INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

BPS: Indeks Demokrasi Indonesia Meningkat Jadi 74,92

Senin, 3 Agustus 2020 | 17:59 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2019. IDI merupakan indikator komposit untuk menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Pada 2019, angka capaian IDI adalah 74,92 dalam skala 0 sampai 100. Angka ini mengalami peningkatan 2,53 poin dibandingkan dengan angka IDI 2018 yang sebesar 72,39.

Baca Juga: Kunjungan Wisman ke Indonesia Anjlok 59,96%

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, capaian kinerja demokrasi Indonesia tersebut masih berada pada kategori 'sedang', serta masih sedikit di bawah target IDI 2019 dalam RPJMN 2015-2019 sebesar 75,00. Sebagai informasi, tingkat demokrasi dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni 'baik' (indeks > 80), 'sedang' (indeks 60-80), dan 'buruk' (indeks < 60).

"IDI pada 2019 ini mengalami peningkatan 2,53 poin. Tentunya ini catatan yang menggembirakan, bahwa demokrasi di Indonesia dari tahun ke tahun menunjukkan perbaikan, dan pada 2019 IDI-nya tertinggi mencapai 74,92, hanya sedikit sekali di bawah target RPJMN. Tetapi memang angkanya masih berada di kategori sedang. Jadi kita semua harus berupaya untuk meningkatkan supaya demokrasi Indonesia semakin lama semakin baik,” kata Suhariyanto, Senin (3/8/2020).

Suhariyanto memaparkan, perubahan angka IDI pada periode 2018–2019 ini dipengaruhi oleh penurunan aspek kebebasan sipil sebesar 1,26 poin (dari 78,46 menjadi 77,20), kenaikan aspek hak-hak politik sebesar 4,92 poin (dari 65,79 menjadi 70,71), dan peningkatan aspek lembaga demokrasi sebesar 3,48 poin (dari 75,25 menjadi 78,73).

Pada periode 2018–2019, terdapat tujuh variabel yang mengalami peningkatan dan empat variabel mengalami penurunan. Tiga variabel dengan peningkatan terbesar terjadi pada variabel Peran Birokrasi Pemerintah Daerah yang meningkat 6,84 poin, diikuti oleh variabel Hak Memilih dan Dipilih naik 3,50 poin, serta variabel Peran Peradilan yang Independen naik 2,94 poin.

Baca Juga: Daya Beli Lemah, Juli 2020 Terjadi Deflasi 0,10%

Sementara tiga variabel yang mengalami penurunan terbesar adalah variabel Pemilu yang Bebas dan Adil yang menurun 9,73 poin, variabel Kebebasan Berkumpul dan Berserikat turun 4,32 poin, serta variabel Kebebasan Berpendapat turun 1,88 poin.

Sementara itu, dari 28 indikator IDI, pada 2019 terdapat 15 indikator yang memiliki skor dengan kategori 'baik' (skor > 80), terdiri dari tujuh indikator berasal dari aspek Kebebasan Sipil, tiga indikator dari aspek Hak-hak Politik, dan lima indikator dari aspek Lembaga Demokrasi. Tetapi masih terdapat enam indikator demokrasi dengan skor berkategori 'buruk' (skor < 60).

Dipaparkan Suhariyanto, indikator-indikator yang memerlukan perhatian khusus dari semua pihak agar dapat mencapai kinerja yang lebih baik karena skor-nya masih di bawah 60 adalah ancaman atau penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang menghambat kebebasan berpendapat (57,35), persentase perempuan terpilih terhadap total anggota DPRD Provinsi (58,63), demonstrasi/mogok yang bersifat kekerasan (34,91), Perda yang merupakan inisiatif DPRD (46,16), rekomendasi DPRD kepada eksekutif (16,70), dan upaya penyediaan informasi APBD oleh Pemerintah Daerah (53,43).

IDI menunjukkan sejak 2009 hingga 2019, tingkat demokrasi di Indonesia mengalami dinamika. Pada periode 2009–2013, IDI berfluktuasi di kisaran angka 60-an, sementara pada periode 2014–2019 di kisaran angka 70-an. Walaupun IDI tingkat nasional masih pada kategori 'sedang', Suhariyanto mengatakan angkanya telah mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan enam tahun yang lalu.

Baca Juga: BPS Catat Deflasi Juli Sebesar 0,1%

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam, Purnomo Sidi mengungkapkan, peningkatan IDI 2019 ini merupkan sinyal positif bagi Pemerintah untuk semakin perkuat stabilitas dalam negeri, sehingga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang saat ini mengalami tekanan berat.

"Mengingat tahun 2019 kemarin merupakan tahun politik, capaian angka IDI ini merupakan cerminan dinamika politik nasional dan lokal yang tetap kondusif,” kata Purnomo Sidi.

Menurutnya, capaian IDI 2019 ini hanya kurang 0,08 poin dari RPJMN 2015-2019. Sehingga ini akan jadi baseline positif capaian IDI pada RPJMN 2020-2024.

"Meski demikian, masih ada enam capaian indikator IDI 20-19 yang belum memenuhi angka yang diharapkan, yaitu masih di bawah skor 60. Ini akan jadi perhatian khusus dan akan disinergikan dalam kegiatan di Kemenko Polhukam untuk peningkatan capaian IDI,” kata Purnomo.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jateng Sudah Lakukan 138.500 Tes Covid-19

Untuk wilayah Jateng, hingga saat ini penyebaran Covid-19 di wilayah Pantura Timur masih tinggi, ketimbang wilayah Pantai Selatan.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Menhub Targetkan Dua Pelabuhan di Bali Rampung 2021

Menurut Menhub, pembangunan kedua pelabuhan tersebut untuk mendukung pariwisata di Bali.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Ini Alasan Pemkot Bandung Belum Izinkan Pembukaan Tempat Hiburan

Tempat hiburan belum dibuka kembali karena potensi penyebaran Covid-19 yang tinggi di tempat-tempat tersebut.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Status Djoko Tjandra Belum Tersangka

Djoko Tjandra yang ditangkap di Malaysia pada Kamis (30/7/2020) belum ditetapkan sebagai tersangka.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

IDI: 9 Dokter di Sumut Meninggal Akibat Covid-19

Seluruh dokter itu meninggal dunia dalam kondisi penyakit yang sudah sangat berat akibat terpapar.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Tenaga Medis Terpapar Covid-19 karena Ruangan Tanpa Penyaring Udara

Kondisi di dalam ruangan merupakan salah satu faktor yang memungkinkan terjadinya penularan virus Covid-19.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

UPH Festival 2020 Sambut Mahasiswa Baru dengan Program Kreatif dan Interaktif

UPH Festival dibuka via zoom meeting dengan sambutan hangat dari Founder UPH, James T Riady.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

KPK Lelang 10 Bidang Tanah dari Perkara Eks Bupati Subang

Lelang 10 bidang tanah itu dilakukan lantaran perkara yang menjerat mantan bupati Subang Ojang Sohandi telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Jokowi Minta Siapkan Roadmap Transformasi Digital untuk Sektor Strategis

Presiden Jokowi tidak ingin infrastruktur digital yang sudah dibangun justru memiliki utilitas rendah.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Video Daging Kurban Berisi Sampah, Polisi Tetapkan Edo Putra sebagai Tersangka

Edo Putra dan rekannya melanggar Pasal 14 KUHP terkait membuat dan menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran di tengah masyarakat.

NASIONAL | 3 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS