PMI Optimistis Pandemi Covid-19 Segera Berakhir
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

PMI Optimistis Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

Rabu, 5 Agustus 2020 | 20:47 WIB
Oleh : Indah Handayani / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah dan Universitas Padjajaran (Unpad) bersiap untuk melakukan uji klinis vaksin Sinovac fase III pada Agustus ini. Dibutuhkan 1.620 relawan untuk ikut uji klinis vaksin Made In China tersebut.

Dengan adanya uji klinis vaksin Sinovac, Palang Merah Indonesia (PMI) menyambut positif inisiatif pemerintah dalam mengentaskan pandemi virus corona (Covid-19).

Sekretaris Jenderal PMI, Sudirman Said, mengatakan, patut bersyukur dan berdoa semoga uji klinis ketiga tersebut berjalan baik dan pada akhirnya menjadi solusi permanen. Namun, masyarakat tetap harus waspada dan hati-hati dalam melawan Covid-19.

Meskipun saat ini PMI tak terlibat langsung dalam uji klinis vaksin Sinovac, Sudirman mengajak masyarakat optimistis, pandemi Covid-19 di Indonesia akan segera berakhir. Dia berharap proses uji klinis vaksin ini tetap berjalan lancar.

"Mari kita doakan agar prosesnya mulus dan menghasilkan kesimpulan yang meyakinkan," ungkap Sudirman dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (5/8/2020).

Sudirman menambahkan, bila nantinya vaksin Sinovac dan vaksin Merah Putih yang di inisiasi Kemristek sudah ditemukan dan diproduksi, seluruh jaringan PMI akan siap menjadi relawan. "Bila diminta membantu pelaksanaan imuninasi, PMI siap mengerahkan relawan," kata Sudirman.

Saat ini, lanjut Sudirman, PMI terus menerjunkan relawan untuk mengedukasi masyarakat dalam melawan Covid-19. Misalnya lewat kampanye jaga jarak, bagi-bagi masker, membagi sabun antiseptik dan menyediakan sarana alat cuci tangan di ruang publik akan terus dilakukan.

"Setiap cabang, baik PMI di kabupatan maupun kota, memiliki komunitas relawan. Jadi, relawan menyebar di seluruh wilayah Indonesia dan masing-masing daerah punya cara masing-masing untuk kampanye cegah Covid-19. Misalnya di Papua, mereka menyediakan tempat cuci tangan di pasar dan bandara. Lalu Di DKI, PMI bekerja sama dengan PD Pasar Jaya menyediakan cuci tangan di setiap pasar," tandas Sudirman.

Sementara itu, Ketua Tim Riset Vaksin Covid-19, Kusnandi Rusmil, menjelaskan, vaksin ini nerupakan vaksin yang terbuat dari virus yang dimatikan. Vaksin ini telah melalui uji klinik fase 1 dan 2. Sebelum diedarkan massal di Indonesia, uji klinik fase III akan dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan PT Bio Farma dan Badan Litbangkes.

"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi keamanan dan respon kekebalan tubuh setelah pemberian 2 dosis vaksin SARS-COV-2. Uji klinis ini gratis, relawan tidak dibayar," kata Kusnandi.

Jubir Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjajaran Dr Rodman Tarigan SpAK,MKes, dari 1.620 relawan yang dibutuhkan, saat ini sudah sekira 600 orang mendaftar jad relawan. Pendaftaran calon relawan Covid-19 dibuka hingga 31 Agustus 2019.

Nantinya, jika memenuhi kriteria awal, seleksi mulai 11 Agustus 2020. Sebelumnya, calon relawan vaksin Covid-19 harus mengikuti rapid test dan PCR. Menurutnya, meskipun para ahli menilai kedua tes ini kurang akurat, tim uji klinis vaksin Covid-19 tetap yakin bahwa semua relawan bisa bebas Covid-19 dengan dua metode tes tersebut.

"Tim uji klinis melakukan 2 skrining tersebut untuk menjaring seseorang terkena Covid-19 atau tidak. Jadi dua pemeriksaan ini sangat akurat," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dorong Gerakan Menyusui di Masa Pandemi Covid-19

Dengan menyusui berarti para keluarga mengambil peranan untuk mendukung kesehatan planet dan masyarakatnya.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

SHKJ Pastikan Keamanan dan Kesehatan Pasien Saat Berobat

SHKJ selalu memastikan keamanan dan kesehatan, serta melindungi pasien saat berobat.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Kemkes: Herbal Tidak Bisa Sembuhkan Covid-19

Covid-19 disebabkan oleh virus, sehingga obat satu-satunya adalah antivirus bukan dengan jamu atau herbal maupun obat tradisional.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

JEC Targetkan 70.000 Kunjungan Pasien di 2020

JEC menghadirkan Klinik Utama Mata JEC-Orbita di Makassar, Sulawesi Selatan.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Menkes Prioritaskan Penurunan Angka Stunting

Menurut Menkes, saat ini terdapat 10 provinsi yang memiliki tingkat prevalensi stunting tertinggi di Indonesia.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Update Covid-19: Tambah 1.815, Kasus Positif di Indonesia Jadi 116.871

Penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 1.815 itu didapat dari pemeriksaan spesimen sebanyak 28.738.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Cegah Covid-19, Wapres Minta Masyarakat Ikuti Fatwa Ulama

Ditegaskan Wapres, fatwa-fatwa tersebut baru dapat memberikan manfaat apabila adanya kepatuhan masyarakat untuk mematuhinya.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Presiden: Pelayanan Ibu Hamil dan Balita Jangan Berhenti di Tengah Pandemi Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pelayanan kesehatan ibu hamil dan balita di Puskesmas dan Posyandu tidak boleh berhenti di tengah pandemi virus corona.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Jokowi Minta Penurunan Stunting Fokus di 10 Provinsi

Provinsi tersebut antara lain Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Aceh.

KESEHATAN | 5 Agustus 2020

Tidak Mengenakan Masker, Masyarakat Bisa Kena Hukum

Sanksi kepada masyarakat yang tidak mengenakan masker dapat berupa denda atau sanksi administrasi.

KESEHATAN | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS