RUU Cipta Kerja Dinilai Beri Dampak Positif Bagi Perekonomian Indonesia
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

RUU Cipta Kerja Dinilai Beri Dampak Positif Bagi Perekonomian Indonesia

Kamis, 18 Juni 2020 | 17:52 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Leo Agustino menilai, Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja akan memberikan dampak dan implikasi yang positif bagi perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Obesitas Regulasi Dinilai Menghambat Laju Investasi

Menurut Leo, RUU Cipta Kerja bisa menyediakan kemudahan-kemudahan berinvestasi dan membuka usaha yang berimplikasi pada penyerapan tenaga kerja.

"Di satu sisi kemudahan untuk perizinan dan investasi itu disediakan oleh RUU Cipta Kerja ini. Di sisi yang lain RUU ini juga menyediakan kesempatan karena nanti mudah untuk membuat usaha, mudah untuk membuat pabrik, mudah untuk mendirikan perusahaan maka tentunya akan berimplikasi pada penarikan lapangan pekerjaan bagi warga masyarakat. Jadi antara kemudahan berinvestasi dengan ketenagakerjaan ini sebetulnya ada kaitan," ujar Leo dalam webinar Jaringan Bonus Demografi bertajuk 'Solusi Pengangguran di Era New Normal' di Jakarta, Kamis (18/6/2020).

Baca Juga: Pengesahan RUU Cipta Kerja Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Direktur Riset Indonesian Politics Research and Consulting ini menjelaskan, jika melihat proses pembentukan RUU Cipta Kerja, maka tujuan dari RUU ini adalah untuk menderegulasi kebijakan-kebijakan yang menghambat masuknya investasi di Indonesia.

"RUU ini disampaikan ketika Pak Jokowi menyampaikan pandangannya saat diangkat menjadi Presiden untuk kedua kalinya. Dalam pembacaan naskah itu dikatakan, beliau akan melakukan deregulasi dari sisi usaha supaya perekonomian Indonesia menjadi salah satu dari empat kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2030-2035. Nah kalau itu yang mau dicapai, maka yang harus dilakukan adalah deregulasi kebijakan. Nah mulai dari mana? Karena ini bicara mengenai perekonomian ya harus dari deregulasi izin usaha," jelas Leo.

Baca Juga: RUU Cipta Kerja Jadi Momentum Penataan Regulasi

Leo menambahkan, masyarakat akan merasakan manfaat dari RUU Cipta Kerja ini dalam jangka panjang. Namun, menurut Leo, masyarakat harus sabar karena dalam sebuah kebijakan ada tahapan-tahapan yang harus dilalui prosesnya.

"Hitungannya juga bukan satu dua minggu. Hitungannya bulan bahkan mungkin tahunan. Artinya apa, dalam jangka pendek RUU ini belum berdampak apa-apa, tapi dalam jangka menengah dan jangka panjang ya saya kira akan memberikan dampak, efek, dan implikasi yang positif," tandas Leo.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

KPU Terima 456. 256 Nama Pemilih Pemula DP4 di Pilkada 2020

DP4 tambahan itu merupakan data pemilih pemula sejumlah 456.256 pemilih yang pada tanggal 9 Desember 2020 nanti sudah berusia 17 tahun.

POLITIK | 18 Juni 2020

Capres 2024 Berlatar Belakang Kepala Daerah Dinilai Sulit Pertahankan Elektabilitas

Analis Komunikasi Politik, Hendri Satrio, menjelaskan kepala daerah yang digadang akan meramaikan Pemilu akan memiliki kesulitan mendongkrak elektabilitas.

POLITIK | 18 Juni 2020

Hentikan Konflik Internal, PDIP Ajak Semua Elemen Tolak Usulan Pemindahan Ibu Kota Palestina

PDIP melihat stuasi ini memerlukan kepemimpinan Indonesia sebagaimana terjadi ketika diselenggarakan Konferensi Asia Afrika.

POLITIK | 18 Juni 2020

Apresiasi Sikap Pemerintah, MUI Minta Publik Hentikan Silang Sengketa RUU HIP

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi menyatakan pihaknya mengapresiasi dan menghargai sikap dan langkah Pemerintah untuk untuk menunda pembahasan RUU HIP.

POLITIK | 18 Juni 2020

Hendak Berwisata atau Joging? Baca Dulu Apa Kata Ketua Gugus Tugas Covid-19

"Terutama tentunya orang yang secara kesehatan itu memang sehat," kata Doni.

POLITIK | 18 Juni 2020

Komisi VI DPR Dorong Koordinasi dan Grand Design Pengembangan UMKM

Sebelum beralih ke platform digital, UMKM juga harus diberi pelatihan tentang kebersihan produk dan "packaging" yang benar.

POLITIK | 18 Juni 2020

Kemsos Bagikan 2.000 Paket Bansos di Jakarta, Depok dan Tangerang

Kementerian Sosial, melalui Forum Pemuda Betawi, memberikan 2.000 paket bansos COvid-19 di 5 Wilayah DKI Jakarta, Depok, Tangerang Selatan, dan Kota Tangerang.

POLITIK | 18 Juni 2020

Jokowi Batal Kunker ke Jawa Tengah

“Tidak jadi kunjungan kerja di luar kota ya,” kata Heri Budi Hartono.

POLITIK | 18 Juni 2020

Airlangga: Golkar Optimistis Indonesia Lewati Krisis Covid-19

Menurut Airlangga, koalisi parpol pendukung pemerintah akan menjaga soliditas dukungannya untuk melewati krisis selama pandemi Covid-19.

POLITIK | 17 Juni 2020

La Nyalla: DPD Tetap Awasi Pelaksanaan Pilkada 2020

DPD akan melihat dan memantau bagaimana pelaksanaan pilkada di tengah pandemi Covid-19.

POLITIK | 17 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS