Dibahas Al Quran, Biji Kurma Jadi Harapan Penderita Diabetes?

Dibahas Al Quran, Biji Kurma Jadi Harapan Penderita Diabetes?
Serunya "Berburu" Kurma di Tanah Suci ( Foto: Youtube.com/BeritaSatu / BSTV )
/ HS Minggu, 1 September 2019 | 15:03 WIB

Jakarta, Beritasatu - Rasa manis bagi penderita penyakit diabetes mellitus (kencing manis) agaknya terus menjadi momok yang menakutkan sehingga persepsi agar menghindari atau bahkan anti untuk mengonsumsinya tidak bisa dihindari.

Salah satunya, adalah buah kurma (Phoenix dactylifera), yang biasanya muncul di saat musim haji dan umrah sebagai oleh-oleh atau juga pada saat bulan Ramadan tiba. Sama seperti madu yang dihasilkan oleh lebah (Apis sp) yang terkandung di dalamnya rasa manis, ikhwal buah kurma ini, apakah aman dikonsumsi bagi penderita diabetes (diabetasi) juga menjadi perdebatan.

Hanya saja, dalam kajian agama Islam, baik madu maupun kurma, sudah ditegaskan, dalam Kita Suci Al Quran dan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW bahwa keduanya digaransi memiliki manfaat bagi kesehatan.

Dalam laman Jama'ah Salahuddin Universitas Gadjah Mada (UGM)(http://js.ugm.ac.id/2019/02/09/kurma-dalam-perspektif-quran-hadits-dan-sains/) berjudul "Kurma dalam Perspektif Qur’an, Hadits, dan Sains" disebutkan bahwa Allah SWT menyebutkan mengenai kurma itu dalam Q.S Ar-Ra'd ayat 4.

Ayat 4 dalam surah Ar-Ra'ad itu berbunyi: "Dan di Bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman, dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebagian tanaman-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir".

Keistimewaan lainnya karena Allah SWT menyebutnya sebanyak 20 kali di 16 surah yang berbeda dalam Al Quran, dan Rasulullah Muhammad SAW menjadikan kurma sehari-hari sebagai makanan wajib keluarga.

Buah ini dapat dikonsumsi tanpa mengenal batas usia, dari ujung akar sampai daun memiliki manfaat, dapat bertahan dalam suhu tinggi hingga 50 derajat Celcius dan dalam kadar garam yang ekstrem, memiliki jangka waktu kedaluwarsa hingga 1,5 tahun -- untuk kurma yang berkualitas dan disimpan dengan teknik yang baik -- dan unik karena dari dua jenis tanaman kurma, yaitu jantan dan betina, hanya tanaman kurma betina saja yang dapat menghasilkan buah (6-7 bulan).

Sebagai mukjizat, tentu Allah SWT yang menyebutkan kurma hingga 20 kali dalam Al Quran menjadi garansi dan pemastian mengenai manfaat dari buah itu.

Bila merujuk pada sejumlah penelitian telah ada pembuktian bahwa indeks glikemik kurma tergolong rendah hingga sedang. Ukuran kalori jika dengan indeks glikemik tergolong rendah adalah (< 55) atau sedang (55-70). Terdapat beberapa jenis kurma yang beredar di pasaran mempunyai indeks glikemik sekitar 46 atau termasuk indeks glikemik rendah, namun ada pula kurma yang kering mempunyai indeks glikemik 100 sehingga perlu untuk memilih dengan baik.

Untuk memvalidasi manfaat dari kurma, di mana salah satu bagiannya adalah biji, sebuah penelitian tim mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menghasilkan temuan bahwa biji kurma bisa menjadi obat antidiabetes. "Sektor industri juga dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bagian dari inovasi produk antidiabetes. Bagi masyarakat, penelitian ini memberikan pengetahuan mengenai khasiat biji kurma sebagai antidiabetes," kata Lisa Giovanny, mahasiswi IPB yang menjadi ketua tim peneliti.

Lisa bersama sejawatnya mahasiswa IPB dari Program Studi Biokimia, yakni Faliha Arinda L dan Nurul Marfira melakukan riset itu melalui kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM PE) 2019.



Sumber: ANTARA