupaten/kota di seluruh Aceh," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah pada Forum Silaturahmi Aceh Meusapat II di Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Beragam seni budaya yang unik dan aksesibilitas yang tinggi menjadi daya tarik bagi masyarakat dunia.

"Semua lokasi tujuan wisata itu dapat dikunjungi melalui jalur darat, laut, dan udara. Tersedia pula penerbangan internasional ke Aceh, seperti dari Penang, Kuala Lumpur, dan juga Jeddah. Sekarang sedang dibahas rencana pembukaan jalur penerbangan baru dari Aceh ke India (Port Blair), serta rute Sabang–Phuket– Langkawi," jelasnya.

Dengan kemudahan akses serta beragam budaya, angka wisatawan di Aceh terus meningkat. Pada tahun 2018, tercatat 2,5 juta wisatawan yang merupakan peningkatan sebesar 20% dari tahun sebelumnya. Untuk tahun 2019 ini, kunjungan itu diperkirakan mencapai 3 juta orang.

"Terpilihnya Aceh sebagai “World’s Best Halal Cultural Destination” kian mendorong kami untuk lebih bersemangat membenahi berbagai fasilitas wisata itu. Dengan demikian, wisata Aceh mampu meraih Peringkat terbaik pada Global Muslim Travel Index (GMTI) 2020," ujar Nova.

Data Aceh Dalam Angka juga memperlihatkan kontribusi pariwisata pada PDRB Aceh yakni 5%. Walaupun saat ini masih berada di urutan ke-8 dibandingkan dengan sektor lainnya, pemerintah optimis sektor ini dapat menjadi salah satu penyangga perekonomian Aceh.

Dalam pembangunannya, Pemerintah Aceh turut belajar dari kesuksesan pariwisata Bali dan Lombok. Tak hanya itu, kesuksesan Banyuwangi yang dinobatkan oleh Badan Pariwisata PBB sebagai destinasi wisata dengan perkembangan yang sangat pesat juga menjadi motivasi bagi Pemerintah Aceh.

"Masukan dari para akademisi, pengelola usaha pariwisata dan para traveller juga sangat kami harapkan. Dengan demikian, upaya kita untuk mempopulerkan branding ‘The Light of Aceh’ atau ‘Cahaya Aceh’ dapat menuai hasil yang memuaskan," jelasnya.

Dengan demikian, Pemerintah Aceh bertekad menjadi salah satu daerah yang memberikan kontribusi dalam memajukan sektor wisata di Tanah Air.

"Situasi keamanan Aceh yang sangat kondusif, ditambah lagi maraknya berbagai atraksi budaya yang diselenggarakan masyarakat di berbagai daerah, membuat kami sangat percaya diri untuk membangun sektor pariwisata tersebut," jelasnya.



Sumber: PR