Bisnis Pusat Kebugaran Tumbuh Subur di Surabaya

Bisnis Pusat Kebugaran Tumbuh Subur di Surabaya
Owner Strongest Fitness, Junaidi, saat pembukaan Strongest Fitness di BG Junction Surabaya, Kamis (19/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Amrozi Amenan )
Amrozi Amenan / FER Kamis, 19 September 2019 | 22:55 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Kebutuhan masyarakat akan gaya hidup sehat dengan berolah raga di pusat kebugaran terus meningkat di Surabaya. Hal ini memicu tumbuhnya pusat kebugaran baru di kota tersebut.

Owner Strongest Fitness, Junaidi, mengatakan saat ini tren orang datang dan berolah raga di tempat kebugaran tidak sekedar untuk penampilan yang lebih menarik, misalnya lebih tampak seksi untuk kaum wanita atau perkasa untuk kaum pria, tetapi juga ingin hidup sehat atau bahkan bisa terhindar dari berbagai penyakit karena kurangnya berolah raga disamping juga ingin meningkatkan karir.

"Karena alasan itu pula peminat pusat kebugaran terus mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir dan datang dari semua lapisan masyarakat, mulai kalangan menengah ke atas sampai menengah ke bawah, sehingga menjadikan kota ini sebagai peluang untuk bisnis pusat kebugaran," ujar Junaidi usai pembukaan pusat kebugaran Strongest Fitness di BG Junction Surabaya, Kamis (19/9/2019).

Menurut Junaidi, dipandang sebagai ladang bisnis tempat kebugaran yang menjanjikan, kota Surabaya pun menarik minat banyak pemain asing di bisnis tempat kebugaran dengan mengembangkan bisnisnya untuk mendapatkan kue yang legit dari bisnis tempat kebugaran atau fitness yang tumbuh pesat belakangan. "Sebagai pemain lokal, kami juga ingin mengambil peluang bisnis fitness yang tumbuh pesat ini," kata Junaidi.

Junaidi menyatakan untuk membuka tempat kebugaran itu, Strongest Fitness menginvestasikan dana sebesar Rp 2,5 miliar. Harapannya, dengan investasi itu juga bisa menangkap peluang bisnis dari tempat kebugaran di kota Surabaya yang terus tumbuh karena meningkatnya kebutuhan masyarakat akan gaya hidup sehat dengan berolah raga di pusat kebugaran.

"Kehadiran kami di mal yang lokasinya di Surabaya ke arah utara ini juga diantaranya untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat menengah ke bawah ini,” ujarnya.

Junaidi menambahkan, minat kalangan menengah ke bawah serta kaum remaja terhadap tempat kebugaran belakangan merupakan peluang pasar yang bagus untuk dikembangkan. Mereka yang selama ini akses ke tempat hiburan terkendala waktu, lokasi dan biaya ini juga membutuhkan edukasi yang cukup. Terutama kaum remaja yang selama ini lebih banyak mengutamakan bermain gadget ketimbang berolah raga membutuhkan edukasi.

"Untuk menginspirasi kaum remaja mau menjaga kesehatan dengan berolah raga di tempat fitness ini kam pun menggaet Jihan Ade Riani Junior peraih Putri Remaja Indonesia 2019 sebagai brand ambassador kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, Junaidi menjelaskan, meski banyak pemain asing di bisnis ini, pihaknya optimistis bisa bersaing karena pangsa pasarnya cukup luas dan konsep ditawarkan juga berbeda yang sebetulnya merespon keluhan orang terhadap pusat kebugaran. Dimana mereka mengeluhkan olah raga yang diikuti dengan diet dan suplemen. Mereka ingin olah raga tanpa diet dan asupan suplemen lain.

"Prinsip olahrga yang harus diet dan suplemen memang satu kebenaran, tetapi mereka juga ingin bagaimana olah raga tanpa diet segala karena hal itu membuat mereka tambah stres setelah seharian bekerja keras. Dari pengalaman mereka ini kami membuat konsep olah raga tanpa diet dan suplemen. Kami juga memberi pilihan dengan atau tanpa alat di tempat fitness yang kami hadirkan,” ungkapnya.

Junaidi menambahkan dengan konsep tersebut serta ditunjang oleh tren kebutuhan gaya hidup sehat masyarakat yang meningkat di Surabaya, Strongest Fitness selama empat bulan terakhir telah menggaet 379 orang sebagai anggota.

"Kami optimistis dengan biaya di kisaran Rp 280.000 sampai Rp 350.000 dalan kurun waktu enam bulan kedepan bisa menggaet 1.000 member,” imbuhnya.

 

 



Sumber: Investor Daily