Energi Terbarukan Kayu pelet

  • Energi Terbarukan Kayu pelet
    Petani beraktivitas di pembibitan tanaman Gamal di Desa Mrisi, Tangguharjo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Panen dari tanaman tersebut dikonversi menjadi pelet kayu yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar seperti batubara.
  • Energi Terbarukan Kayu pelet
    Petani beraktivitas di pembibitan tanaman Gamal di Desa Mrisi, Tangguharjo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Panen dari tanaman tersebut dikonversi menjadi pelet kayu yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar seperti batubara.
  • Energi Terbarukan Kayu pelet
    Wood pellet atau pelet kayu yang siap di ekspor. Salah satu potensi pasar untuk pelet kayu ini adalah ekspor ke Korea Selatan.
  • Energi Terbarukan Kayu pelet
    Mantri hutan dari Perhutani melihat tanaman Gamal di lahan Perhutani di Tangguharjo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Panen dari tanaman tersebut dikonversi menjadi pelet kayu yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar seperti batubara.
  • Energi Terbarukan Kayu pelet
    Petani beraktivitas di pembibitan tanaman Gamal di Desa Mrisi, Tangguharjo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Panen dari tanaman tersebut dikonversi menjadi pelet kayu yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar seperti batubara.
BUMN Kehutanan Perum Perhutani mengembangkan produksi pelet kayu dari tanaman gamal dan kaliandra merah sebagai bahan baku pembangkit listrik energi biomassa. Budi daya kedua tanaman itu dilakukan di areal kerja Perhutani seluas 122.882 hektare (ha) di Semarang, Jawa Tengah. Panen dari tanaman tersebut dikonversi menjadi pelet kayu yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan baku pengganti batubara. Potensi industri pelet kayu (wood pellet) sangat baik mengingat jumlah pemain industri ini di tingkat global belum banyak, sehingga ceruk pasarnya masih luas. Salah satu potensi pasar untuk pelet kayu ini adalah ekspor ke Korea Selatan. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal