Menanti Teror Kisah Ratu Ilmu Hitam

Menanti Teror Kisah Ratu Ilmu Hitam
Para pemain berfoto bersama saat jumpa pers peluncutan trailer dan poster film "Ratu Ilmu Hitam" di Jakarta, Senin 30 September 2019. ( Foto: SP/Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / EAS Rabu, 2 Oktober 2019 | 14:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Film legendaris Ratu Ilmu Hitam yang pernah melejit pada 1981 dibuat ulang oleh Joko Anwar dan Kimo Stamboel. Rencananya, film yang sempat sukses diperankan oleh Suzzanna ini akan menebar teror di bioskop Indonesia, pada 7 November 2019.

Sutradara Kimo Stamboel, yang dikenal spesialisasi film horor Indonesia menjelaskan, remake Ratu Ilmu Hitam akan mengusung konsep cerita baru yang segar dan mengambil sudut pandang yang berbeda. Jalan ceritanya pun disesuaikan dengan isu masa kini. Pun demikian, inti cerita dari film legendaris itu menurut Kimo Stamboel menjadi bagian terpenting, karena ia tidak menghilangkan inti Ratu Ilmu Hitam 1981 di dalam remake versi terbaru.

"Kalau ditanya ini ada hubungannya dengan yang dulu, tidak ada dan berbeda. Namun, keberadaan sang Ratu esensinya tetap ada. Menurut saya esensi si ratu cukup Indonesia sekali, dan ini jadi sesuatu yang penting yang bisa kita ceritakan ke generasi berikutnya,” ungkap Kimo.

Jalan cerita yang penuh dengan teror pun sudah mulai dibocorkan melalui trailer perdana Ratu Ilmu Hitam, yang diluncurkan Rapi Film, Senin (30/9/2019). Dalam trailer terlihat banyak adegan sadis dan menegangkan, seperti membenturkan kepala hingga berdarah-darah sampai keluar kelabang dari mulut dan telinga karena ulah santet ilmu hitam.

Kimo menjelaskan bahwa ragam sajian sadis dalam film bergenre horor ini tetap menjadi hal yang utama. Namun bila dibandingkan dengan versi lama, Ratu Ilmu Hitam yang dirilis 7 November mendatang ini masih kalah sadis.

"Film versi 1981 lebih gila. Zaman dulu darah dan lain-lain gitu enggak dibatasi. Kalau yang sekarang saya membuat genre gore (sadis) sesuai kebutuhan. Joko Anwar menulis naskah, gore mengikuti cerita," kata Kimo kepada wartawan.

Lebih lanjut, Kimo tidak lupa menampilkan beberapa adegan yang sangat ikonik di Ratu Ilmu Hitam versi 1981. Salah satunya tubuh tanpa kepala yang bisa dilihat dalam trailer. Jadi tidak heran bila film ini nantinya mengantongi izin tayang untuk usia 17 tahun dari Lembaga Sensor Film (LSF).

Penghargaan
Produser eksekutif dari Rapi Film, Sunil G Samtani menjelaskan alasan kuat memilih Ratu Ilmu Hitam untuk di-reboot. Pada masa itu, film yang disutradarai Lilik Sudjio ini berhasil dibanjiri penghargaan di dalam negeri, serta mendapat perhatian internasional.

Ratu Ilmu Hitam 1981 pernah meraih lima nominasi untuk aktris terbaik (Suzzanna), pemeran pembantu terbaik (WD Mochtar), penyunting terbaik, penata artistik terbaik, dan sinematografi terbaik dalam Festival Film Indonesia 1982. Setelah itu, Ratu Ilmu Hitam tayang di berbagai negara, di Amerika Serikat dengan judul Queen of Black Magic dan di Prancis dengan judul Exorcisme Noir.

Sunil pun berharap, keberuntungan reboot film ini juga mendapatkan respons yang serupa seperti versi originalnya. Bahkan, demi memperluas distribusi pasar, nantinya Ratu Ilmu Hitam juga akan ditayangkan di luar negeri, salah satunya adalah Malaysia.

Sementara dari sisi pemain, Hannah Al Rashid mengaku sangat gembira saat mendengar tawaran membintangi film yang pernah dipopulerkan oleh Suzzanna. Bahkan, dirinya rela terbang langsung dari London untuk mengikuti rangkaian casting yang berlangsung di Jakarta.

"Dulu judul film ini sangat ikonik sekali di dalam mau pun luar negeri. Saya ingin sekali bergabung. Menurut saya reboot film adalah bentuk dari menghargai karya-karya legendaris di masa lalu. Meski begitu, saya tidak merasa terbebani bahkan menjadi lebih semangat. Film ini akan membawa perspektif baru dari film sebelumnya. Walau terdapat beberapa benang merah yang masih berkaitan,” ungkapnya.

Kolaborasi apik dari Kimo Stamboel dan Joko Anwar, Hannah Al Rasyid berharap Ratu Ilmu Hitam dapat diterima dengan baik dan memuaskan penonton Tanah Air dan juga penggemar film horor di pasar internasional.

"Pas banget dapat penulis Joko Anwar yang sudah terkenal untuk menulis skrip horor. Ssangat menarik dicampur dengan sutradara Kimo Stamboel yang sudah terkenal sekali dengan taste dari Rumah Dara dan Dreadout," tuturnya mengakhiri.

Selain Hannah Al Rashid, film ini juga diperankan oleh pemain lintas generasi. Sebut saja Ario Bayu, Imelda Therinne, Miller Khan, Salvita DeCorte, Ade Firman Hakim, Ruth Marini, Yayu Unru, Putri Ayudya, Shenina Cinnamon, Gisellma, dan Muzakki. Film ini juga dibintangi Zara JKT48, Ari Irham, Giulio Parengkuan, Sheila Dara Aisha, dan Tanta Ginting.



Sumber: Suara Pembaruan