Kesadaran Masyarakat Mengelola Sampah Masih Kecil
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Social Good Summit 2019

Kesadaran Masyarakat Mengelola Sampah Masih Kecil

Selasa, 26 November 2019 | 22:01 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Rumah tangga yang memilah sampah di Indonesia baru mencapai 49,2 persen. Angka ini diperoleh dari survei yang dihelat Katadata Insight Center (KIC) terhadap 354 responden di lima kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Dalam survei ini, dari 50,8 persen rumah tangga yang tidak memilah sampah mencapai 79 persen, di antaranya beralasan karena tidak ingin repot.

"Mereka berpikir ribet, milih ini jenis apa, dan mereka juga berpikir nanti di tempat pembuangan, sampah akan tercampur," ujar Franklin Michael Hutasoid dari KIC dalam acara Social Good Summit 2019 yang diselenggarakan oleh UNDP berkerja sama dengan KIC, di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Franklin menjelaskan, responden yang tidak memilah sampah dengan alasan sampah akan tercampur di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebanyak 17 persen, sedangkan sebanyak 3 persen menyebut pemilahan tidak ada manfaatnya dan 1 persen mengemukakan alasan lain.

Survei juga menggambarkan cara-cara rumah tangga memilah sampah. Dari 49,2 persen yang memilah sampah, sebanyak 78 persen memilah dalam dua ketegori, 18 persen dalam tiga kategori dan 5 persen persen menyatakan telaten memilah sampah dalam empat kategori. Pemilahan dengan kategori sampah basah dan kering dilakukan oleh 59 persen responden.

"Pemisahan sampah kering dan basah tidak cukup, karena idealnya ada pemisahan organik, anorganik, dan limbah berbahaya," jelas Franklin.

Untuk pemilahan sampah plastik, responden yang setuju mencakup 78 persen, dan untuk sisa makanan/kompos, termasuk kulit buah dan potongan sayur, responden yang sepakat mencapai 62 persen. Sejauh ini sampah yang sudah dipisahkan oleh responden, untuk sampah plastik sebesar 46 persen, dan sisa makanan/kompos, termasuk kulit buah dan potongan sayur sebanyak 45 persen.

"Rumah tangga menjadi salah satu produsen sampah terbesar dari total jumlah sampah di Indonesia. Dalam satu jam, Indonesia memproduksi 7.300 ton sampah atau 175.000 ton per hari. Dalam satu hari, jumlah itu bisa menimbun Gelora Bung Karno," tandas Franklin.

Project Executif Waste4Change, Pandu Priyambodo, mengatakan kesadaran masyarakat mengelola masih kecil, sehingga harus mulai didorong melalui edukasi.

"Masyarakat kita harus bisa naik kelas, dari yang tagline-nya buang sampah pada tempat mnjadi pilahlah sampah sesuai jenisnya," tambah Pandu.

Sementara, UNDP Senior Programme Manager (Analyst), Anton Probiyantono, berharap dunia usaha turut ambil bagian dalam pengelolaan sampah. "Kita dorong produsen untuk menggunakan atau menghasilkan bahan yang lebih ramah lingkungan," kata Anton.

Wakil Ketua Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia, Edi Rivai, mengatakan, sebenarnya pemakaian plastik per kapita di Indonesia masih rendah, diperkirakan sekitar 21 kg hingga 22 kg per tahun, dengan total jumlah sekitar 5,9 juta ton per tahun.

"Korea itu pemakaian plastik sudah 141 kg per kapita per tahun, demikian juga dengan Jepang konsumsi per kapita kira-kira 80 kg per tahun," jelas Edi.

Edi menambahkan, meski volume relatif lebih kecil dibanding negara lain, namun sampah palstik menjadi permasalahan besar, karena pengelolaannya belum optimal.

"Jadi ke depan tinggal bagaimana kita mengelola dari out put (sampah) plastik itu sendiri. Caranya antara lain dengan melibatkan rumah tangga untuk memilah sampah dari rumah. Terlebih, pada dasarnya plastik diproduksi bukan untuk sekali pakai," pungkas Edi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Mendagri Minta Kepala Daerah Bangun CCTV Terkoneksi Dukcapil

Sistem ini akan terkoneksi dengan dukcapil Kemdagri dan pihak kepolisian sehingga bisa cepat mencegah terjadinya masalah.

NASIONAL | 26 November 2019

Peneliti: Penanaman Pancasila Dapat Libatkan Influencer

Dukungan masyarakat juga sangat vital dalam berkolaborasi membangun strategi.

NASIONAL | 26 November 2019

Wakil Ketua Komite I DPD Sebut Otsus Sudah Usang

Otsus untuk Papua belum berhasil menyelesaikan berbagai persoalan di bumi Cendrawasih tersebut.

NASIONAL | 26 November 2019

KPK Periksa Wagub Lampung Kasus Suap di Kementerian PUPR

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim sebagai saksi.

NASIONAL | 26 November 2019

DPD Minta Pemerintah Ubah Paradigma Memandang Papua

Pemerintah masih memakai mekanisme top down (dari atas ke bawah) dalam membangun Papua.

NASIONAL | 26 November 2019

KPK Kaget Terpidana Suap Alih Fungsi Hutan Dapat Grasi dari Jokowi

Dengan grasi yang diberikan Jokowi, hukuman Annas dikurangi setahun dari semula 7 tahun menjadi 6 tahun.

NASIONAL | 26 November 2019

Tito Karnavian Imbau Pembagian Dana APBN Jangkau Masyarakat

Mendagri Tito Karnavian meminta agar program yang dirancang tak hanya sekadar agar dana turun, tapi dana tersalurkan ke masyarakat.

NASIONAL | 26 November 2019

KTP, KK dan Akte Sekarang Bisa Cetak Sendiri

Tito menjelaskan, ADM dapat mempermudah layanan publik di Dukcapil yang selama ini terbilang sulit.

NASIONAL | 26 November 2019

Polri Siapkan Operasi Lilin Jelang Natal dan Tahun Baru

Perkiraan intelejen digunakan untuk memetakan ancaman dan gangguan yang mungkin terjadi.

NASIONAL | 26 November 2019

Dirut PT Palma Satu Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Fadlan Arisandy mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (26/11/2019).

NASIONAL | 26 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS