Ini Dia Jawaban Wishnutama Terkait Pemberitaan Sulap Toba dan Bali Ramah Wisman Muslim

Ini Dia Jawaban Wishnutama Terkait Pemberitaan Sulap Toba dan Bali Ramah Wisman Muslim
Wishnutama Kusubandio (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) menanggapi pemberitaan wisata muslim di Toba dan Bali. (13/11) ( Foto: Kemenparekraf / IST )
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 13 November 2019 | 12:57 WIB

JAKARTA, Beritasatu.com - Dengan beredarnya pemberitaan "Wishnutama dan Angela Bakal Sulap Toba dan Bali Ramah Wisman Muslim", Menteri Wisata dan Perekonomian Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio kini angkat suara.

"Kami tidak pernah mengeluarkan wacana wisata muslim di Toba dan Bali dan mengeluarkan pernyataan sebagaimana yang diberitakan oleh sebuah media nasional, akan "menyulap" Toba dan Bali sebagai destinasi wisata Ramah Wisman Muslim," ujarnya dalam pers rilis Kemenparekraf pada Rabu. (13/11)

Ia juga meminta maaf dan menyesalkan pemberitaan ini telah mengundang polemik di kalangan masyarakat termasuk para pelaku industri dan insan pariwisata di Tanah Air. Tak hanya itu, persepsi yang kian muncul juga bertolak belakang dengan pandangan dan komitmen Kemenparekraf dalam menghargai budaya, kearifan lokal dan keberagaman.

Dengan adanya semua pihak yang telah memberikan respon dan tanggapan, Wishnutama berterima kasih karena hal ini menjadi gambaran utuh bahwa pariwisata adalah bagian dan milik seluruh elemen bangsa.

"Pariwisata kita terbangun atas kearifan masyarakat dan budaya lokal pada tiap destinasinya, sehingga menjadi daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan. Ada keramah-tamahan khas yang dirasakan para wisatawan dengan berbagai latar kultur dan agama," ujar Wishnutama.

Ia turut meyakini bahwa budaya, kearifan lokal, dan kekayaan alam harus dijaga dengan baik agar pariwisata Indonesia selalu menciptakan daya tarik bagi wisatawan dan mendatangkan kesejahteraan rakyat. Dikarenakan pariwisata adalah aktivitas yang universal, seluruh tempat wisata di Indonesia terbuka bagi seluruh wisatawan, apapun latar belakang agama, kepercayaan dan kewarganegaraannya.

Wishnutama juga membahas terkait fokus Kemenparekraf ke depannya yakni pengembangan destinasi wisata sesuai dengan kearifan budaya lokal agar pariwisata Tanah Air dapat berdiri kokoh di atas fondasi kebudayaan. Kekayaan alam dan budaya nusantara yang dimiliki justru merupakan aset dan modal terbesar dalam mengembangkan sektor pariwisata sekaligus sebagai daya tarik pariwisata di masing-masing destinasi.

Ia juga mengutarakan kebanggaan dan kekagumannya terhadap Bali sebagai role model pariwisata berbasis budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan toleransi sekaligus sebuah destinasi yang mampu mencerminkan harmoni dalam keberagaman. Demikian pula Toba sebagai destinasi wisata alam dengan kekayaan kultural yang amat tinggi dari masyarakatnya.

"Kami berharap sinergi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait pariwisata dapat terus dikuatkan demi pariwisata yang maju dan menyejahterakan masyarakat," tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com