Kolaborasi, Kunci Utama Kabupaten Siak Cegah Karhutla
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Kolaborasi, Kunci Utama Kabupaten Siak Cegah Karhutla

Selasa, 8 Oktober 2019 | 14:58 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kawasan terparah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia adalah Provinsi Riau. Menurut angka sementara BPBD Riau, area terbakar mencapai 50.730 hektare, dengan jumlah titik panas atau hotspot mencapai sekitar 8.168 titik, dengan 72 persen di antaranya terjadi di areal lahan gambut.

Baca Juga: BIG-KLHK Susun Peta Rawan Karhutla

Kabupaten Siak, seperti halnya beberapa kawasan lain di Provinsi Riau juga mengalami peristiwa karhutla. Jumlah hotspot di Kabupaten Siak tahun 2019 ini mencapai 493 titik. Namun, dari segi presentasi hotspot di kabupaten Siak merupakan salah satu yang terendah di Provinsi Riau, yaitu hanya sekitar 6 persen.

Padahal, Siak merupakan kabupaten dengan lahan gambut terbesar di Pulau Sumatera. Lebih dari separuh atau 57 persen luas kawasan Kabupaten Siak berupa lahan gambut, yaitu mencapai area seluas 479.485 hektare. Dari total seluruh kawasan gambut tersebut, 21 persen di antaranya adalah lahan gambut dalam, dengan kedalaman 3 meter hingga 12 meter.

Bupati Siak, Alferdi, mengungkapkan, rendahnya persentasi hotspot merupakan hasil dari upaya pencegahan karhutla yang diupayakan dari tahun ke tahun. Kabupaten Siak telah mendorong upaya pemanfaatan lahan agar lahan terjaga. Upaya-upaya tersebut tidak hanya berupa kerja pemerintah daerah, namun juga melibatkan masyarakat, mitra pembangunan dan pemerintah kabupaten, organisasi masyarakat sipil, juga pihak swasta yang dipayungi oleh Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 22/2018 mengenai Inisiatif Siak Hijau.

"Peraturan Siak Hijau ini menjadi pedoman bagi pemerintah daerah Siak, masyarakat, juga pihak swasta dalam melakukan pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan, demi kesejahteraan masyarakat Siak,” ujar Alferdi, dalam acara diskusi 'Kabupaten Hijau, Upaya Siak Cegah Karhutla' di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Baca Juga: KLHK Segel 62 Lahan Perusahaan yang Terbakar

Setelah peristiwa karhutla yang masif di tahun 2015, Kabupaten Siak mulai berbenah melakukan tahap tahapan pembuatan peta jalan (road map) Kabupaten Siak Hijau pada tahun 2016. Bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Saudagho Siak, menganalisis apa saja penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan, serta meninjau dan mengembangkan peraturan-peraturan daerah untuk mencegah dan mengatasi karhutla. Di tahun 2017, Kabupaten Siak menggandeng pihak swasta dan pengusaha kecil untuk menerapkan Good Agriculture Practice (GAP) untuk pengelolaan kebun sawit yang berkelanjutan.

"Peraturan Siak Hijau menjadi komitmen kami di Kabupaten Siak, untuk melakukan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan, serta upaya penting bagi kami untuk mencegah dan melakukan penanganan karhutla. Termasuk kami sudah tidak mengizinkan penebangan kayu alam, dan tidak lagi memberikan pembukaan konsesi lahan perkebunan sawit. Saat ini, kami sedang mengembangkan lahan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), intesifikasi komoditas pertanian di lahan gambut seperti Sagu, Kayu Mahang dan juga Aren," tegas Alferdi.

Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG), Nazir Foead, mengatakan, pengembangan daerah TORA merupakan salah satu upaya mencegah terjadinya kebakaran, terutama di lahan gambut.

“Selain upaya untuk terus menjaga ketinggian muka air, kunci pencegahann kebakaran lahan gambut adalah memastikan lahan-lahan TORA itu tetap produktif. Karena bila memberikan manfaat ekonomi, otomatis masyarakat akan tetap menjaga lahan dan memahami pentingnya pertanian dan perkebuman di lahan gambut tanpa mengeringkan lahan gambut,” kata Nazir.

Baca Juga: Pembasahan Lahan Gambut Prioritas Utama Cegah Karhutla

Perwakilan dari koalisi mitra pembangunan Kabupaten Siak, Saudagho Siak, Susanto Kurniawan, menyampaikan, upaya pencegahan karhutla di Kabupaten Siak dapat didukung berbagai karena adanya peraturan yang menjadi pedoman.

“Peraturan Bupati tahun 2018 adalah acuan bersama bagi siapapun dalam pembangunan berkelanjutan di kabupaten Siak. Banyak langkah yang dilakukan untuk mendukung inisiatif Siak Hijau, seperti mendorong kabupaten untuk melakukan tata kelola hutan dan lahan gambut, mendorong perhutanan sosial, membangun demplot-demplot tanaman yang ramah gambut. Selain itu didorong juga pengembangan ekowisata. Harapannya kegiatan-kegiatan ekonomi dapat mendukung pencegahan karhutla langsung oleh masyarakat,” tandas Susanto.

Inisiatif Siak Hijau ini juga didukung oleh beberapa perusahaan yang tergabung dalam CORE (aliansi sektor swasta di Siak), di antaranya Unilever, Musim Mas, Cargil, Unilever, Pepsico, Neste dan Danone. Dukungan dari perusahaan-perusahaan ini ditunjukan melalui komitmen mereka dalam pelaksanaan NDPE (No-Deforestation, Peat, and Exploitation) yang lebih efektif, khususnya pada empat topik utama, deforestasi, restorasi gambut, dukungan pada pekebun dan HAM.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

PLTA Batang Toru Setara 12 Juta Pohon

Dengan memakai energi air, PLTA Batang Toru juga akan menghemat devisa US$ 400 juta/tahun karena tidak perlu lagi mengimpor bahan bakar diesel.

NASIONAL | 8 Oktober 2019

Kasus Suap Proyek BHS, KPK Periksa VP PT Angkasa Pura II

Amrizal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS) yang melibatkan PT AP II dan PT INTI.

NASIONAL | 8 Oktober 2019

Teknologi Berperan Mempermudah Manusia di Era Society 5.0

Konferensi ICAMT-ICMR 2019 melibatkan 200 peserta dari dalam dan luar negeri.

NASIONAL | 8 Oktober 2019

Kasus Korupsi 14 Proyek Fiktif, KPK Periksa Dua Pegawai Waskita Karya

KPK menduga kerugian keuangan negara akibat korupsi terkait 14 proyek yang dikerjakan PT Waskita lebih dari Rp 186 miliar seperti yang ditaksir sejauh ini.

NASIONAL | 8 Oktober 2019

ADB: Kemacetan di Bandung Melebihi Jakarta

Bandung dinilai lebih macet dibandingkan Mumbai, Chennai, Jakarta, Singapura, Karachi, Surabaya, dan Hong Kong.

NASIONAL | 8 Oktober 2019

Wapres: Hunian Tetap di Sulteng Harus Selesai Akhir 2020

JK juga meminta, korban bencana yang masih tinggal di tenda pengungsian agar segera pindah ke hunian sementara (huntara) sambil menunggu penyelesaian huntap.

NASIONAL | 8 Oktober 2019

Kasus Suap Imam Nahrawi, KPK Periksa Arsitek Budi Pradono

KPK memeriksa arsitek terkenal Budi Pradono sebagai saksi untuk tersangka kasus korupsi Imam Nahrawi di KPK, Selasa (8/10/2019).

NASIONAL | 8 Oktober 2019

Polda Papua Terus Kejar 3 DPO Kasus Kerusuhan Wamena

Polda Papua terus mengejar tiga orang yang masih berstatus DPO kasus kerusuhan Wamena, Papua. Sementara 10 orang lainnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

NASIONAL | 8 Oktober 2019

Ketahuan Selundupkan Sabu ke Sel, Umar Kei Dilarang Dibesuk

Setelah ketahuan menyuruh kurir menyelundupan sabu-sabu ke sel, Umar Kei dilarang dibekuk pihak keluarga dan dipindahkan ke sel isolasi.

NASIONAL | 8 Oktober 2019

Buzzer Politik Belum Diatur dalam UU ITE

Sepanjang konten yang “didengungkan” adalah benar dan tidak mengandung kebencian dan SARA, buzzer tidak bisa dijerat UU ITE.

NASIONAL | 8 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS