KPU Kota Depok Dorong Paslon Gelar Kampanye Daring
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

KPU Kota Depok Dorong Paslon Gelar Kampanye Daring

Selasa, 6 Oktober 2020 | 22:19 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / FER

Depok, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok mengizinkan kampanye dengan metode tatap muka. Hal ini juga masih dipilih oleh para pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Depok dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020.

Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna, mengatakan, KPU Kota Depok mengizinkan para pasangan calon wali kota dan wakil wali kota melakukan kampanye pilkada sesuai metode kampanye pada pilkada sebelumnya. Diantaranya, metode pertemuan terbatas atau blusukan, penyebaran bahan kampanye, memasang alat peraga kampanye, debat pasangan calon hingga rapat umum dan sebagainya.

"Paslon boleh kampanye tatap muka seperti blusukan ke pasar, ke terminal dan sebagainya seperti pada kampanye pilkada sebelumnya. Itu diatur di Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pilkada ditengah masa pandemi Covid-19," kata Nana di Depok, Jawa Barat, Selasa (6/10/2020).

Diungkap Nana, yang membedakan kampanye paslon ditengah pendemi Covid-19 saat ini harus diupayakan dengan menerapkan protokol kesehatan atau diupayakan dengan cara media daring atau virtual. "Tapi mereka (paslon), timses dan target kampanye harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Lebih dianjurkan lagi kampanye daring," ujar Nana.

Sementara itu, calon wali kota Depok Mohammad Idris mengungkapkan, sudah melaksanakan kampanye virtual dengan ribuan warga di Kecamatan Sukmajaya. Jumlah tersebut merupakan hal yang tak pernah dialami sekalipun saat menggelar kampanye terbuka/ tatap muka.

"Kampanye virtual sudah pernah saya lakukan dan ini diikuti 1.000 warga Sukmajaya. Ini sesuatu yang tak pernah dialami ketika kampanye terbuka sekalipun sampai 1.000 orang," tutur Idris.

Lebih lanjut, Idris mengatakan, jumlah 1.000 orang yang mengikuti kampanye virtual merupakan jumlah dari akun media sosial yang dia miliki. Dalam setiap satu akun, Idris mengklaim bisa dihadiri oleh dua hingga lima orang warga.

"1000 orang ini hitungan yang terdaftar akunnya ya, dalam satu akun itu ada yang dua orang, ada yang lima orang, artinya bisa lebih dari itu," kata Idris.

Sementara itu, calon wali kota Depok Pradi Supriatna menuturkan, dia dan pasangannya Afifah Alia juga telah melakukan kampanye virtual. Menurutnya, kampanye melalui metode virtual lebih efektif guna mencegah terjadinya klaster baru.

Sedangkan kampanye tatap muka dikatakan Pradi, jika sebatas tidak menimbulkan banyak kerumunan dan tetap mengikuti protokol kesehatan makan hal tersebut menurutnya tidak bermasalah untuk dilakukan.

"Kami tetap mengikuti aturan yang sudah diberikan oleh KPU kepada kami sebagai paslon. Semua ini akan kami laporkan. Timeline dan jadwal kami akan kami laporkan ke KPU termasuk kepada panwas," tutur Pradi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tokoh Adat: Papua Bagian NKRI Sudah Final

Jika ada yang beranggapan bahwa pelaksanaan otsus gagal, maka seharusnya masyarakat meminta pertanggungjawaban dari pemerintah daerah yang mereka pilih.

POLITIK | 6 Oktober 2020

Perkuat Kewenangan, DPD Minta Tidak Diatur dalam UU MD3

DPD harus punya UU sendiri yang merupakan turunan dari UUD 1945, Pasal 22 C ayat 4 dan Pasal 22 D ayat 4.

POLITIK | 6 Oktober 2020

DPC PDIP Jaksel Gencar Bagikan Bantuan Sembako dan APD

DPC PDI Perjuangan (PDIP) Jakarta Selatan (Jaksel) gencar memberikan bantuan berupa sembako, dan alat pelindung diri (APD) ke masyarakat.

POLITIK | 6 Oktober 2020

PSI Tangsel Sesalkan Oknum Lurah Singgung Politik Identitas

Beredar informasi adanya penyebaran politik identitas berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dari oknum lurah di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

POLITIK | 6 Oktober 2020

Pengamat: Pandemi Covid-19 Mendorong Demokrasi Siber

Teknologi informasi dan komunikasi dapat membantu proses politik demokratis.

POLITIK | 6 Oktober 2020

KPU: 11 Bapaslon Belum Ditetapkan sebagai Peserta Pilkada

Menurut Evi, proses penetapan masih terus dilakukan dengan memeriksa semua berkas persyaratan

POLITIK | 6 Oktober 2020

Bawaslu Ingatkan Paslon Pilkada Tidak Kampanye di Rumah Ibadah

Paslon tidak dibenarkan menyampaikan visi dan misi saat berdialog dengan warga di rumah ibadah.

POLITIK | 6 Oktober 2020

Gus Yaqut Sebut Ada Agenda Politik Soal Desakan Mundur Erick Thohir

Yaqut Cholil Qoumas menyebut kalangan yang meminta Erick Thohir mundur dianggap memiliki agenda politik tersembunyi.

POLITIK | 6 Oktober 2020

Fraksi Partai Demokrat Soroti Pengambilan Keputusan RUU Ciptaker

FPD menilai, pengesahan RUU Ciptaker yang disebut dilakukan secara musyawarah dan mufakat, tidak tepat.

POLITIK | 6 Oktober 2020

Kabar Meninggalnya Wismoyo Arismunandar Hoax

Dari informasi yang didapatkan, Wismoyo Arismunandar hingga saat ini masih dirawat di RS Pondok Indah.

POLITIK | 6 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS